by

Nur Azizah Achmad*: Pendidikan Indonesi

-Opini-46 views

 

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA — Sebagaimana yang kita ketahui bahwa pendidikan sangat penting bagi seluruh manusia, karena tanpa pendidikan yang benar, kita tidak akan bisa menjadi manusia yang berilmu dan memiliki kepribadian baik.

Namun, pendidikan kini tampak kurang proporsional bila dikaitkan dengan tujuan pendidikan yang seharusnya membentuk manusia berulmu dan berkepribadian yang baik itu melenceng menjadi  alat untuk meraih materi.

Mendikbud, Nadiem Makarim mendorong upaya membangun ‘perjodohan’ atau kerjasama antara perguruan tinggi atau kampus dengan industri. (https://www.lensaindonesia.com/2020/07/04/strategi-pemerintah-fasilitasi-perjodohan-kampus-dengan-industri.html).

Dirjen DIKSI, Wikan Sakarinto optimis bahwa program ‘pernikahan’ kampus dengan industri akan menguntungkan banyak pihak. DUDI (dunia industri dan dunia kerja) akan diuntungkan dengan skema pernikahan tersebut.

Dengan adanya “link and match” tersebut, lulusan pendidikan vokasi juga akan semakin dihargai oleh industri dan dunia kerja bukan semata-mata karena ijazahnya melainkan karena kompetensinya yang sesuai dengan tuntutan dunia kerja. (https://www.antaranews.com/berita/1516995/kemendikbud-luncurkan-gerakan-pernikahan-massal-vokasi-dan-industr)

Jelaslah sudah, bahwa tujuan pendidikan negri ini ujung-ujungnya adalah untuk meraih materi semata.

Dengan dalih agar bisa mendapatkan pekerjaan, namun ujung-ujungnya hanya untuk menguntungkan individu atau kelompok. Sistem pendidikan, seharusnya untuk mengatur pendidikan dalam sebuah negara agar benar-benar membentuk kepribadian yang baik, bukan dijadikan alat untuk meraih materi semata.

Dalam Islam, pendidikan menjadi tanggung jawab penguasa atau pemerintah. Sistem pendidikan islam benar-benar mewujudkan generasi yang berwawasan luas, berkepribadian islam, serta memiliki ilmu pengetahuan yang mumpuni.

Masalah pekerjaan dan dunia industri, Islam pun sudah mengaturnya, jika generasi sudah benar-benar berpemahaman islam kaaffah serta berkepribadian islami.

Oleh karena itu pembaca yang saya hormati, apakah Anda semua rindu akan hadirnya sistem pendidikan Islam kembali?

Ketahuilah bahwa pendidikan Islam telah terbukti dan berhasil mencetak generasi unggul yang shalih dan shalihah dengan visi yang jelas dan terarah kepada pembentukan karakter manusia bukan yang lain.p

Saya yakin, anda semua merasakan kerinduan yang sama seperti saya. Jika begitu, marilah kita sama-sama memperjuangkan pendidikan Islam agar lahir generasi yang mumpuni sesuai dengan petunjuk dan aturan Allah, Pencipta dan penguasa alam sesungguhnya. Allahu Akbar! Wallahua’lam bishawab [].

*Pelajar kelas 2 Aliyah di Bandung

Comment

Rekomendasi Berita