by

Nur Azizah*: Pilkada Saat Pandemi, Yakin?

-Opini-36 views

 

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA — Saat ini pandemi covid-19 masih berlangsung, bahkan kasus covid-19 pun makin meningkat. Namun saat pandemi seperti ini pemerintah sangat bersikeras untuk mengadakan pemilihan kepala daerah (Pilkada).

Menurut kementrian dalam negri (Kemendagri) Safrizal, ia mengungkapkan bahwa alasan pilkada tetap diadakan saat pandemi adalah untuk memenuhi hak masyarakat dalam memilih pemimpin yang bertanggung jawab penuh dan pemimpin daerah definit sangat dibutuhkan dalam percepatan penanganan corona di daerah.

Safrizal juga menjelaskan, bahwa dalam pelaksanaan pilkada, KPU akan dibantu oleh gugus tugas baik nasional maupun daerah untuk mengontrol penerapan protokol kesehatan berdasarkan zonasi. (https://m.merdeka.com/politik/kemendagri-ungkap-alasan-pilkada-tetap-digelar-pada-masa-pandemi.html).

Walaupun pilkada diselenggarakan dengan protokol kesehatan, Namun perlu kita ketahui bahwa kondisi saat ini sangat darurat hingga harus meminimalisir aktifitas keluar rumah dan meminimalisir juga aktifitas berkerumun dengan banyak orang. Tak habis pikir, sekolah saja yang darurat harus di rumahkan, namun pilkada tetap saja diselenggarakan.

Perlu kita telusuri penyebab pemerintah sangat bersikeras dalam melaksanakan pilkada padahal masih dalam kondisi pandemi. Walaupun alasannya karena untuk memilih pemimpin yang bertanggung jawab penuh dan agar penanganan kasus covid-19 bisa lebih cepat. Namun sepertinya alasannya bukan hanya itu.

Sebagaimana yang kita ketahui bahwa manusia itu haus terhadap harta, kekuasaan dan sebagainya, maka tak heran jika mereka yang sudah menduduki kursi kekuasaan tetap bersikeras menyelenggarakan pilkada, supaya mereka mendapati kursi kekuasaan lagi, kemungkinan itulah yang menjadi alasan utamanya.

Sudah menjadi rahasia umum bahwa dalam sistem kapitalisme seperti saat ini, kekuasaanlah yang menjadi prioritas utama, karena menguntungkan mereka, meskipun terkesan harus mengesampingkan kepentingan kesehatan.

Berbeda dengan Sistem Pemerintahan Islam yakni Khilafah, seandainya terjadi wabah seperti ini kesehatan lah yang sangat diprioritaskan oleh khalifah, karena menyangkut nyawadan keselamatan rakyat.

Khalifah dalam Khilafah pun sangat bertanggung jawab karena sangat tertanam pada diri mereka, bahwa mereka mengemban amanah yang sangat berat, dan jika amanah dilalaikan mereka akan menanggung akibatnya di akhirat kelak.

Oleh karena itu, mari kita sama-sama memperjuangkan Sistem Khilafah yang telah Allah janjikan ini, yang akan mensejahterakan rakyatnya. Saatnya kita memperjuangkannya!
Allahu Akbar!. Wallahua’lam bishawab.[]

* Pelajar kelas 2 Aliyas, di Bandung

Comment

Rekomendasi Berita