by

Umi Hanifah*: Resesi Ekonomi, Sistem llahi Sebagai Solusi

-Opini-14 views

 

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA — Ekonomi global dunia saat ini mengalami resesi yang cukup serius ditengah wabah pandemi. Uni Eropa, Jepang, Turki, bahkan Negara ASEAN seperti Singapura, Malaysia, dan lndonesia tengah menuju jurang resesi.

Suatu negara dikatakan mengalami resesi jika produk domestik bruto (PDB) mengalami kontraksi atau minus dalam 2 kuartal berurutan secara tahunan. Sementara jika PDB minus 2 kuartal berurutab secara kuartalan disebut sebagai resesi tekhnikal.

Menteri Keuangan Sri Mulyani telah dua kali membeberkan proyeksi pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia dalam kuartal berjalan dan beberapa kuartal ke depan, dan proyeksinya suram.

Untuk kuartal II, yang tengah berjalan sampai akhir Juni 2020, pemerintah Indonesia memproyeksi ekonomi akan menyusut sampai minus 3,8%.

Sementara pertumbuhan PDB di kuartal III, yang dimulai per Juli, diprediksi akan tumbuh di kisaran 1,4%, atau melemah sampai minus 1,6%.

Untuk kuartal IV, pemerintah Indonesia berharap ekonomi mulai mencatatkan pertumbuhan 3,4%, atau paling sedikit 1%.

Jika pertumbuhan ekonomi minus dalam dua triwulan berturut-turut, maka bisa dikatakan Indonesia mengalami resesi, kata Sri Mulyani.

“Kami harapkan di kuartal III dan kuartal IV (2020), pertumbuhannya bisa recover (pulih), dalam hal ini bisa 1,4 persen atau kalau seandainya kita dalam zona negatif, bisa saja minus 1,6 persen.
“Itu yang saya sebutkan technically kita bisa resesi kalau kuartal II negatif, kuartal III nya juga negatif, maka Indonesia secara teknis bisa resesi,” kata Sri Mulyani saat rapat bersama Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pada Senin (22/06).

Menurut Direktur Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Enny Sri Hartati, dampak dari resesi yang berpotensi paling dirasakan masyarakat adalah sulitnya mendapatkan lapangan pekerjaan, disusul dengan jatuhnya daya beli masyarakat karena berkurangnya pendapatan. bbc.com (24/6/2020).

Kebijakan new normal sama sekali tidak bisa mengembalikan kondisi ekonomi yang mengalami penurunan. Kebijakan ini justru menjadikan pelaku ekonomi depresi karena faktor kesehatan yang tak mendapat jaminan saat pandemi.

Pandemi sebenarnya hanya menjadi pembuka resesi. Sistem ekonomi kapitalis liberal yang dianut berbagai negara didunia termasuk di lndonesia inilah yang menjadikan ekonomi menuju jurang resesi. Bisa dikatakan bangunan ekonomi dalam sistem ini sangat rapuh.

Krisis ekonomi global yang terus berulang kali terjadi adalah konsekuensi logis akibat penerapan sistem ekonomi ini. Sistem ekonomi kapitalis liberal dibangun atas dasar kebebasan, baik kebebasan kepemilikan harta, bebas pengelolan harta maupun kebebasan konsumsi.

Asas kebebasan ini tidak layak, karena melanggar segala nilai moral dan spiritual. Bisnis prostitusi misalnya, karena menguntungkan maka dianggap sah, walau sangat jelas merusak akal, jiwa serta melanggar agama.

Kerusakan sistem ekonomi kapitalis liberal, juga dapat dilihat dari berbagai pola dan sistem untuk menopang kebebasan kepemilikan harta dan pengelolaannya. Yaitu: pertama, sistem perbankan dengan suku bunga. Kedua, berkembangnya sektor non-riil dalam perekonomian sehingga melahirkan institusi pasar modal dan perseroan terbatas. Ketiga, utang luar negeri yang menjadi tumpuan dalam pembiayaan pembangunan. Keempat, penggunaan sistem moneter yang diterapkan diseluruh dunia yang tidak bersandar pada emas dan perak. Kelima, privatisasi pengelolaan sumberdaya alam yang merupakan barang milik dan kebutuhan publik. Keenam, pajak yang diberlakukan pada semua komoditas menjadikan beban produksi berat dan mahal.

Penerapan prinsip-prinsip tersebut mengakibatkan kerusakan dan kesengsaraan bagi umat manusia dalam bentuk kerusakan alam, kemiskinan serta kesenjangan ekonomi yang sangat lebar baik diantara individu disuatu negara maupun kesenjangan ekonomi antar negara.

Karena itulah tanda-tanda kerapuhan ekonomi kapitalis semakin nyata terlihat, yaitu semakin lesunya pertumbuhan ekonomi, semakin lebar kesenjangan, kemiskinan meningkat, gangguan serius pada pasar modal, PHK dimana-mana, pendapatan masyarakat menurun, dan seringnya terjadi krisis keuangan baik lokal maupun global.

Negara dengan nilai ekonomi terbesar di muka bumi saat ini USA sudah mengalami 33 kali resesi sejak tahun 1854. Sementara jika dilihat sejak tahun 1980 negeri Paman Sam mengalami 4 kali resesi, termasuk yang terjadi saat krisis finansial global 2008. Cnbnindonesia.com (16/7/2020).

Karena itu untuk menghentikan kehancuran ekonomi haruslah mengganti sistem yang salah ini dengan sistem yang terbukti tangguh, baik ada wabah ataupun tidak, yaitu sistem ekonomi lslam.

Sistem ekonomi islam mampu menghentikan resesi global yang sistemik serta memberikan jaminan kesejahteraan bagi umat manusia. Prinsip ekonomi yang akan dilakukan khilafah untuk mewujudkan hal tersebut adalah:

Pertama, menjalankan politik ekonomi lslam. Sistem ini memberikan jaminan pemenuhan pokok setiap warga negara muslim maupun non muslim.

Dengan demikian titik berat sasaran pemecahan dalam sistem ini terletak pada permasalahan individu, bukan pada tingkat kolektif.

Ada empat perkara yang menjadi asas politik ekonomi lslam. Pertama, setiap orang adalah individu yang memerlukan pemenuhan kebutuhan. Kedua, pemenuhan kebutuhan pokok dilakukan secara menyeluruh. Ketiga, boleh bagi individu mencari rezeki dengan bekerja yang bertujuan untuk memperoleh kekayaan dan meningkatkan kemakmuran taraf hidupnya. Keempat, nilai luhur syariat lslam menjadi aturan yang harus diterapkan ditengah-tengah interaksi antar masyarakat.

Kedua, khilafah mengakhiri dominasi dolar dengan sistem moneter berbasis dinar dan dirham. Ada beberapa keunggulan sistem ini, diantaranya: pertama, dinar dan dirham adalah alat tukar yang terukur dan stabil karena didukung oleh nilai instrisiknya. Kedua, tiap mata uang yang dipergunakan ditentukan dengan standart emas. Hal ini akan memudahkan arus barang, uang dan orang sehingga hilanglah problem kelangkaan mata uang kuat (hard currency) serta dominasinya.

Selama ini mata uang dolar sering dijadikan alat oleh USA untuk mempermainkan ekonomi dan moneter suatu negara. Bahkan Amerika sebagai pencetak dolar dengan mudahnya bisa membeli barang-barang dari negara-negara berkembang dengan mata uang yang dimilikinya.

Ketiga, ekonomi Islam lebih mengembangkan sektor riil dan menghentikan berkembangnya sektor non-riil yang menjadikan uang sebagai komoditas.

Sektor ini diharamkan karena mengandung unsur judi dan riba, serta menyebabkan sektor riil tidak berjalan secara optimal. Menurut penelitian Prof Maurice Allais, peraih Nobel tahun 1997 dalam tulisannya, “The Monetery Condition of an Economiy of Market,” menyebutkan hasil penelitiannya yang melibatkan 21 negara besar, bahwa uang yang beredar disektor non-riil tiap hari mencapai lebih dari 440 miliar US$, sedang disektor riil hanya sekitar 30 milar US$ atau kurang dari 10%.

Inilah penyebab utama krisis keuangan global. Karena itulah uang hanya dijadikan semata sebagai alat tukar dalam perekonomian. Maka semua uang akan bergerak disektor riil sehingga roda ekonomi akan berputar secara maksimal.

Keempat, ekonomi Islam membenahi sistem kepemilikan sesuai dengan syariat lslam. Sistem ekonomi kapitalis, dengan konsep kebebasan kepemilikan mengakibatkan terjadinya monopoli terhadap barang dan jasa yang seharusnya milik bersama, sehingga terjadi kesenjangan yang mengangga.

Dalam sistem ekonomi lslam ada tiga jenis kepemilikan. Yaitu: kepemilikan pribadi, kepemilikan umum, dan kepemilikan negara.

Seluruh barang yang dibutuhkan masyarakat, dalam lslam terkatagori sebagai milik umum. Yaitu, fasilitas umum dan barang tambang yang tidak terbatas jumlahnya. Kepemilikan umum ini wajib dikelola oleh negara dan haram diserahkan pada individu atau kelompok.

Hasil dari pengelolaanya dikembalikan kepada masyarakat sebagai pelayanan negara kepada rakyat dengan murah bahkan gratis baik sandang, papan, pangan serta pendidikan, kesehatan, juga keamanan.

Inilah keunggulan sistem ekonomi lslam yang tahan resesi baik dalam kondisi ada pandemi atau tidak selama kurun waktu 14 abad.

Oleh karena itu sudah saatnya negeri ini dan seluruh negara didunia menerapkan sistem ekonomi lslam sebagai solusi resesi.

Sistem kapitalis telah menunjukan kegagalannya dan terbukti menyengsarakan kehidupan manusia. Allahu a’lam.[]

Comment

Rekomendasi Berita