by

Dede Nurmala*: Sekolah Offline Kembali, Harapan Besar Para Pendidik Generasi

-Opini-39 views

 

 

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA — Mengingat kondisi negara yang masih disibukkan oleh kasus Covid-19 yang kian meningkat,  maka pemerintah mengeluarkan banyak kebijakan di bidang sosial Kemasyarakatan, termasuk pendidikan.

Lembaga pendidikan masih menjadi pusat perhatian pemerintah karena banyak pertimbangan dari berbagai pihak. Di sisi lain kebutuhan para siswa terhadap pendidikan secara tatap muka sangatlah penting, namun di sisi lain kondisi saat ini tidak memungkinkan adanya perkumpulan yang cukup melibatkan banyak orang termasuk siswa.

Sehingga ada beberapa keputusan kementerian pendidikan untuk membolehkan membuka sekolah atau pertemuan secara tatap muka antara siswa dan guru.

Mendikbud Nadiem Makarim mengumumkan bahwa  SMK dan perguruan tinggi di seluruh zona sudah diperbolehkan untuk melakukan sekolah secara tatap muka namun Nadiem tetap menegaskan bahwa protokol kesehatan harus tetap dilakukan secara ketat.

Hal tersebut ia ungkapkan dalam konferensi pers secara virtual pada Jumat (7/8/2020).

Dari keputusan Mendikbud tersebut memberi peluang besar untuk akhirnya para pendidik mempersiapkan banyak hal untuk pertemuan tatap muka. Walaupun pertemuan tatap muka ini sudah diperbolehkan, ternyata pertemuan ini tidak normal seperti pembelajaran biasanya.

Para siswa dan juga guru harus tetap menjaga protokol kesehatan yang dihimbau pemerintah untuk menjaga dan mencegah terjadinya penularan virus Covid-19.

Walupun nyatanya dibalik keputusan Mendikbud yang memperbolehkan sekolah dibuka kembali.

KPAI justru tidak menyetujui hal tersebut. Pertimbangannya cukup kuat terutama melihat kondisi anak-anak sekolah dasar yang masih belum bisa menjaga diri, dan mengkhawatirkan belum bisa menjalankan protokol kesehatan dengan baik sehingga berpotensi adanya penularan virus Covid-19 saat berinteraksi dan tidak ada yang bisa menjamin mereka aman termasuk gurunya. www.tribunnews.com (08/08/2020).

Pada akhirnya pemerintah memberikan izin untuk tingkat SMA dan perguruan tinggi melakukan belajar secara tatap muka. Dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Selain itu, kebijakan lain diberikan kepada yang masih belajar daring (dalam jaringan) untuk menggunakan dana BOS sebagai pengganti kuota internet. Disisi lain solusi untuk yang terkendala jaringan masih belum ditemukan.

Sekolah tatap muka masih dalam pertimbangan banyak hal, sehingga pemerintah masih tak konsisten dalam kebijakannya. Yaitu memperbolehkan hanya untuk zona kuning dan hijau saja.

Di sisi lain bukan hanya sekolah tingkat SMA dan perguruan tinggi saja yang memerlukan belajar tatap muka, namun semua tingkat sangat membutuhkan terutama tingkat SD yang menjadi harapan besar para pendidik untuk mendidik secara langsung.

Karena masa kanak-kanak butuh keteladan dari sosok guru bukan hanya mentransfer materi pembelajaran, bahkan sentuhan langsung dari seorang guru kepada muridnya menjadikan suatu pembelajaran yang berharga. Para pendidik terkendala jika memberikan materi melalui online saja, karenanya tidak cukup.

Sehingga bagaimana para pendidik mampu mendidik mereka manjadi generasi terbaik, jika tidak mendidik secara langsung bahkan tak ada keteladan baik dari seorang guru. Karena terkadang anak-anak itu lebih memahami saat melihat sosok teladan dari gurunya ketimbang mendengarkan gurunya.

Maka peran negara sangatlah penting dalam mencari solusi dari permasalahan dimasa pandemi ini. Karena lembaga pendidikan menunggu kebijakan dari pemerintah yang konsisten dan tegas.

Negara tidak hanya serius mencari solusi pada bidang ekonomi saja tapi juga pada bidang pendidikan harus mendapatkan perhatian serius. Harus ada jaminan pendidikan sebagai kebutuhan publik yang wajib diselenggarakan negara.

Agar negara tidak terlihat lemah dalam menyelesaikan segala permasalahan di negeri ini, maka haruslah berpegang dalam aturan dan prinsip prinsip Islam. Karena dalam Islam segala persoalan dari yang terkecil hingga yang terbesar memiliki solusi yang jelas. Wa’Allahu ‘alam biishowab.[]

*Mahasiswi STAI DR.KHEZ MUTTAQIEN

Comment

Rekomendasi Berita