by

Firda Umayah*: Antara Khilafah Dan Nusantara

-Opini-50 views

 

 

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA — Keberadaan Islam di Nusantara sejatinya tidak lepas dari peranan negara Khilafah Islamiyah. Salah satunya dibuktikan dengan catatan sejarah dalam sebuah tulisan Two Letters from the Maharaja to the Khalifah (1963: 126-129), S.Q. Fatimi membeberkan bagaimana Khalifah Umar bin Abdul Aziz dalam menyebarluaskan Islam ke berbagai negeri di seluruh dunia.

Termasuk Nusantara. Pada masa Khalifah Umar bin Abdul Aziz pula mulai terjadi hubungan Khilafah dengan Nusantara.

Penguasa Kerajaan Sriwijaya yang berpusat di Sumatera, Maharaja Sri Indravarman pernah menulis surat yang ditujukan kepada Kholifah Umar bin Abdul Aziz di Damaskus. Surat tersebut berisikan keinginan sang raja agar sang Khalifah berkenan mengirimkan utusannya untuk mengajarkan beliau tentang Islam dan tentang hukum-hukum Islam.

Khilafah sendiri merupakan sebuah sistem kepemimpinan umum bagi seluruh kaum Muslim di dunia untuk menerapkan hukum-hukum Islam dan mengemban dakwah Islam ke seluruh penjuru dunia.

Pemimpin Khilafah disebut Khalifah atau Imam atau Amirul Mukminin. Keberadaan kesultanan di Nusantara juga merupakan hasil dakwah Khilafah Islamiyah.

Kesultanan Aceh yang berdiri pada tahun 1496 M menjalin hubungan dengan pusat kekuasaan Islam di Timur Tengah. Ketika kekhilafahan beralih ke Bani Utsmaniyah di Turki, Alauddin Riayat Syah al Qahhar Sultan Aceh yang ketiga mengirim surat kepada khalifah Sulaiman al Qanuni di Istanbul pada tahun 1566.

Dalam surat itu ia menyatakan baiatnya kepada Khilafah Utsmaniyah dan memohon agar dikirimi bantuan militer ke Aceh untuk melawan Portugis yang bermarkas di Malaka (Topkapı Sarayı Müsezi Arşivi, E-8009).

Surat tersebut dibalas dengan pengiriman bala tentara Khalifah Sulaiman al Qanuni ke Aceh sehingga Portugis dapat diusir dari bumi Aceh.

Selain itu, Khalifah juga memberikan jaminan perlindungan dan keselamatan bagi para jamaah haji Nusantara yang hendak melaksanakan ibadah haji di Mekah. Sungguh besar pengorbanan yang diberikan Khilafah. Semua itu demi tersebarnya Islam ke seluruh penjuru dunia.

Hingga saat ini, dampak positif dari dakwah Islam yang dilakukan Khilafah kepada Nusantara masih sangat terasa. Keberadaan wali songo yang sangat dihormati masyarakat muslim Indonesia khususnya wilayah Jawa merupakan utusan dari Khilafah Ustmani.

Dalam sebuah kitab Kanzul Hum karya Ibnu Bathutah yang sekarang disimpan di museum istana Turki di Istanbul menyebutkan bahwa Walisongo datang ke Indonesia atas perintah Sultan Mahmud I untuk menyebarkan agama Islam.

Selain itu, kata dalam bahasa Indonesia kinipun banyak yang diambil dari bahasa arab, bahasa umat Islam. Seperti asal kata musyawarah, masyarakat, sejarah (dari kata syajarotun), serikat (dari kata syirkah), selasa (dari kata tsalatsah) dan masih banyak yang lainnya. Ini semua membuktikan bahwa secara sejarah, Nusantara memiliki hubungan erat dengan Khilafah.

Sungguh, keberadaan Islam dan Khilafah bukanlah suatu ancaman bagi negeri ini. Khilafah justru telah banyak membantu para Sultan pribumi untuk mengusir penjajah. Tanpa dakwah Islam yang dilakukan Khilafah nampaknya sulit kita dapat menjadi muslim seperti sekarang ini.

Hal ini karena kuatnya penjajahan yang telah lama berada di bumi pertiwi. Khilafah adalah wadah bagi umat Islam dalam melaksanakan syariat Islam secara keseluruhan. Karena dengan itulah Islam dapat menebar kebaikan dan rahmat bagi seluruh alam.[]

Comment

Rekomendasi Berita