by

Hasan M. Soedjono*: Realistiskah Dunia Tangkal Virus Covid-19 Di Bulan Desember?

 

 

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA — Masih sekitar dua bulan yang lalu, adalah pantas, wajar dan normal bila mayoritas pebisnis meramal bahwa di akhir tahun 2020 ini (maksimum Desember 2020) pandemi sudah di belakang kita.

Salah satu harapan utama adalah akan adanya vaksin di sekitar bulan Oktober ini —yang entah bagaimana dan dengan mukjizat apa— sudah dapat membuat seluruh dunia menangkal CoViD-19 di bulan Desember 2020.

Sekarang, kebanyakan dari kita sudah mulai tahu dan sadar bahwa paling cepat vaksin akan lulus uji lapangan Tahap 3 (tahap yang paling berat dan menentukan), paling cepat akhir tahun 2020, bahkan mungkin ke awal tahun 2021.

Kalaupun sukses, diperlukan waktu untuk meningkatkan kapasitas produksi dari nol menjadi jutaan dosis perhari. Karena ada 7.5 milyar manusia yang perlu divaksinasi, maka kalau tingkat produksinya hanya 1 juta dosis per hari saja, dunia akan memerlukan 7500 hari. Supaya menjadi 75 hari saja (2 sampai 3 bulan), dunia harus secara serentak bisa produksi 100 juta dosis perhari.

Meskipun harapan besar dan doa kita semua tentunya adalah Indonesia mampu membuat vaksin, belum tentu vaksin yang kita telah pilih —dan kini sedang kita kembangkan— sudah pasti ternyata lulus uji Fase 3.

Kalau ternyata vaksin negara lain yang akhirnya lulus, maka setelah berapa bulan kemudian lagi baru semua negara non-produsen akan dapat jatah vaksin tersebut?

Belum lagi logistik pengiriman vaksin dari pabrik (atau importir) ke penduduk.

Point saya di sini adalah: Kalau asumsi bahwa di akhir tahun 2020 keadaan kesehatan publik sudah aman semakin kentara sebagai asumsi yang terlampau sangat optimis, kapan kira-kira dunia sudah aman betul?

Time-line yang bagaimana yang akan kita pakai untuk membentuk strategi supaya mampu bertahan?

Harapan dan doa wajib terus kita panjatkan, walaupun ada baiknya kita semua (terutama yang mengandalkan adanya vaksin dalam waktu dekat) diingatkan, akan fase apa saja yang harus dilalui, berapa lama diperlukan, dan apa risikonya kalau kita mengabaikan protokol yang global dan standard dalam menyuntik vaksin yang belum sepenuhnya teruji (dari sudut kemanjuran/”efficacy” maupun sudut risiko).

Silakan ikuti video klip di bawah ini 👇 yang sudah beredar sejak awal April, hampir empat bulan silam.[]

 

Foto/amcham

*Komisioner Citilink

Comment

Rekomendasi Berita