by

Pelaku UMKM Konveksi di Desa Sanca, Ciater, Butuh Uluran Tangan Pemerintah

 

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA Ciater adalah salah satu kecamatan di wilayah Kabupaten Subang, Jawa Barat. Nama Ciater sudah tak asing lagi bukan hanya dikenal di Subang tetapi juga di luar Jawa Barat. Pasalnya Ciater yang memiliki panorama alam yang indah, curug atau air terjun, dan air panas alami merupakan salah satu destinasi wisata andalan Kabupetan Subang.

Ternyata Ciater bukan hanya memiliki potensi disektor pariwisata tetapi memilki potensi di sektor pertanian, perkebunan, dan industri termasuk sentra usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Para pelaku UMKM cukup banyak di Desa Sanca, Kecamatan Ciater, Subang.

Salah satu pelaku UMKM di bidang koveksi adalah pasangan suami istri, Abdul Rohman, 44, dan istrinya, Enung Sumiyati, 42.

Abdul Rohman yang biasa disapa Remond telah menggeluti usaha produksi busana seperti baju tidur, celana pendek (kolor), dan lain-lain.

Dengan keterbatasan modal dan pemasaran, warga Desa Sanca tersebut hanya memasarkan hasil usahanya di wilayah sekitarnya.

“Dengan keterbatasan alat dan modal, saya dan istri berusaha terus berkreasi membuat produk yang bisa dijual,” ungkap Remond yang memiliki empat orang anak saat diwawancarai, Sabtu (22/08/2020).

Pendapatannya untuk bisa memenuhi kebutuhan istri dan anaknya jelas belum bisa dikatakan mencukupi.

Untuk mengembangkan usaha konveksinya bagi Remond tidak mudah. Modal yang dimilikinya masih terbatas untuk membeli mesih dan bahan pakaian. Oleh karena itu, ia mengaku sulit untuk meningkatkan produksi dan pemasaran konveksi produksinya.

Tak mengherankan, produksi kovensi Remond masih terbatas dipasarkan disekitar para tetangga dan saudaranya saja. Dengan terbentur minimnya modal, kuantitas produksi konvensinya juga sulit untuk ditingkatkan.

Akan tetapi, sebenarnya Remond sangat ingin dan antusias untuk meningkatkan kuantitas produksi konvensinya dan juga pemasarannya.

“Ya, siapa sih yang ga mau produknya dipasarkan lebih luas, kalau untuk tetangga dan orang dekat sih antusias dengan produk saya, harganya terjangkau dan mungkin karena kualitanya juga,” jelas Remond.

“Walaupun dengan dengan keterbatasan alat dan modal, saya dan istri berusaha terus berkreasi membuat produk yang bisa dijual,” ucap Remond

Di sisi lain, sebagai wirausaha, Remond juga memiliki impian usahanya bukan hanya untuk kebutuhan keluarganya tetapi turut memberdayakan masyarakat sekitar, terutama kaum ibu. Dengan mengajak dan melibatkan para ibu, maka diharapkan perekonomian warga sekitarnya turut meningkat.

“Ibu-ibu tidak hanya bergantung pada penghasilan para suami dari bertani dan berkebun saja tetapi juga ikut menambah penghasilan untuk memenuhi kebutuhan keluarganya dengan bekerja di usaha konveksi milik saya,” ujar Remond

“Harapan kami adanya perhatian pemerintah, tidak hanya dalam permodalan, baik dalam pelatihan keterampilan dan manajemen UKM dari pemerintah Desa Sanca, Kecamatan Ciater, dan Kabupaten Subang agar bisa berkembang dan berdampak pada ekonomi sekitar,” kata Remond.

Tentunya niat mulia dari Remond perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah setempat. Apalagi sejak pandemi Covid-19, banyak warga yang pendapatannya menurun dan bahkan kehilangan pekerjaan. Jika para pelaku UKM dibantu pemerintah setempat dengan memberi bantuan modal dan pembinaan usaha, jelas bisa mengurangi pengangguran dan dapat mengentaskan kemiskinan. (Nanang S)

Comment

Rekomendasi Berita