by

Anggota Komisi I DPRD Jawa Barat Kunjungi Konstituennya Di Blanakan.

 

 

RADARINDONESIANEWS.COM, BLANAKAN- Kunjungan anggota DPRD Provinsi Jawa Barat merupakan agenda kegiatan yang wajib dilaksanakan, baik dalam agenda reses maupun silaturahmi untuk mendengarkan aspirasi langsung dari masyarakat. Minggu, 04/09/20

Setiap komisi yang ada di DPRD memiliki tugas pokok masing-masing. Tugas pokok anggota Komisi I DPRD komisi adalah bidang hukum, pemerintahan, pertanahan, ketertiban masyarakat, penerangan/pers, kepegawaian, sosial politik, umum, Sekretariat DPRD, dan pemberdayaan masyarakat.

“Ini adalah kunjungan resmi saya yang kedua di Kecamatan Blanakan, Kabupaten Subang. Tapi saya sebenarnya sudah empat kali ke Blanakan dalam rangka silaturahmi,” ucap H. Ridwan Solichin, S.IP., M.Si yang merupakan anggota Komisi I DPRD Propinsi Jawa Barat dari Fraksi PKS.

Dalam kunjungan silaturahmi Ridwan Solichin menyempatkan diri bertemu dengan perangkat Desa Blanakan yang diwakili oleh Endin Khaerudin, Sekretaris Desa Blanakan.

Ada beberapa hal yang disampaikan Endin dan perwakilan yang hadir kepada Ridwan Solichin.

“Adanya perbedaan data dari Pemerintah Desa melalui RT dan RW dengan data yang keluar dari pemerintah Provinsi Jawa Barat maupun Pusat tentang masyarakat yang berhak menerima BLT (Bantuan Langsung Tunai) dan PKH (Program Keluarga Harapan),” ungkap Endin.

Permasalahan lain yang disampaikan oleh masyarakat adalah kurangnya personel dari Puskesmas Blanakan sehingga tidak bisa melakukan pelayanan 24 jam.

“Semoga Pak Ridwan bisa bantu menyampaikan perihal kekurangan personel di Puskesmas Blanakan, sehingga bisa maksimal dalam memberi pelayanan kepada masyarakat terlebih di masa pandemi Covid-19,” keluh Didi, warga Kecamatan Blanakan.

Di hadapan aparatur pemerintah Kecamatan Blanakan, Ridwan Solichin mengajak agar segenap aparatur pemerintahan dan masyarakat agar selalu disiplin melakukan 3 M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak) dan juga menjaga stamina.

Selain itu, Ridwan juga mengajak masyarakat untuk lebih kreatif terutama dalam pengembangan potensi yang ada di wilayah Blanakan.

“Masyarakat harus kreatif dengan melihat percontohan di daerah lain misalnya budidaya jamur di Nagarawangi atau zero waste farming di Solo supaya bisa mewujudkan ketahanan pangan di masa pandemi covid-19,” jelas Ridwan, yang sedang proaktif mendorong masyarakat untuk mendukung program ketahanan pangan.

Di Kecamatan Blanakan sendiri ada beberapa desa yang wilayah pertaniannya mengalami kekeringan atau kekurangan air. Hal ini juga disampaikan kepada Ridwan.

Dalam kesempatan yang sama Ridwan juga menyempatkan diri mengunjungi KUD Mandiri Inti Mina Fajar Sidik Blanakan yang menjadi salah satu ikon Kecamatan Blanakan.

“Dalam perkembangannya KUD Mandiri Inti Mina Fajar Sidik masih membutuhkan dukungan pemerintah terutama perihal pendangkalan sungai Blanakan dan jalan akses masuk menuju Wisata Penangkaran Buaya yang lokasinya berdekatan dengan KUD Mina Bahari Fajar Sidik,” ungkap Rojak Sekretaris KUD Mandiri Inti Mina Fajar Sidik.

Walaupun kedatangannya dalam rangka silaturahmi namun Ridwan sebagai wakil rakyat menerima semua masukan dari masyarakat untuk disampaikan kepada Pemprov Jawa Barat.(Nanang S)

Comment

Rekomendasi Berita