by

Anhar Tanjung: Pengelolaan Negara Semakin Jauh Dari Amanat UUD 45

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Penggelolaan negara semakin jauh dari amanat UUD 1945, bahkan cita-cita pemikir pejuang pendiri bangsa (The Founding Father) dan harapan masyarakat Indonesia. Demikian dikatakan Anhar Tanjung, perwakilan Gerakan Mahasiswa Republik Indonesia Menggugat (GMRIM) dalam diskusi terbuka pra Rembuk Nasional Mahasiswa dan Pemuda Indonesia ‘2019 Presiden Baru Harapan Generasi Muda’ di bilangan Cikini, Jumat (4/5) 2018.

Selain itu, menurut Anhar kebijakan-kebijakan Pemerintah yang terus tumbuh subur menindas dan mengesampingkan kepentingan rakyat di atas lembaran-lembaran kebijakan.

“Hal ini tidak boleh dibiarkan terus menerus larut dalam Penderitaan Rakyat. Janji-janji politik hilang ditelan kepentingan individu dan kelompok,” ungkapnya.

Keterlibatan Pemerintahan Jokowi terhadap asing seperti yang dilakukannya terhadap peraturan luar negeri, dan lahirnya Perpu Ormas, HTI, ajaran Khilafah adalah ajaran yang mulia. Maka itu perwakilan mahasiswa ini menginginkan acuan, berikan gambaran kebangsaan hari ini, di mana negeri kita memiliki SDA.

“Melihat kondisi sosial bangsa yang semakin carut marut, maka kami dari berbagai kampus yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Republik Indonesia Menggugat telah sepakat Jokowi harus diganti, tidak boleh dipertahankan lagi. Karena sangat berbahaya di tahun 2019 bila Jokowi lagi,” tukasnya.

Usai sesi diskusi, Amirullah Hidayat, mantan pejabat KSP itu mengatakan, acara ini digelar oleh mahasiswa, ini sangat baik untuk seluruh kekuatan masyarakat mengganti dan mengalahkan Jokowi di tahun 2019 yang akan datang. .

“Kita akan lakukan gerakan langsung ke masyarakat, di mana pertama akan terbitkan buku ‘Kebohongan Jokowi’,” ungkap Amirullah.

Kemudian, nantinya menurut Amirullah mengatakan, kedepan bakal  membongkar kebohongan Jokowi, pada bulan 8 nanti akan launching.

“Kemudian kita akan adakan penggalangan mudik gratis GantiPresiden Jokowi, lalu yang ketiga gerakan penggalangan kekuatan desa untuk berikan kecerdasan ke rakyat supaya Jokowi harus dikalahkan,” ujarnya 

Karena dalam arena Pilkada ini, kemuka ia kalau saingannya adalah partai penguasa.”Kandidat Capres selain Jokowi ini bagus, karena sosialisasi. Nanti umat akan menentukan sendiri, namun untuk saat ini menjatuhkan kredibilitas Jokowi dahulu,” paparnya.

Harapan nanti, bahwa mahasiswa bakal lakukan konsolidasi internal kampus dahulu. “Biarlah Jokowi seolah olah tenang, namun mahasiswa turunlah ke lapangan, korbankan kuliahnya sampai Pilpres dahulu,” tukasnya.

‘Turun ke desa, tinggal bersama di desa. Karena kuliah bisa diteruskan, namun Negara bisa dihancurkan nih,” jelasnya.

“Saya bukan karena emosi, itu adalah penipuan. Contoh bangunan jalan tol, katanya untuk membangun ekonomi rakyat, itu yang nikmati hanyalah orang kaya.” utaranya.

Seperti juga membangun jalan di Papua, itu menurutnya yang dilakukan Jokowi adalah pengusaha dan jalan malahan dibangun Infrastruktur.

“Kebijakan awalanya, Jokowi tidak akan impor beras, malahan impor. Lalu, targetnya akan berikan 10 juta tenaga kerja dibuka lapangan kerja untuk warga negara Indonesia, ini malahan impor TKA China.” bebernya.

Maka itulah, kedepan ujar Amirullah, sampaikan kalau kami mengharapkan kelegowoan elite partai, dimana yang punya uang kekuasaan, dan mencalonkan itu, secara rasional dan urun rembuk secara nasional.

“Issue dimana Ada calon baru, namun calon selain Jokowi hitungan objektif dan secara angka, soalnya Jokowi memiliki kekuasaan, ga mudah mengalahkannya.” pungkasnya.[Nicholas]

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

8 − 1 =

Rekomendasi Berita