by

Belitung Timur Terlambat Peringati Hari Anti Korupsi Sedunia (HAKS)

Para pejabat Pemkab Belitung Timur.[Danny/radarindonesianews.com]
RADARINDONESIANEWS.COM, BELTIM – Ratusan pimpinan, pejabat dan pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Belitung Timur (Beltim) mengikuti apel akbar dan deklarasi Anti Korupsi di Halaman Kantor Bupati Beltim, Senin (21/12). Selain mengucapkan janji, para perwakilan pejabat dan pegawai juga membubuhkan tanda tangan di samping spanduk sebagai pernyataan sikap anti korupsi.

Apel akbar dalam rangka memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia (HAKS) yang jatuh pada 9 Desember lalu ini mengambil tema “Bersama-Sama Kita Hapus Korupsi”, dipimpin langsung oleh Penjabat (Pj.) Bupati Beltim H.M. Hardi. Berbeda dengan tahun lalu, tahun ini tidak ada penandatanganan deklarasi. Sayangnya apel hanya diikuti oleh pegawai di kalangan internal saja, tak tampak pimpinan atau anggota DPRD Beltim, serta pimpinan instansi vertikal pemerintah lainnya.

Dalam deklarasi yang dibacakan Inspektur Kabupaten Beltim, Rodny E. Lumbantobing para pemimpin, pejabat, dan pegawai Pemkab Beltim menyakini bahwa, korupsi bukanlah budaya Bangsa Indonesia, korupsi adalah kejahatan luar biasa, korupsi merampas hak-hak rakyat untuk sejahtera, korupsi menyengsarakan rakyat, dan korupsi merusak kehidupan berbangsa dan bernegara. Dalam deklarasi ini juga mereka bertekad untuk membebaskan Kabupaten Beltim dari korupsi untuk mewujudkan Kabupaten Beltim yang adil dan sejahtera sesuai dengan cita-cita kemerdekaan bangsa indonesia berlandaskan Pancasila dan UUD 1945.

Selain itu, mereka menyatakan tidak akan melakukan perbuatan korupsi, menciptakan generasi muda anti korupsi, mengutuk segala bentuk perilaku korupsi, korupsi harus dihancurkan dan dimusnahkan dari bumi pertiwi, serta bertekad menjadikan Kabupaten Beltim yang bersih tanpa korupsi.

“Deklarasi ini untuk menamkan komitmen kesadaran dan semangat seluruh pimpinan dan PNS di Kabupaten Beltim untuk bersama-sama memberantas praktek korupsi. Deklarasi ini juga merupakan kampanye semangat anti korupsi. sekaligus pernyataan sikap yang tegas dari seluruh pimpinan pejabat dan PNS untuk bersama-sama memberantas korupsi untuk menghilangkan keraguan seluruh jajaran birokrasi serta mengaskan komitmen dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan,” ungkap Kepala Bagian Organisasi Sekretariat Daerah, Bani Machtum.

Bani mengatakan ditundanya peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia ini karena tepat pada tanggal 9 Desember lalu, Kabupaten Beltim melaksanakan Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) Bupati dan Wakil Bupati. Ia juga mengatakan apel memang terbatas untuk para pegawai di Pemkab Beltim.

“Kita baru bisa melaksanakan peringatan hari ini, karena agenda kita full, bertepatan dengan Pilkada. Kita juga memang tidak mengundang instasi lain mengingat ada yang sudah memperingati hari anti korupsi ini sebelumnya,” ujar Bani.

Pj Bupati Beltim dalam pembinaannya mengajak agar peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia dijadikan sebagai momentum untuk menyatakan bahwa pegawai Pemkab Beltim Anti Korupsi.

“Mari kita jadikan mometum ini untuk mengikrarkan diri bahwa kita anti korupsi. Tidak melakukan aktivitas yang melanggar berbagai ketentuan, karena pada akhirnya pekerjaan yang tidak baik akan menghasilkan dan berakhir dengan buruk,” kata Hardi.

Mantan Kadispora Provinsi Kepulauan Bangka-Belitung ini juga meyakini pegawai di bawah jajarannya akan mampu mejaga amanah dan kepecayaan yang diberikan masyarakat.

“Kita yakin dan percaya seluruh pejabat dan staf berkomitmen mempercepat pembangunan. Komitmen kita tidak akan mengambil hak-hak rakyat melindungi, menganyomi, dan melayani masyarakat demi kesejahteraan masyrakat,” ujarnya.[DANNY]

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

four × 3 =

Rekomendasi Berita