BPJS Kesehatan Gunungsitoli Bekali Mahasiswi Akbid Haga Terkait Program JKN

Daerah, Kep. Nias280 Views

 

 

RADARINDONESIANEWS.COM, GUNUNGSITOLI – Guna meningkatkan pemahaman mengenai program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), BPJS Kesehatan Cabang Gunungsitoli mengadakan kegiatan Pemberian Informasi Langsung (PIL) kepada para mahasiswi di Akademi Kebidanan Harapan Keluarga (Akbid Haga) Gunungsitoli, Senin (18/3/2024).

Berbagai kemudahan pelayanan yang diberikan oleh BPJS Kesehatan melalui inovasi juga turut diperkenalkan, salahsatunya yakni kanal layanan tanpa tatap muka yang tersedia untuk melakukan pengurusan administrasi kepesertaan program JKN.

Dalam sambutan Direktur Akbid Haga Nias, Dina Hura mengapresiasi kegiatan yang digelar di tempatnya sebagai bentuk kolaborasi lintas sektoral dalam mendukung pelaksanaan program jaminan sosial. Ia juga mengharapkan informasi yang disampaikan dapat dipahami sebagai bekal pengetahuan yang diperlukan ketika membutuhkan layanan.

“Langkah strategis yang melibatkan berbagai pihak diperlukan agar penyelenggaraan program JKN berjalan dengan baik, hal ini dapat mendorong peningkatan pemahaman dan kesadaran terhadap program JKN,” ucap Dina.

“Kesadaran akan pentingnya program jaminan kesehatan sangat dibutuhkan agar kualitas hidup lebih terjaga dan menghindari dampak besar ketidakpastian kondisi kesehatan di masa yang akan datang,” tambahnya.

Dina juga mengutarakan pendapatnya terkait akses layanan JKN yang semakin mudah, ia meyakini hal ini berdampak signifikan dalam upaya BPJS Kesehatan mewujudkan pelayanan yang optimal.

“Inovasi kerap dilakukan, terutama kanal layanan non tatap muka, tentu bagus untuk memperluas kemudahan akses layanan, dengan opsi yang beragam peserta dapat memilih kanal layanan sesuai kebutuhan,” terang Dina.

BPJS Kesehatan menghadirkan beragam kanal layanan, baik tatap muka maupun tanpa tatap muka yang dapat diakses oleh peserta JKN, kanal yang tersedia disesuaikan dengan kebutuhan peserta terkait informasi, pengaduan, maupun administrasi kepesertaan.

Khusus layanan non tatap muka, layanannya berbasis teknologi digital sehingga peserta dapat memanfaatkan kanal tersebut dengan waktu yang efisien. Sebut saja Aplikasi Mobile JKN, Chat Assistant JKN (CHIKA), Voice Interaktif JKN (VIKA), dan Pelayanan Administrasi melalui WhatsApp (PANDAWA), bahkan sekalipun peserta terlanjur berkunjung ke kantor cabang, peserta dapat memanfaatkan Anjungan Mandiri JKN (AMAN JKN) sebelum memutuskan mengambil nomor antrean menuju konter pelayanan.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Gunungsitoli menjelaskan hadirnya beragam layanan yang dapat diakses masyarakat merupakan wujud keseriusan BPJS Kesehatan dalam memastikan akses pelayanan yang serba mudah. Hal tersebut berbanding lurus dengan misi BPJS Kesehatan dalam rangka meningkatan mutu layanan pada penyelenggaraan program JKN.

“Kanal layanan yang disediakan memang ditujukan agar terciptanya akses layanan yang semakin mudah, hal ini merupakan bagian dari rangkaian upaya wewujudkan transformasi mutu layanan, yakni pelayanan yang semakin mudah, cepat, dan setara,” jelas Nancy.

Selain dalam hal administrasi kepesertaan, misi Transformasi Mutu Layanan penting terwujud guna menopang akses pelayanan kesehatan yang semakian mudah, cepat, dan setara bagi semua. Sehingga program JKN dapat dirasakan manfaatnya secara langsung oleh seluruh lapisan masyarakat.

Nancy tak menampik perlunya dukungan semua pihak agar misi tersebut berjalan sukses terlaksana sesuai dengan rencana. Selain dukungan kebijakan oleh pemangku kepentingan, diperlukan kesadaran bahwa program JKN adalah milik bersama agar setiap pihak dapat menempuh langkah sesuai dengan peran dan fungsi masing-masing, sehingga kesinambungan program JKN dapat terjaga dan dirasakan terus manfaatnya.

“Pemangku kepentingan, fasilitas kesehatan, juga pelaku usaha dan masyarakat merupakan kesatuan ekosistem dalam penyelenggaraan program JKN, maka perlu kesadaran dan pemahaman yang sejalan,” tutur Nancy.

“Masing – masing dapat berperan sesuai dengan kewenangannya, pemangku kepentingan melalui dukungan kebijakan, fasilitas kesehatan melalui penyediaan akses layanan kesehatan sesuai ketentuan, juga pelaku usaha dan masyarakat (peserta PBPU mandiri) melalui kesadaran kewajiban pembayaran iuran setiap bulannya,” imbuhnya mengakhiri.[]

Comment