by

Bylkhis Nahdatul Mas Amma *: Milenial Anti Hedonisme

-Opini-121 views

 

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA — Seiring berkembangnya zaman kini kita bisa mendapatkan segala macam informasi dari seluruh penjuru dunia dengan sangat mudah. Kapan saja dan di mana saja melalui internet. Sehingga internet bisa dikatakan telah menjadi bagian dari hidup manusia mulai dari pendidikan, sosial media hingga ekonomi dan bisnis.

Termasuk juga kegiatan berbelanja, berkat era digital sekarang terciptalah teknologi perdagangan yang terintegrasi dengan sistem online shop. Kegiatan perdagangan online ini sangat merebak di Indonesia. Menurut lokadata.id, pasar e-commerce terbesar di Indonesia dikuasai oleh para milenial. Dari 47 juta milenial pengguna internet sebanyak 17% atau sekitar 7,8 juta di antaranya menyukai belanja online.

Memang melalui online shop ini, pembeli tidak perlu susah payah mendatangi toko hanya untuk mendapatkan barang yang mereka inginkan. Terlebih di kalangan masyarakat khususnya anak muda yang identik dengan hal-hal instan tanpa mengeluarkan banyak tenaga dalam pemenuhan kebutuhannya.

Hal ini membuat para milenial banyak menghabiskan waktu mereka hanya untuk blusukan ke online shop. Mulai dari 12.12 sampai Waktu Indonesia Belanja. Check out barang ini check out barang itu tanpa memperhatikan kegunaan dan kebutuhannya. Fenomena ini sering diartikan para milenial sekarang sebagai racun tiktok.

Sayangnya banyak milenial yang terjebak dengan arus hedonisme. Walaupun sudah berkomitmen untuk berhenti berbelanja yang tidak penting tetapi tetap saja hobi blusukan ke online shop dan menumpuk barang yang tidak dibutuhkan. Menjadikannya belanja sebagai habits dan memiliki gaya hidup yang konsumtif. sehingga membuat mereka cuek dengan urusan umat dan hanya memikirnya kesenangan dirinya sendiri.

Belanja online tentu saja boleh asalkan belanja yang benar-benar kita butuhkan dan pastinya halal. Lain cerita jika barang yang kita beli adalah barang yang tidak tahu akan digunakan untuk apa dan malah menjadikan kita boros lagi dan lagi. Padahal Allah SWT berfirman :

إِنَّ ٱلْمُبَذِّرِينَ كَانُوٓا۟ إِخْوَٰنَ ٱلشَّيَٰطِينِ ۖ وَكَانَ ٱلشَّيْطَٰنُ لِرَبِّهِۦ كَفُورًا

Sesungguhnya orang-orang yang pemboros itu adalah saudara setan dan setan itu sangat ingkar kepada Tuhannya.(QS. Al-Isra Ayat 27)

Di samping itu sudah seharusnya kita terus meningkatkan tsaqofah islam agar mengerti kemana seharusnya uang kita dibelanjakan dan menghalau segala macam budaya yang merusak. Selain itu, semua ini hanya akan membuat hisab kita semakin lama karena barang-barang yang asal saja kita beli. Rasullallah SAW bersabda :

“Tidak akan bergeser dua telapak kaki seorang hamba pada hari kiamat sampai dia ditanya (dimintai pertanggungjawaban) tentang hartanya; dari mana diperolehnya dan kemana dibelanjakannya . . .”

Maka dari itu pastikan untuk mendahukukan kebutuhan dibanding keinginan. Mengendalikan hawa nafsu dan stop menonton iklan-iklan yang berbau hedonisme, kurangi juga waktu kita untuk berselancar di online shop. Pastikan kita hanya berlomba-lomba untuk membelanjakan harta di jalan Allah.  Stop belanja barang yang tidak penting mulai dari sekarang. Kalau bukan sekarang kapan lagi? Kalau bukan kita siapa lagi?

*Pelajar SMU Muhammadiyah I Kepanjen

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

five × 2 =

Rekomendasi Berita