Radar Indonesia News https://www.radarindonesianews.com Portal Berita Online Sat, 19 Sep 2020 10:58:45 +0000 en-US hourly 1 https://wordpress.org/?v=5.4.2 https://www.radarindonesianews.com/wp-content/uploads/2019/09/cropped-icorin-90x90.png Radar Indonesia News https://www.radarindonesianews.com 32 32 Dispenad Ajak Anggotanya Sabar Hadapi Ujian https://www.radarindonesianews.com/2020/09/dispenad-ajak-anggotanya-sabar-hadapi-ujian/ https://www.radarindonesianews.com/2020/09/dispenad-ajak-anggotanya-sabar-hadapi-ujian/#respond Sat, 19 Sep 2020 10:58:45 +0000 https://www.radarindonesianews.com/?p=49007     RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Dinas Penerangan Angkatan Darat (Dispenad) menggelar kegiatan Pembinaan Mental (Bintal) Rohani Islam TW III TA 2020 bagi

The post Dispenad Ajak Anggotanya Sabar Hadapi Ujian appeared first on Radar Indonesia News.

]]>
 

 

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Dinas Penerangan Angkatan Darat (Dispenad) menggelar kegiatan Pembinaan Mental (Bintal) Rohani Islam TW III TA 2020 bagi personel Dispenad, bertempat di Masjid At-Taqwa Mabesad, Jakarta, Rabu (16/9/2020).

Sekretaris Dinas Penerangan Angkatan Darat (Sesdispenad) Kolonel Inf Drs. Mu’tamar, M.Sc. mengatakan bahwa kegiatan Bintal ini sangatlah penting untuk dilaksanakan, guna memelihara keimanan dan ketakwaan anggota. Dengan mental yang kuat dan baik, diharapkan anggota dapat menjalankan tugasnya dengan baik sebagai prajurit atau PNS Dispenad, serta sebagai anggota masyarakat.

Tema kegiatan yang dihadiri personel militer dan PNS Dispenad yang beragama Islam tersebut yaitu “Sabar Menghadapi Ujian dan Cobaan”.
Terkait tema yang diangkat, dalam sambutannya, Sesdispenad menghimbau hadirin untuk selalu mengingat janji Allah pada hamba-Nya yang bersyukur.

“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih,” ujar Mu’tamar mengutip terjemahan firman Allah dalam Q.S. Ibrahim Ayat 7.

Rangkaian acara dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an Surat Al-Hasyr Ayat 18-20 yang dibawakan oleh PNS H. Rohim, serta saritilawah oleh PNS Ari Sulistyowati. Acara dilanjutkan dengan ceramah yang dibawakan oleh Kepala Pembinaan Mental (Kabintal) Denma Mabesad, Mayor Inf Samsul Hadi, S.Ag.

Dalam ceramahnya, Kabintal mengulas mengenai macam-macam ujian atau cobaan yang diberikan Allah kepada hamba-Nya. Dikatakan bahwa segala sesuatu yang Allah berikan kepada kita, sesungguhnya merupakan ujian bagi manusia. Tinggal bagaimana kita sebagai orang-orang yang beriman dan berpikir, mempersepsikan serta menyikapi takdir yang diberikan Allah.

“Ujian Allah yang berwujud kesulitan, hendaknya kita sikapi dengan bersabar dan semakin mendekatkan diri kepada-Nya. Sementara ujian Allah yang berwujud nikmat, baik kekayaan, pangkat, jabatan, dan lain-lain, hendaknya disikapi dengan senantiasa bersyukur kepadanya, bukan malah menjadi kufur dan menjauhkan kita dari Allah,” jelas Kabintal dalam kesimpulan ceramahnya.

Di akhir acara, sebelum menutup sambutannya, Sesdispenad memberikan quiz bagi personel Dispenad yang bisa menjawab pertanyaan seputar isi ceramah hari itu. Peltu Teguh Kuswanto menjadi personel Dispenad yang beruntung mendapatkan apresiasi dari Sesdispenad karena berhasil menjawab quiz yang diberikan.

Acara Bintal ditutup dengan pembacaan do’a yang dipandu oleh Kabintal, dan secara umum kegiatan berjalan dengan tertib dan aman dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Hadir dalam acara tersebut, Sesdispenad, Kabagperslog Setdispenad, para Pamen, Pama, Bintara, Tamtama, serta PNS Dispenad.(Muhidin/nusantaratodays.com)

The post Dispenad Ajak Anggotanya Sabar Hadapi Ujian appeared first on Radar Indonesia News.

]]>
https://www.radarindonesianews.com/2020/09/dispenad-ajak-anggotanya-sabar-hadapi-ujian/feed/ 0
Minah, S.Pd.I*: Melindungi Ulama Pewaris Nabi https://www.radarindonesianews.com/2020/09/minah-s-pd-i-melindungi-ulama-pewaris-nabi/ https://www.radarindonesianews.com/2020/09/minah-s-pd-i-melindungi-ulama-pewaris-nabi/#respond Sat, 19 Sep 2020 09:49:33 +0000 https://www.radarindonesianews.com/?p=49004     RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA — Ulama adalah seumpama lampu yang terang menerangi jalan yang gelap gulita, membimbing dan menunjukkan jalan yang benar,

The post Minah, S.Pd.I*: Melindungi Ulama Pewaris Nabi appeared first on Radar Indonesia News.

]]>
 

 

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA — Ulama adalah seumpama lampu yang terang menerangi jalan yang gelap gulita, membimbing dan menunjukkan jalan yang benar, menjadi wakil Allah di atas bumi ini. Dia adalah pewaris Nabi, yang menjadi harapan umat untuk memberikan petunjuk kepada manusia dari segala persoalan hidup.

Saat ulama kita dihina bahkan dianiaya atau ada ancaman fisik bahkan teror dalam berdakwah, maka sudah sepantasnya negara melindungi dan menjaga keamanaan ulama. Karena ulama adalah pewaris Nabi yang benar-benar harus dijaga dan dilindungi.

“Seumpama ulama di bumi adalah seperti bintang-bintang di langit yang memberi petunjuk di dalam kegelapan bumi dan laut. Apabila dia terbenam maka jalan akan kabur”. (HR Imam Ahmad)

“Seluruh makhluk yang ada di langit dan di bumi, bahkan ikan-ikan di dalam air semuanya beristighfar untuk para ulama. Sesungguhnya kedudukan seorang alim sama mulianya dengan bulan di tengah-tengah bintang. Sesungguhnya ulama itu adalah pewaris para nabi”. (HR Abu Daud dan Tirmidzi).

Semua keutamaan di atas tentu diperuntukkan bagi ulama yang mengamalkan ilmunya, senantiasa menegakkan kebenaran, selalu mencintai kebaikan, gemar melakukan amar makruf nahi mungkar, biasa melakukan koreksi/kritik dan nasihat kepada para penguasa, yang senantiasa memperhatikan kepentingan dan kemaslahatan umat, serta selalu sabar dalam menanggung berbagai cobaan dan siksaan di jalan dakwah.

Semua keutamaan tersebut diperuntukkan bagi para ulama yang senantiasa menjaga kemuliaan Islam dan umatnya sekaligus terbiasa menyeru para penguasa untuk menerapkan syariat Islam dalam kehidupan.

Dengan lisan yang lurus dan hati yang mantap, tanpa ada rasa takut sedikitpun terhadap siapa pun. Karena sikap mereka yang seperti itulah sesungguhnya mereka menyandang predikat sebagai pewaris para nabi.

Sebab, tugas dan amal mereka adalah sebagaimana tugas dan amal para nabi, yaitu menyampaikan risalah Islam apa adanya kepada umat manusia sekaligus menyeru mereka agar menerapkan risalah itu dalam kehidupan mereka.

Namun yang sangat menyedihkan, ketika ulama dianiaya bahkan dapat ancaman fisik. Padahal sejatinya ulama adalah pengayom umat.

Ketika Islam dijauhkan dari kaum muslimin, ketika syariah Islam ditelantarkan oleh para penguasa muslim di seluruh dunia, ketika sekularisme dan berbagai paham asing  justru mendominasi umat Islam, ketika umat mengalami berbagai kerusakan pemikiran, perasaan, dan kepribadian, maka ulama yang berjuang melakukan perbaikan bahkan perubahan.

Ulama wajib tampil menjelaskan kembali bagaimana Islam memberi solusi terhadap berbagai aspek kehidupan, ibadah, akhlak, ekonomi, pendidikan, pergaulan, politik dalam negeri, keamananan, keuangan, juga politik luar negeri, pengaturan militer dan jihad fi sabilillah.

Karena itu, sudah seharusnya melindungi ulama pewaris Nabi dari berbagai ancaman. Umat saat ini sesungguhnya mendambakan para ulama yang berani menasihati dan mengkritik para penguasa yang mengkhianati umat dan menghambakan diri kepada orang-orang Barat kafir.

Umat saat ini sesungguhnya mengharapkan para ulama yang lantang menyuarakan penerapan syariat Islam dalam seluruh aspek kehidupan sekaligus menentang segala bentuk kemungkaran yang saat ini diakibatkan oleh diterapkannya ideologi kapitalisme-sekular yang kufur di tengah-tengah masyarakat.

Ulama tidak boleh diam, tapi wajib menyampaikan kebenaran Islam. Rasulullah bersabda: “Orang yang diam tidak menyatakan yang benar, dia adalah setan yang bisu”.

Oleh karena itu, umat saat ini sangat merindukan ulama pewaris Nabi. Ulama yang mengerti kedudukannya sebagai pemimpin umat yang berjuang di jalan Allah, berani menyatakan yang hak itu hak, dan yang batil itu batil, serta senantiasa memberikan nasehat kepada para penguasa.

Mereka selalu tabah dan sabar menghadapi segala macam tantangan dan halangan, demi memperjuangkan kepentingan umat dan tegaknya syariah Islam di muka bumi. Karena itu, sudah seharusnya ulama kita dilindungi.
Wallahua’lam.[]

*Lingkar Studi Perempuan dan Peradaban

The post Minah, S.Pd.I*: Melindungi Ulama Pewaris Nabi appeared first on Radar Indonesia News.

]]>
https://www.radarindonesianews.com/2020/09/minah-s-pd-i-melindungi-ulama-pewaris-nabi/feed/ 0
Ratih Wulan Puspita, S.Si: Islamophobia Dan Deislamisasi Historis https://www.radarindonesianews.com/2020/09/ratih-wulan-puspita-s-si-islamophobia-dan-deislamisasi-historis/ https://www.radarindonesianews.com/2020/09/ratih-wulan-puspita-s-si-islamophobia-dan-deislamisasi-historis/#respond Sat, 19 Sep 2020 07:46:29 +0000 https://www.radarindonesianews.com/?p=49001     RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA — Sejarah memiliki posisi penting di dalam Islam. Di dalam al-Qur’an, sejarah dapat dipadankan dengan kisah. Banyak sekali

The post Ratih Wulan Puspita, S.Si: Islamophobia Dan Deislamisasi Historis appeared first on Radar Indonesia News.

]]>
 

 

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA — Sejarah memiliki posisi penting di dalam Islam. Di dalam al-Qur’an, sejarah dapat dipadankan dengan kisah. Banyak sekali kisah Nabi-nabi dan umat terdahulu yang disampaikan oleh al-Quran untuk dapat diambil ibroh (pelajaran) nya. Begitu pula dengan sejarah.

Posisi sejarah dalam pandangan Islam adalah untuk dijadikan sebagai ibroh sehingga manusia dapat mengambil pelajaran dari masa lalu, baik itu masa keterpurukan maupun kegemilangan. Hanya saja, ibroh yang benar baru akan didapatkan dari sejarah yang valid. Bangsa ini akan memiliki ‘rasa yang berbeda’ manakala mengetahui bahwa sejarah masa lalunya adalah pernah menjadi bagian dari peradaban besar yang menyinari dunia dengan rahmat. Begitupula dengan penerimaan terhadap Islam kaffah dan khilafah.

Fakta bahwa adanya jejak khilafah di Nusantara sangat nyata. Bahkan, memberikan pengaruh besar dalam perjalanan bangsa ini sampai dengan kemerdekaannya. Adapun pemahaman sejarah yang disajikan saat ini secara umum, yang jauh dari gambaran adanya peran Islam dan khilafah, adalah suatu hal yang wajar.

Hal ini disebabkan ideologi yang berkuasa saat ini tidak menginginkan umat Islam sebagai mayoritas penduduk di negeri ini menemukan ruh kebangkitannya kembali. Oleh karena itu, dilakukan upaya deislamisasi historis dengan penguburan dan pengaburan fakta sejarah.

Sebagai contoh penguburan sejarah adalah peristiwa dibalik penetapan Hari Pahlawan, 10 November. Menurut Agus Sunyoto dalam bukunya Fatwa dan Resolusi Jihad, pada waktu tersebut Bung Tomo, dkk. di Surabaya secara heroik melawan tentara Inggris dan Belanda untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Tapi tidak pernah diungkap apa yang melatarbelakangi Bung Tomo, dkk. begitu semangat untuk melawan penjajah.

Ternyata K.H. Hasyim Asy’ari yang menginspirasi (mendorong) Bung Tomo dan para pemuda saat itu dengan mengeluarkan fatwa jihad pada tanggal 22 Oktober 1945. Dan anehnya justru tanggal ini malah ditetapkan sebagai Hari Santri.1

Begitu pula dengan upaya pengaburan sejarah terlihat pada penetapan Ki Hajar Dewantara sebagai Bapak Pendidikan Nasional, berkat pendirian Taman Siswa pada tahun 1922.

Padahal, sekolah pertama adalah sekolah yang didirikan oleh K.H. Ahmad Dahlan pada tahun 1911 di Kauman, Yogyakarta, tempat Ki Hajar Dewantara belajar. Pendidikan yang didirikan oleh K.H. Ahmad Dahlan ini tidak hanya mengajarkan rasa kebangsaan dan nasionalisme Indonesia, tetapi juga mengajarkan ilmu pengetahuan secara luas serta menggerakkan rasa kemanusiaan.2

Pengaburan sejarah juga terjadi pada penetapan Hari Kebangkitan Nasional, yang ditonggaki oleh berdirinya Budi Oetomo pada tanggal 20 Mei 1908.

Organisasi ini hanya terbatas pada elit tertentu saja, yakni: priyayi, dokter, Jawi. Padahal ada organisasi yang halir lebih dahulu (1905) dan lebih berpengaruh pada bangsa ini dalam melawan penjajah, yakni Syarikat Islam (SI). Organisasi ini didirikan oleh H. Samanhudi dan dibesarkan oleh H.O.S. Cokroaminoto yang dijuluki Raja Tanpa Mahkota oleh Belanda.

Kepesertaan organisasi ini mencakup seluruh kalangan dari berbagai wilayah di Indonesia dan tidak hanya bagi elit tertentu saja. Bahkan, terlihat lebih menonjol perlawanannya terhadap Belanda. Kongres SI pertama tahun 1906 di Solo diikuti oleh 50.000 peserta.3

Mengapa semua ini dilakukan? Tujuannya tidak lain adalah mengeliminir peran Islam pada sejarah perjalanan bangsa ini. Dengannya, bangsa Indonesia tidak akan menemukan bahwa hakikat jati diri mereka adalah Islam, bukan yang lain.

Oleh karena itu penting adanya rewriting dan retelling terhadap sejarah bangsa ini supaya masyarakat mengetahui sejarah yang valid dan dapat mengambil ibroh yang benar.

Jika mau disingkap semuanya, maka dibalik berdirinya bangsa ini tak lepas dari peran Islam.

Termasuk juga dengan sanggahan dari ahli dan pengamat sejarah terhadap film Jejak Khilafah di Nusantara yang mengatakan bahwa tidak ada hubungan Kekhilafahan dengan Nusantara.

Padahal jejak-jejaknya begitu nyata. Yang harus dipahami adalah penarikan simpulan sejarah memungkinkan terjadi perbedaan karena dipengaruhi oleh cara pandang dan maksud penulis. Wajar jika terjadi perbedaan penarikan simpulan antara sejarahwan Islam dengan sejarahwan sekuler.

Simpulan bahwa Kesultanan-kesultanan Nusantara adalah bagian Kekhilafahan seharusnya mudah diterima oleh kaum muslim dengan pemahaman tentang kewajiban persatuan umat Islam di seluruh dunia dan adanya kewajiban menyebarkan Islam ke seluruh penjuru dunia dengan dakwah dan jihad.

Terlebih lagi ketika secara fakta hari ini, Indonesia adalah Negara muslim terbesar di dunia. Bagaimana mungkin kondisi ini dapat terwujud, jika aktivitas penyebaran Islam hanya sebatas sambilan berdagang yang tidak terkoordinir dan tersupport oleh Negara besar.

Adapun persoalan tentang perdebatan Umayyah, Abbasiyyah, dan Utsmaniyyah sebagai Kehilafahan Islam atau bukan, dapat dikembalikan pada definisi khilafah oleh para ulama.

Salah satunya adalah menurut Ibnu Khaldun dalam al-Muqaddimah mengatakan bahwa Khilafah adalah pengembanan seluruh urusan umat sesuai dengan kehendak pandangan syariat dalam berbagai kemaslahatan mereka, baik ukhrawi maupun duniawi, yang kembali pada kemaslahatan ukhrawi.

Sementara Umayyah, Abbasiyyah, dan Utsmaniyyah masih memenuhi definisi tersebut walaupun terjadi penyimpangan-penyimpangan. Akan tetapi penyimpangan yang terjadi tidak sampai mengeluarkan masa tersebut dari definisi Khilafah.

Adapun adanya suatu penyimpangan pada masa kekhilafahan adalah suatu hal yang wajar. Oleh karena Khilafah adalah Negara Basyariyah (yang dijalankan oleh manusia), bukan Teokrasi. Sehingga memungkinkn adanya kesalahan dalam penerapannya.

Walaupun demikian, Islam memiliki mekanisme akuntabilitas yang kokoh, seperti keberadaan Majelis Ummat dan Mahkamah Madzalim. Jika pada suatu masa mekanisme ini tidak berjalan, berarti sedang terjadi ketidaknormalan pada masa tersebut.

Akan tetapi, seburuk-buruknya penguasa dalam sistem Islam, masih jauh lebih buruk kehidupan pada sistem bukan islam. Hal ini disebabkan masih adanya penerapan hukum-hukum Allah.

Walhasil, bicara tentang khilafah tetap harus merujuk kepada bahasan Fiqh Siyasah, bukan sejarah. Sejarah hanya memperkuat konsep karena memaparkan bukti penerapan konsep tersebut di masa lalu.

Umat Islam kembali kepada khilafah karena kewajiban dari Allah SWT dan sistem ini pernah diterapkan selama hampir 14 abad. Khilafah memiliki dua bagian yang tak terpisahkan, yakni ajaran (normatif) dan sejarah (historis).

Referensi:
1. “Fatwa Jihad K.H. Hasyim Asyari dan Peristiwa 10 Novenber”, diakses dari https://republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-nusantara/17/11/10/oz6vut396-fatwa-jihad-kh-hasyim-asyari-dan-peristiwa-10-november-1945.

2. Hidayatulloh, “Peran K.H. Ahmad Dahlan dalam Pendidikan”, diakses dari https://umsida.ac.id/%EF%BB%BFperan-k-h-ahmad-dahlan-dalam-pendidikan.

3. “Syarikat Islam Gugat Sejarah Kebangkitan Nasional”, diakses dari https://m.republika.co.id/berita/nasional/politik/13/10/10/mug0by-syarikat-islam-gugat-sejarah-kebangkitan-nasional.[]

 

The post Ratih Wulan Puspita, S.Si: Islamophobia Dan Deislamisasi Historis appeared first on Radar Indonesia News.

]]>
https://www.radarindonesianews.com/2020/09/ratih-wulan-puspita-s-si-islamophobia-dan-deislamisasi-historis/feed/ 0
Novita Darmawan Dewi*: Aroma Pepesan Kosong Di Pilkada Serentak 2020 https://www.radarindonesianews.com/2020/09/novita-darmawan-dewi-aroma-pepesan-kosong-di-pilkada-serentak-2020/ https://www.radarindonesianews.com/2020/09/novita-darmawan-dewi-aroma-pepesan-kosong-di-pilkada-serentak-2020/#respond Fri, 18 Sep 2020 13:28:27 +0000 https://www.radarindonesianews.com/?p=48995   RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA — Pilkada serentak di berbagai daerah pada tahun 2020 sudah siap digelar, meski terkesan dipaksakan karena Indonesia sedang mengalami

The post Novita Darmawan Dewi*: Aroma Pepesan Kosong Di Pilkada Serentak 2020 appeared first on Radar Indonesia News.

]]>
 

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA — Pilkada serentak di berbagai daerah pada tahun 2020 sudah siap digelar, meski terkesan dipaksakan karena Indonesia sedang mengalami pandemik yang sudah memasuki bulan ke enam, namun berdasarkan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) No.5/2020, penyelenggaraan pilkada serentak akan tetap dilaksanakan dengan sedikit perubahan jadwal.

Salah satu daerah yang cukup menarik perhatian dalam perhelatan pilkada serentak ini adalah Kabupaten Bandung, karena menghadirkan sosok calon wakil bupati dari kalangan selebritis, yakni Syahrul Gunawan (artis sinetron) yang dipasangkan untuk mendampingi Dadang Supriyatna (diusung PKB dan Nasdem), serta Atep (mantan pemain Persib Bandung) yang dipasangkan untuk mendampingi Yenna (diusung PDIP dan PAN).

Pilkada Kabupaten Bandung sendiri akan digelar Desember 2020 mendatang. Masyarakat Kabupaten Bandung dihadapkan pada pilihan sejumlah calon yang maju di Pilkada. Masing-masing calon sudah me-make up penampilan, menjajakan citra, dan kelebihan diri.

Salah satu Ketua Relawan pasangan Dadang Supriyatna-Syahrul Gunawan, Agung Herdiyanto, mengatakan bahwa masyarakat Kabupaten Bandung berharap perubahan di Kabupaten Bandung.

“Perubahan harus terjadi, karena pembangunan di wilayah monoton. Misalnya penataan kecamatan yang tidak benar, serta infrastruktur yang masih kurang,” jelasnya, Sabtu (12/9).

“Intinya butuh perubahan, karena Kabupaten Bandung ini cukup luas. Banyak sumber daya alam yang cukup mumpuni, dan bisa dimanfaatkan bagi pemasukan asli Kabupaten Bandung dan membangun wilayah,” terangnya. (https://editor.id/masyarakat-kabupaten-bandung-butuh-perubahan-dengan-pemimpin-baru/).

Pernyataan Agung Herdiyanto tersebut bisa saja mewakili keluh kesah dan harapan dari masyarakat Kabupaten Bandung, tapi mampukah pasangan calon di Pilkada mewujudkannya?

Pemimpin Baru Membawa Perubahan?

Harapan rakyat bahwa pemimpin baru akan membawa perubahan, faktanya selalu kandas di tengah jalan, alih-alih membawa perubahan pada rakyat, yang banyak terjadi pada para pemimpin baru tersebut justru malah membawa ‘perubahan’ pada diri mereka sendiri dan partai pengusungnya.

Apa yang diharapkan dari demokrasi? Bila sebatas bisa mendapatkan pemimpin dari hasil pemilihan langsung, itu memang sesuai harapan.

Tapi, bila menginginkan pemimpin yang berpihak pada rakyat, ini ibarat pepesan kosong, karena demokrasi di seluruh dunia menerapkan mekanisme pemilihan calon pemimpin melalui partai. Sedangkan partai tidak lepas dari kekuasan elite politik yang selalu bersekongkol dengan elite ekonomi atau para kapitalis.

Bila mekanismenya masih seperti itu, maka dari sana akan selalu muncul pemimpin yang sudah disaring oleh elite politik. Kemudian, kita disuruh memilih seolah-olah itu pemimpin pilihan kita yang akan 100 persen membela rakyat.

Ternyata, itu tidak pernah ada, dan pada akhirnya ada harapan rakyat yang ternyata tidak pernah terbukti oleh demokrasi. Salah satunya, demokrasi tidak bisa memenuhi keinginan rakyat untuk mendapatkan pemimpin yang baik.

Pada akhirnya lagi-lagi rakyat harus gigit jari karena sang pemimpin tidak amanah dalam menepati janji-janji kampanyenya.

Harus disadari bahwa ada problem serius dari bangsa ini. Penyelenggaraan suksesi di tengah pandemik juga patut jadi bahan renungan. Apa urgensinya? Bukankah pemilu di negeri ini tidak pernah menghasilkan perubahan kecuali babak baru korupsi pejabat, anggota dewan pro korporat, dan para menteri tidak kompeten yang menggantikan babak sebelumnya?

Bukankah pula, pemilu untuk rakyat tidak menghasilkan apapun kecuali kontinuitas kemiskinan, pengangguran massal, dan berbagai kerusakan sosial, hukum, dan yang lainnya?

Tanpa pandemi saja, berbagai masalah yang membelit negeri belum bisa diselesaikan tuntas. Apalagi di masa pandemi, dimana setiap negara butuh kerja dan dana ekstra untuk memulihkan kondisinya.

Faktanya, kita membutuhkan fajar baru bagi negeri ini. Bukan sekadar wajah baru, melainkan sistem yang baru yang mampu membasmi pejabat korup, mewujudkan wakil rakyat yang pro rakyat dan kompeten mengurus kebutuhan rakyat.

Sistem yang baru itu akan menghentikan campur tangan asing imperialis yang berpuluh-puluh tahun menjajah dan menjarah negeri atas nama investasi.

Hal yang juga kita butuhkan adalah sebuah sistem yang memiliki solusi yang kredibel atas segunung masalah. Dan semua itu mustahil dapat diharapkan dari sistem demokrasi kapitalis dan sekuler.

Islam Sebuah Harapan Tunggal

Tidak berlebihan jika kita mengatakan bahwa Islam sebagai bangunan agama dan ideologi adalah harapan tunggal bagi rakyat untuk bisa mencetak calon-calon pemimpin yang amanah, jujur, dan pro rakyat, dan bisa mengeluarkan dari problematika rakyat yang terus membelit dan kian pelik, seraya menciptakan kesejahteraan yang diidam-idamkan, karena hanya Islamlah yang hari ini menjadi tumpuan harapan ketika ideologi kapitalisme-sekularisme dan sosialisme-komunisme telah gagal membawa manusia pada perubahan hakiki.

Sistem Islam yang diwariskan Nabi dan para sahabatnya ini adalah model politik yang telah teruji dan terbukti memiliki warisan pengentasan kemiskinan sampai ke akar, ia juga adalah kebaikan dan manfaat sejak di Jazirah Arab, menembus Afrika, melintasi Mediterania menuju daratan Eropa, Anak benua India, hingga menyeberangi samudera ke Timur Jauh termasuk ke bumi Nusantara.

Seluruh entitas yang pernah hidup di bawah pemerintahannya merasakan keadilan yang belum pernah ada bandingannya.

Islam benar-benar telah menciptakan kepemimpinan yang bertanggung jawab berdasarkan perwalian rakyat dan hak-hak mereka, dan menciptakan persatuan antarumat manusia meskipun berbeda suku, agama, ras, dan golongan.

Oleh karena itu, kita tidak boleh membiarkan siklus kegagalan demokrasi sekuler lebih lama lagi. Kontribusi perjuangan harus ditujukan bukan kepada suksesi demokrasi yang menawarkan perubahan khayali melainkan untuk mewujudkan visi politik Islam. Karena kekuatan fajar Khilafah akan mengakhiri bayang-bayang gelap yang kita hadapi hari ini. Wallahu’alam.[]

*Pegiat ‘Tas Bude’, Komunitas Ibu Ideologis

The post Novita Darmawan Dewi*: Aroma Pepesan Kosong Di Pilkada Serentak 2020 appeared first on Radar Indonesia News.

]]>
https://www.radarindonesianews.com/2020/09/novita-darmawan-dewi-aroma-pepesan-kosong-di-pilkada-serentak-2020/feed/ 0
Ummu Syilmi*: Petani, Sang Pahlawan Pangan Itu, Jangan Terlupakan https://www.radarindonesianews.com/2020/09/ummu-syilmi-petani-sang-pahlawan-pangan-itu-jangan-terlupakan/ https://www.radarindonesianews.com/2020/09/ummu-syilmi-petani-sang-pahlawan-pangan-itu-jangan-terlupakan/#respond Fri, 18 Sep 2020 11:55:09 +0000 https://www.radarindonesianews.com/?p=48988     RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA — Penyediaan bahan kebutuhan pokok di tanah air menjadi tantangan yang perlu diperhatikan di tengah pandemi virus corona

The post Ummu Syilmi*: Petani, Sang Pahlawan Pangan Itu, Jangan Terlupakan appeared first on Radar Indonesia News.

]]>
 

 

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA — Penyediaan bahan kebutuhan pokok di tanah air menjadi tantangan yang perlu diperhatikan di tengah pandemi virus corona atau COVID-19 saat ini.

Pertanian menjadi salah satu sektor yang mampu bertahan di saat semua sektor terpukul pandemi. Pertanian justru mengalami peningkatan. Para petani yang tergabung dalam Kelompok tani Wargisaluyu II yang berada di RW 03 Desa Sumbersari Kecamatan Ciparay berhasil memanen ubinan padi bebas residu seluas 25 hektar, Senin (31/8/2020).

Panen padi ubinan yang sehat dan bebas residu ini menghasilkan gabah 11 ton per hektarenya. (distan.kabbandung.go.id)

Kepala Perwakilan BI Jawa Barat, Herawanto mengatakan,
Saat ini sektor yang masih bagus adalah potensi sektor pertanian Kabupaten Bandung. Ini perlu terus dikembangkan, termasuk kopi, bawang merah, hortikultura, strawberry dan jeruk lemon, baik untuk pasar domestik maupun ekspor. Selain itu, peternakan ikan dan domba berpotensi untuk dikembangkan dengan konsep digital integrated farming.

Pengembangan sektor pertanian menurutnya akan mendukung terkendalinya inflasi melalui ketersediaan pasokan pangan.(TribunJabar.id 10/09/2020)

Secara kuartal ke kuartal, pertanian meningkat lebih besar, yakni 45,86 persen. Kondisi tersebut, menunjukan bahwa pertanian merupakan sektor andalan Jawa Barat dalam pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid-19.

Ketua Satuan Tugas (Satgas) Pemulihan Ekonomi Jabar yang juga Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jabar, Setiawan Wangsaatmaja menyebutkan, sektor pertanian dapat mendongkrak ekonomi Jabar pada kuartal ketiga dan keempat. (bisnis.com 13/08/2020).

Pertanian menjadi penyumbang ketiga terbesar setelah Industri pengolahan dan perdagangan terhadap PDRB Kabupaten Bandung.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bandung Tisna Umaran seperti dilansir ayobandung.com (11/9/2020) mengatakan, sumbangan pertanian terhadap PDRB Kabupaten Bandung mencapai 9% pada 2019.

Menurut BPS (Badan Pusat Statistik), Produk Domestik Regional Bruto atau PDRB merupakan jumlah nilai tambah yang dihasilkan oleh seluruh unit usaha dalam suatu daerah tertentu.

Oleh karena perannya sebagai salah satu indikator utama dalam perekonomian, hal tersebut membuat PDRB ini secara otomatis memegang peran penting.

Pertumbuhan dan peningkatan PDRB
dari tahun ke tahun merupakan indikator dari keberhasilan pembangunan daerah. Sektor- sektor ekonomi yang membentuk PDRB salah satunya yaitu pertanian.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2020, sekitar 33.4 juta penduduk berprofesi sebagai petani. Akan tetapi terjadi penurunan jumlah petani setiap tahunnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) jumlah petani milenial yang umurnya 19-39 tahun itu terus menurun, untuk contoh seperti tahun 2017 ke tahun 2018 ada penurunan kurang lebih 415 ribu petani.

Hal ini diakibatkan antara lain oleh semakin sempit serta berkurangnya lahan pertanian karena alih fungsi lahan untuk pembangunan infrastruktur, industri, dan pemukiman.

Selain penurunan jumlah petani, pertanian di Indonesia di hadapkan pada permasalahan nilai daya saing hasil produk pertanian yang semakin terpuruk, apalagi dengan masuknya produk hasil pertanian impor.

Keberadaan petani sangatlah menjadi penentu keberhasilan pertanian. Eksistensi mereka sangat penting dan perlu mendapatkan perhatian lebih oleh pemerintah. Bukankah kita masih ingat bahwa Indonesia sebagai negeri agraris? Mereka tak patut untuk dilupakan.

Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sebaiknya tidak diberlakukan secara sama untuk semua aktivitas perekonomian lebih khusus terhadap sektor pertanian. Hal ini dikarenakan :

Pertama, dari sudut pandang urgensi, pertanian adalah sektor penopang ketahanan pangan (food security) yang akan krusial di kala krisis ekonomi. Ini bukan hanya sebatas bertahan hidup tapi juga masalah asupan gizi masyarakat. Krisis moneter 1997/98 meninggalkan generasi yang mengalami stunting dan malnutrition yang cukup parah di kalangan anak-anak. Hal ini mengakibatkan dampak permanen.

Ada dua pertimbangan ekstra yang membuat urgensi sektor pertanian lebih tinggi.

Kedua, selain sebagai bagian penting dari sistem penyediaan pangan, di saat krisis ternyata sektor pertanian bisa menjadi jaring pengaman sosial (sosial safety net) alamiah.

Sektor pertanian, di kala normal pun, masih merupakan sektor penyerap tenaga kerja terbanyak di Indonesia, apa lagi ketika terjadi krisis ekonomi.

Pertanian Dalam Islam

Sistem pertanian begitu sempurna diatur oleh Islam, semata mata hadir untuk kemaslahatan umat, bukan untuk kepentingan korporasi. Hal ini tersirat jelas dalam firman Allah Ta’ala yang memerintahkan para hamba-Nya untuk berusaha di muka bumi, makan darinya, dan menikmati rezeki yang datang darinya (hasil bumi).

Allah Ta’ala berfirman: “Dialah Yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebahagian dari rezeki-Nya. Dan hanya kepada-Nya-lah kamu (kembali setelah) dibangkitkan.” [Quran Al-Mulk: 15]

Allah Ta’ala juga menjelaskan tentang manfaat pertanian di banyak ayat.
Di antaranya firman-Nya : “Dan suatu tanda (kekuasaan Allah yang besar) bagi mereka adalah bumi yang mati. Kami hidupkan bumi itu dan Kami keluarkan dari padanya biji-bijian, maka daripadanya mereka makan. Dan Kami jadikan padanya kebun-kebun kurma dan anggur dan Kami pancarkan padanya beberapa mata air, supaya mereka dapat makan dari buahnya, dan dari apa yang diusahakan oleh tangan mereka. Maka mengapakah mereka tidak bersyukur? [Quran Yasin: 33-35].

Maka sudah semestinya, pemerintah daerah maupun pusat dalam hal ini Kementrian Pertanian memberikan perhatian khusus demi menyelamatkan kondisi pangan di negeri ini, memaksimalkan potensi alam dan petani dalam negeri, tidak lagi impor pangan sehingga mematikan nafas hidup pertanian dan nasib petani di Indonesia.

Kegemilangan dan kedaulatan sebuah negeri dikuatkan dengan swasembada pangan negeri itu sendiri tanpa tergantung pihak asing. Negeri ini mampu dan sangat layak untuk itu. Maka jangan lupakan, pahlawan pangan. Wallahua’lam bishowwab.[]

*Ibu Rumah Tangga-Owner Syilmi Hijab

The post Ummu Syilmi*: Petani, Sang Pahlawan Pangan Itu, Jangan Terlupakan appeared first on Radar Indonesia News.

]]>
https://www.radarindonesianews.com/2020/09/ummu-syilmi-petani-sang-pahlawan-pangan-itu-jangan-terlupakan/feed/ 0
KPU Kabupaten Nias Selenggarakan Sosialisasi Pemantauan Pemilihan Kepala Daerah 2020 https://www.radarindonesianews.com/2020/09/kpu-kabupaten-nias-selenggarakan-sosialisasi-pemantauan-pemilihan-kepala-daerah-2020/ https://www.radarindonesianews.com/2020/09/kpu-kabupaten-nias-selenggarakan-sosialisasi-pemantauan-pemilihan-kepala-daerah-2020/#respond Fri, 18 Sep 2020 09:12:06 +0000 https://www.radarindonesianews.com/?p=48985     RADARINDONESIANEWS.COM, NIAS – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Nias menggelar sosialisasi pemantauan pemilihan pada pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Nias

The post KPU Kabupaten Nias Selenggarakan Sosialisasi Pemantauan Pemilihan Kepala Daerah 2020 appeared first on Radar Indonesia News.

]]>
 

 

RADARINDONESIANEWS.COM, NIAS – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Nias menggelar sosialisasi pemantauan pemilihan pada pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Nias tahun 2020, Jumat (18/9), bertempat di gedung serbaguna Desa Hilizoi, Kecamatan Gido.

Kegiatan sosialisasi dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya.

Dalam sambutannya, Elisati Zandroto mengungkapkan maksud diselenggarakannya kegiatan sosialisasi.

“KPU Kabupaten Nias melaksanakan sosialisasi ini agar seluruh stakeholder dapat ikut serta dalam pemantauan pemilihan, kami buka kesempatan,” ungkapnya.

“Kami atas nama KPU Kabupaten Nias berharap kiranya kita dapat mengikuti sosialisasi ini dengan penuh seksama,” tutur Elisati lebih lanjut.

Ditempat yang sama, Komisioner Bawaslu Kabupaten Nias, Nurjaya Harefa mengapresiasi kegiatan yang digelar KPU Kabupaten Nias.

“Kami mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan oleh KPU Kabupaten Nias karena hal ini merupakan bagian dari pengawasan bersama,” ucap Komisioner Bawaslu itu.

Ia yakin, melalui sosialisasi ini nantinya dapat membawa dampak yang baik pada pelaksanaan proses pemilukada.

“Kami yakin dan percaya dengan hadirnya bapak ibu, nantinya dapat meminimalisir kecurangan,” imbuhnya optimis.

Diakhir penyampaiannya, Nurjaya berharap hasil pemantauan yang dimiliki dapat dibuktikan.

“Harapan kami, hasil dari pemantauan nantinya dapat disampaikan dengan akurat,” tuturnya mengakhiri.

Acara kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi yang disampaikan Komisioner KPU Sumatera Utara, Ir. Benget Manahan Silitonga.

Tampak hadir mewakili Dandim 0213/Nias, Tim Desk Pilkada, Bawaslu Kabupaten Nias, Pers dan LSM, para mahasiswa serta para undangan lainnya.

Hingga berita ini ditayangkan, kegiatan sosialisasi masih berlangsung.

Reporter : Albert

The post KPU Kabupaten Nias Selenggarakan Sosialisasi Pemantauan Pemilihan Kepala Daerah 2020 appeared first on Radar Indonesia News.

]]>
https://www.radarindonesianews.com/2020/09/kpu-kabupaten-nias-selenggarakan-sosialisasi-pemantauan-pemilihan-kepala-daerah-2020/feed/ 0
Warga Temukan Mayat Wanita Dalam Kondisi Terbakar Di Ciasem https://www.radarindonesianews.com/2020/09/warga-temukan-mayat-wanita-dalam-kondisi-terbakar-di-ciasem/ https://www.radarindonesianews.com/2020/09/warga-temukan-mayat-wanita-dalam-kondisi-terbakar-di-ciasem/#respond Fri, 18 Sep 2020 06:24:46 +0000 https://www.radarindonesianews.com/?p=48979     RADARINDONESIA.COM, SUBANG – Sekitar pukul 22.00 WIB seorang warga menemukan Sesosok Mayat wanita tanpa identitas di bangunan tua bekas dealer

The post Warga Temukan Mayat Wanita Dalam Kondisi Terbakar Di Ciasem appeared first on Radar Indonesia News.

]]>
 

 

RADARINDONESIA.COM, SUBANG – Sekitar pukul 22.00 WIB seorang warga menemukan Sesosok Mayat wanita tanpa identitas di bangunan tua bekas dealer milik H. Buang yang terletak di Dusun Babakan, Desa Ciasem Baru, Kec. Ciasem, Kab. Subang. Kamis, 17/09/2020.

Menurut keterangan Candra (35) Kepala Dusun Babakan, penemuan mayat ini berawal dari para youtuber yang gemar mencari mistis atau ghoib, kelima orang youtuber melakukan meditasi di sekitar bangunan tua bekas dealer milik H. Buang.

Tiba-tiba lanjut Candra salah seorang youtuber mendadak berlari masuk ke dalam bangunan tua dikuti teman-temannya dan menemukan mayat tak dikenal yang berusia sekitar 40 tahun dalam bangunan tua itu dengan kondisi terbakar.

Hal ini dibenarkan oleh kepala desa Ciasem Baru,  Didi Supandi (53).

“Saya ditelepon Babinsa Aiptu Sudarman dan langsung merapat ke TKP, ternyata betul ada sesosok mayat wanita tanpa identitas diperkirakan berusia (40) tahun. Kalo melihat kondisi mayat sepertinya sudah hampir satu bulan karena sudah jadi tengkorak tanpa sehelai benangpun menutupi badan” tuturnya.

Ipda Tofik Hidayat Selaku Kanit Serse Polsek Ciasem ketika dikonfirmasi perihal penemuan mayat tersebut di Pemakaman menerangkan bahwa penemuan mayat ini masih dalam penyelidikan.(Suprianto)

The post Warga Temukan Mayat Wanita Dalam Kondisi Terbakar Di Ciasem appeared first on Radar Indonesia News.

]]>
https://www.radarindonesianews.com/2020/09/warga-temukan-mayat-wanita-dalam-kondisi-terbakar-di-ciasem/feed/ 0
Irah Wati Murni, S.Pd*: Pakta Integritas Viral, Di Mana  Kebebasan Mahasiswa? https://www.radarindonesianews.com/2020/09/irah-wati-murni-s-pd-pakta-integritas-viral-di-mana-kebebasan-mahasiswa/ https://www.radarindonesianews.com/2020/09/irah-wati-murni-s-pd-pakta-integritas-viral-di-mana-kebebasan-mahasiswa/#respond Fri, 18 Sep 2020 03:34:32 +0000 https://www.radarindonesianews.com/?p=48972     RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA — Baru-baru ini dunia mahasiswa dihebohkan dengan beredarnya pakta integritas di kalangan mahasiswa baru di Universitas Indonesia (UI).

The post Irah Wati Murni, S.Pd*: Pakta Integritas Viral, Di Mana  Kebebasan Mahasiswa? appeared first on Radar Indonesia News.

]]>
 

 

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA — Baru-baru ini dunia mahasiswa dihebohkan dengan beredarnya pakta integritas di kalangan mahasiswa baru di Universitas Indonesia (UI). Disinyalir, pakta integritas tersebut merupakan aturan baru yang diterapkan UI tahun ini dan wajib ditandatangani setiap mahasiswa baru.

Dilansir Cnnindonesia.com,  Sabtu (15/9/2020), Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia menentang pakta integritas untuk mahasiswa baru tahun ajaran 2020/2021 tersebut.

Ketua BEM UI, Fajar Adi Nugroho mempertanyakan sejumlah poin pada pakta tersebut, di antaranya aturan mahasiswa tidak boleh terlibat dalam politik praktis yang mengganggu tatanan akademik dan bernegara.

Mahasiswa juga disebut tidak boleh mengikuti kegiatan yang dilakukan sekelompok mahasiswa yang tidak mendapat izin resmi pimpinan fakultas atau kampus.

Poin ini dianggap mengekang kehidupan berdemokrasi mahasiswa, salah satunya mahasiswa tidak akan bisa mengkritik kebijakan pemerintah atau melakukan aksi demonstrasi.

Dilansir CNNIndonesia.com, awalnya Kepala Biro Humas dan KIP UI Amelita Lusia sempat membenarkan pakta integritas untuk mahasiswa baru UI itu. Namun, baru-baru ini UI menyebut Pakta Integritas yang beredar di kalangan mahasiswa baru kampus bukan dokumen resmi yang dikeluarkan UI.

Solusi yang Tak Solutif

Pakta integritas itu berisi poin-poin di mana mahasiswa khususnya dalam hal ini mahasiswa UI agar berjanji tidak terlibat dalam perilaku yang dianggap menyimpang seperti problem narkoba, pergaulan bebas bahkan ingin menangkis paham radikalisme.

Namun nyatanya hal tersebut tidak bisa menjadi solusi ampuh untuk mengatasi segala problem di atas. Justru pakta integritas itu bisa menghambat hak-hak mahasiswa untuk menyuarakan saran atau kritik terhadap segala kebijakan yang ada.

Bahkan pakta integritas itu bisa menjadikan mahasiswa yang hanya fokus “study oriented” belajar dan belajar saja, tak peduli terhadap lingkungan sekitar dan mengurangi daya kritis mahasiswa terhadap masalah yang membelit masyarakat dan lingkungan sekitar.

Padahal mahasiswa itu sebagai garda terdepan dalam perubahan sosial. Oleh masyarakat dan publik eksistensi mahasiswa didampuk menjadi Agent of change terhadap kondisi yang ada. Mahasiswa sebagai jembatan untuk menyuarakan aspirasi antara masyarakat dan penguasa. Jika mahasiswanya pasif, acuh dan tak peduli pada masalah di sekitarnya maka bagaimana mungkin mahasiswa ini bisa menjadi agen perubahan bagi masyarakat dan generasi ke depan?

Terlebih jika perjanjian pakta integritas itu justru diarahkan untuk memberangus arus kesadaran politik dan stigma kritis mahasiswa dengan radikalisme. Kebijakan ini sejatinya kebijakan refresif yang justru akan melahirkan berbagai masalah baru.

Seharusnya mahasiswa didorong untuk berpikir kritis dan mencari solusi terhadap berbagai permasalahan yang ada saat ini. Bukan malah menghambat potensi dan hak-hak suara mahasiswa dengan pakta integritas ini.

Akar masalah di kalangan pendidikan dan segala aspek hari ini sesungguhnya adalah segala yang terkait dengan problem sistemik. Di mana semestinya mahasiswa dipahamkan dan didorong untuk terlibat mencari jawaban dalam menghadirkan solusi.

Satu-satunya solusi untuk menyelesaikan segala problem yang ada saat ini ialah dengan menerapkan aturan-aturan transendental termasuk di dalamnya pendidikan.

Seharusnya semua pengurus lembaga pendidikan mengingat kembali perkataan Bu Tejo.

“Jadi Orang Toh yang Solutif Gitoloh! Masa sekelas mahasiswa yang kalangan intelektual didorong untuk bersifat pasif sih. Kalah sama Bu Tejo dong. Aduuuh kan jadi ambyaaar.”[]

*Pemerhati Kebijakan Publik

The post Irah Wati Murni, S.Pd*: Pakta Integritas Viral, Di Mana  Kebebasan Mahasiswa? appeared first on Radar Indonesia News.

]]>
https://www.radarindonesianews.com/2020/09/irah-wati-murni-s-pd-pakta-integritas-viral-di-mana-kebebasan-mahasiswa/feed/ 0
Dede Nurmala: Pentingnya Peran Negara Lindungi Ulama https://www.radarindonesianews.com/2020/09/dede-nurmala-pentingnya-peran-negara-lindungi-ulama/ https://www.radarindonesianews.com/2020/09/dede-nurmala-pentingnya-peran-negara-lindungi-ulama/#respond Thu, 17 Sep 2020 15:37:30 +0000 https://www.radarindonesianews.com/?p=48969     RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA — Baru-baru ini, umat Islam di Indonesia dikagetkan dengan pemberitaan dan penyebaran video yang mampu mengkerutkan dahi dan

The post Dede Nurmala: Pentingnya Peran Negara Lindungi Ulama appeared first on Radar Indonesia News.

]]>
 

 

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA — Baru-baru ini, umat Islam di Indonesia dikagetkan dengan pemberitaan dan penyebaran video yang mampu mengkerutkan dahi dan juga membakar hati. Bagaimana tidak, dalam video yang tersebar luas itu, seorang ulama yang banyak dicintai umat Muslim mendapatkan ancaman fisik. Beliau ulama yang Hanif, ahli Qur’an, berjiwa bersih ternyata ada manusia keji yang dengan teganya menusuk beliau.

Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam), Mahfud MD, seperti dikutip viva.co.id, Ahad (13/09/2020), angkat bicara terkait penusukan terhadap ulama Syekh Ali Jaber di Bandar Lampung. Beliau menegaskan kepada aparat kepolisian untuk mengusut kasus tersebut agar penegakan hukum bisa dilaksanakan secara adil.

Wakil Ketua MPR RI Zulkifli Hasan menyampaikan kecaman keras terhadap kejadian penusukan yang menimpa Syekh Ali Jaber. Zulhas, sapaannya, menilai tidak mungkin kejadian penusukan itu dilakukan oleh orang gila.

Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) ini pun seperti dilansir hidayatullah.com, Ahad (13/09/2020), meminta pihak aparat agar mengusut tuntas kasus tersebut. Zulhas menduga bisa jadi peristiwa tersebut dilakukan secara terencana.

Aparat pemerintah memang harus tegas dalam menangani kasus ini. Apalagi ini terjadi kepada ulama yang ilmunya banyak diambil oleh umat.

Sejatinya ulama adalah pewaris para nabi dalam menebarkan Islam ke seluruh penjuru dunia. Tanpa adanya ahli Ilmu maka manusia hidup didunia ini tanpa aturan yang jelas. Tanpa adanya ulama yang mengajarkan agama, manusia tidak akan mengenal penciptanya. Dengan wasilah ulama lah kita mampu mengenal Islam dan mengenal aturan-aturan sang pencipta.

Sebagaimana yang disabdakan Rasulullah shalallahu’alaihi wa sallam, “Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi, dan sesungguhnya para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham. Akan tetapi mereka hanya mewariskan ilmu. Barangsiapa mengambil ilmu itu, maka ia telah mendapatkan bagian terbanyak (dari warisan para nabi)”. (HR. Tirmidzi no. 2682)

Maka, jangan menganggap remeh para ulama yang berilmu karena mereka Allah angkat derajatnya. Seperti firman-Nya dalam penggalan QS. Al-mujadilah ayat 11 yang artinya: ” Niscaya Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman diantaramu dan orang-orang yang diberi ilmu dengan beberapa derajat”

Tidaklah heran jika terjadi hal yang demikian walaupun negara dengan mayoritas muslim terbesar di dunia. Karena negara ini yang tidak menggunakan aturan Islam. Sehingga Islamofobia pun merajalela di negara mayoritas penduduk muslim ini.

Dengan beraninya pelaku menghantam seorang ulama, berarti bukti lemahnya aturan negara sehingga tak memberi rasa takut apalagi jera. karena kasus ini bukan hanya sekali saja terjadi.

Ini menunjukan bahwa kita butuh negara yang menerapkan sistem Islam. Karena dalam sistem Islam maka seorang ahli Ilmu akan dimuliakan. Para ulama akan dilindungi kehormatan fisik dan bathinnya. Jika diterapkan dalam segala aspek kehidupan Islam akan menjadi Rahmatan Lil ‘alamin.Wa’Allahu ‘alam biishowab.[]

The post Dede Nurmala: Pentingnya Peran Negara Lindungi Ulama appeared first on Radar Indonesia News.

]]>
https://www.radarindonesianews.com/2020/09/dede-nurmala-pentingnya-peran-negara-lindungi-ulama/feed/ 0
Linda Ariyanti, A.Md*: Pendidikan Tinggi Dalam Cengkraman Korporasi? https://www.radarindonesianews.com/2020/09/linda-ariyanti-a-md-pendidikan-tinggi-dalam-cengkraman-korporasi/ https://www.radarindonesianews.com/2020/09/linda-ariyanti-a-md-pendidikan-tinggi-dalam-cengkraman-korporasi/#respond Thu, 17 Sep 2020 14:13:14 +0000 https://www.radarindonesianews.com/?p=48966     RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA — Pendidikan merupakan kebutuhan bagi kehidupan manusia. Maju atau tidaknya peradaban sebuah bangsa ditentukan oleh kualitas pendidikannya. Indonesia

The post Linda Ariyanti, A.Md*: Pendidikan Tinggi Dalam Cengkraman Korporasi? appeared first on Radar Indonesia News.

]]>
 

 

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA — Pendidikan merupakan kebutuhan bagi kehidupan manusia. Maju atau tidaknya peradaban sebuah bangsa ditentukan oleh kualitas pendidikannya. Indonesia sebagai negeri yang kaya akan SDM dan SDA, selayaknya bisa mewujudkan kehidupan yang berperadaban. Namun, nyatanya sistem pendidikan di negeri ini masih terus berganti konsep dan berganti kurikulum.

Menteri Nadiem Makarim kembali mengeluarkan kebijakan kontroversial yakni program “Kampus Merdeka”. Mendikbud meluncurkan empat program kebijakan untuk perguruan tinggi. Program ini merupakan kelanjutan dari konsep “Merdeka Belajar” yang diluncurkan sebelumnya. Empat program tersebut meliputi kemudahan membuka program studi baru, perubahan sistem akreditasi kampus, kemudahan status kampus menjadi badan hukum, serta mahasiswa diberi kesempatan untuk megang selama 3 semester.

Mendikbud mengatakan, kebijakan Kampus Merdeka menjadi jawaban agar inovasi dan penelitian tumbuh dalam ekosistem yang saling mendukung. Ia juga optimistis kebijakan ini menjembatani peluang yang lebih besar bagi mahasiswa dan perguruan tinggi untuk terlibat di bidang penelitian dan teknologi. Dalam Rakornas yang sama, Menteri Riset, Teknologi/Badan Riset Inovasi Nasional, Bambang PS Brodjonegoro menyambut baik kebijakan Kampus Merdeka. Dia berharap, peneliti bebas meneliti sesuai kapasitasnya tanpa terbebani dengan urusan administrasi keuangan.

Liberalisasi Perguruan Tinggi

Kebijakan Kampus Merdeka seolah menjadi angin segar karena menawarkan kemudahan bagi Perguruan Tinggi. Tapi jika kita melihat lebih teliti, ada program liberalisasi yang membuat kampus terjajah korporasi. Kemudahan membuka program studi baru menjadikan kampus bisa bekerja sama dengan bermacam-macam lembaga untuk membuka program studi (prodi) baru. Perusahaan multinasional, startup, BUMN, sampai organisasi dunia seperti PBB pun bisa ikut menyusun kurikulum untuk prodi baru tersebut. Hal ini akan membuat kampus berada dibawah kendali perusahaan, hanya prodi yang dibutuhkan di dunia industry saja ayang akan bertahan. Sedangkan prodi lain, akan terkalahkan.

Kemudahan status kampus menjadi badan hukum memberikan bukti bahwa Negara lepas tangan dari pembiayaan Perguruan Tinggi. Pendidikan dibentuk menjadi korporasi/perusahaan yang mandiri dalam mengelola keuangan dan seluruh pembiayaan otomatis menjadi beban bagi mahasiswa. Kebijakan ini akan semakin membebani mahasiswa dan orang tua dengan biaya yang kian hari kian mahal. Al hasil, pendidikan hanya akan bisa di akses oleh mereka yang memiliki uang, selaraskah kebijakan ini dengan tujuan negara untuk mencerdaskan kehidupan bangsa?

Terakhir, mahasiswa diberi kesempatan untuk megang selama 3 semester, 1 semester magang di prodi lain dan 2 semester magang di dunia industry sesuai prodinya.

Hal ini bertujuan agar mahasiswa memeiliki pengalaman kerja di dunia industry, sehingga ketika lulus akan segera terserap di dunia kerja. Konsep ini jelas menyesatkan arah orientasi Perguruan Tinggi.

Para intelektual yang seharusnya memberikan kontribusi bagi peradaban kehidupan berubah hanya menjadi pekerja dunia kerja. Ilmu yang seharusnya bermanfaat dalam menyelesaikan permasalahan umat, justru menjadi alat bagi korporasi untuk mendapatkan keuntungan materi. Pernyataan sejenis dari wapres juga menegaskan bahwa orientasi pembangunan Pendidikan Tinggi bukanlah untuk menghasilkan intelektual yang menjadi tulang punggung perubahan menuju kemajuan dan menyelesaikan masalah masyarakat dengan ilmu dan inovasinya bagi kepentingan publik.

Namun Perguruan Tinggi hanya menjadi mesin pencetak tenaga terampil bagi kepentingan industri/kapitalis.

Pendidikan Tinggi dalam Sistem Islam

Islam telah menempatkan pendidikan sebagai kebutuhan bagi masyarakat dan menjadi tanggung jawab negara. Negara wajib menyediakan fasilitas pendidikan dan memberikan pendidikan terbaik bagi seluruh warga negara baik muslim maupun non muslim.

Akidah Islam menjadi dasar dalam menyusun kurikulum, sehingga akan tercetak intelektual yang faqih fiddin dan memiliki keterampilan saintek yang bermanfaat bagi umat.

Islam tidak menjadikan orientasi pendidikan hanya sekedar memenuhi kebutuhan pasar, tetapi menjadi tonggak lahirnya peradaban manusia yang gemilang.

Pembiayaan pendidikan akan ditanggung oleh Negara, karena begitulah Allah swt memerintahkan dan Rasulullah saw telah memberikan teladan. Pendidikan tidak akan berada dalam cengkraman korporasi, karena Negara akan hadir penuh membrikan pelayanan terbaiknya bagi rakyat.

Sejarah mencatat universitas pertama di dunia lahir dari rahim peradaban Islam. Para ilmuwan dan penguasa Muslim di era keemasan berhasil menciptakan sebuah terobosan penting dalam sejarah manusia dengan mendirikan universitas (jami’ah).

Pada masa itu, tak ada satu pun peradaban di muka bumi yang mengenal sistem pendidikan tinggi. Universitas alias jami’ah pertama yang lahir dari rahim peradaban Islam adalah Universitas Al-Qarawiyyin (Jami’ah Al-Qarawiyyin). Perguruan tinggi yang berada di kota Fez, Maroko itu didirikan pada tahun 859 M.

Guinness Book of World Records pada 1998 itu menempatkan Universitas Al-Qarawiyyin sebagai perguruan tinggi tertua dan pertama di seantero jagad yang menawarkan gelar kesarjanaan. Selain Universitas Al-Qarawiyyin, peradaban Islam pun mendirikan Universitas  Al-Azhar yang hingga kini masih tetap menjadi yang terbaik.[]

*Praktisi pendidikan

The post Linda Ariyanti, A.Md*: Pendidikan Tinggi Dalam Cengkraman Korporasi? appeared first on Radar Indonesia News.

]]>
https://www.radarindonesianews.com/2020/09/linda-ariyanti-a-md-pendidikan-tinggi-dalam-cengkraman-korporasi/feed/ 0
Disaksikan Bupati Subang, PT. Pertamina EP dan BPBD Tandatangani Kerjasama. https://www.radarindonesianews.com/2020/09/disaksikan-bupati-subang-pt-pertamina-ep-dan-bpbd-tandatangani-kerjasama/ https://www.radarindonesianews.com/2020/09/disaksikan-bupati-subang-pt-pertamina-ep-dan-bpbd-tandatangani-kerjasama/#respond Thu, 17 Sep 2020 09:02:00 +0000 https://www.radarindonesianews.com/?p=48951     RADARINDONESIANEWS.COM, SUBANG — Bupati Subang, Haji Ruhimat, atau yang biasa dipanggil Kang Jimat, mengikuti penandatanganan kerjasama antara PT Pertamina EP,

The post Disaksikan Bupati Subang, PT. Pertamina EP dan BPBD Tandatangani Kerjasama. appeared first on Radar Indonesia News.

]]>
 

 

RADARINDONESIANEWS.COM, SUBANG — Bupati Subang, Haji Ruhimat, atau yang biasa dipanggil Kang Jimat, mengikuti penandatanganan kerjasama antara PT Pertamina EP, dengan Badan penanggulangan bencana daerah Kabupaten subang, Tentang Penanganan Bencana Bersama di wilayah kerja PT pertamina EP Asset 3 Subang Field. Kamis, 17/09/2020

Kabag Kerjasama Setda Subang, Hari Rubiyanto S.STP., M.Si. menyampaikan “tujuan dari kerjasama tersebut adalah untuk saling menunjang dan mendukung kerja sama dalam pelaksanaan penanggulangan bencana bersama sebagai bentuk Corporate Sosial Responsibility (CSR) PT Pertamina EP”.

Perjanjian Kerjasama tersebut, dari pihak PT Pertamina EP, Diwakili oleh Bapak Djudjuwanto selaku Subang Field Manager, dan dari pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Subang diwakili oleh H. Hidayat selaku Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Subang.

Proses penandatanganan perjanjian kerjasama tersebut disaksikan langsung oleh Kang Jimat.

Dalam arahannya Kang Jimat menyampaikan “Atas nama pemerintah, saya mengapresiasi semua pihak yang terlibat pada kerjasama ini. Walaupun bencana merupakan hal yang tidak bisa diduga, setidaknya dengan adanya kerjasama ini bisa menemukan solusi akan penanggulangan bencana yang bisa terjadai kapan saja”. Ungkapnya

“Terlepas dari hak dan kewajiban yang harus dilakukan oleh suatu perusahaan, saya berharap kedepannya Pertamina bisa lebih terbuka. Karena kerjasama ini sangat membutuhkan koordinasi dan komunikasi”.

Ditambahkan ” saya menitipkan semoga kerjasama ini bisa menjadi berkah bagi masyarakat Subang, tentunya juga untuk Pertamina sendiri”.

Kang Jimat dalam kesempatan tersebut juga menyampaikan keluhan dari masyarakat terkait persediaan LPG di tiap-tiap kecamatan di Subang. Keluhan tersebut diterima oleh pihak PT Pertamina EP, yang nantinya akan disampaikan kepada Pertamina pusat dan diharapkan bisa membantu masyarakat Subang.(Suprianto)

The post Disaksikan Bupati Subang, PT. Pertamina EP dan BPBD Tandatangani Kerjasama. appeared first on Radar Indonesia News.

]]>
https://www.radarindonesianews.com/2020/09/disaksikan-bupati-subang-pt-pertamina-ep-dan-bpbd-tandatangani-kerjasama/feed/ 0
Bahas Kawasan RNI Bupati Subang Rapat Koordinasi dengan ATR/BPN https://www.radarindonesianews.com/2020/09/bahas-kawasan-rni-bupati-subang-rapat-koordinasi-dengan-atr-bpn/ https://www.radarindonesianews.com/2020/09/bahas-kawasan-rni-bupati-subang-rapat-koordinasi-dengan-atr-bpn/#respond Thu, 17 Sep 2020 08:46:30 +0000 https://www.radarindonesianews.com/?p=48948     RADARINDONESIANEWS.COM, SUBANG — Bupati Subang H.Ruhimat yang akrab dipanggil Kang Jimat menghadiri Rapat Koordinasi perihal kawasan RNI dengan ATR/BPN di

The post Bahas Kawasan RNI Bupati Subang Rapat Koordinasi dengan ATR/BPN appeared first on Radar Indonesia News.

]]>
 

 

RADARINDONESIANEWS.COM, SUBANG — Bupati Subang H.Ruhimat yang akrab dipanggil Kang Jimat menghadiri Rapat Koordinasi perihal kawasan RNI dengan ATR/BPN di ruang rapat segitiga, Pendopo Kabupaten.(Kamis 17/09/2020).

Selain membahas kawasan RNI dengan ATR/BPN, rapat ini juga membahas perihal usulan deliniasi rencana Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan atau LP2B serta usulan alih fungsi lahan pertanian.

Kang Jimat menyampaikan “sehubungan dengan rencana tersebut, pihaknya memanfaatkan perkembangan pelabuhan patimban Subang, tentunya wilayah yang dekat dengan pelabuhan akan diperluas usulan deliniasi wilayahnya lalu sisanya disebar untuk industri supaya masyarakat bisa dengan mudah mencari pekerjaan”.

“Selanjutnya dampak dari industri tentu saja akan terjadi urbanisasi, sehingga solusi yang dapat dilakukan dengan menambah pemukiman seperti perumahan. Adapun perihal air bersih di sekitar wilayah patimban, Bupati akan menyetujui investor Jepang yg akan melakukan penyulingan air laut menjadi air bersih untuk menunjang masyarakat sekitar”.imbuhnya

Kang Jimat beharap semoga semua yang terlibat senantiasa bekerja sesuai dengan tupoksinya masing-masing melaksanakan tugasnya agar tujuan kesejahteraan masyarakat bisa segera tercapai dan selesai dengan semestinya.

Pemerintah Daerah Kabupaten Subang akan mengajukan perbaikan RT/RW dengan memperhatikan perkembangan-perkembangan yang terjadi di Kabupaten Subang seperti adanya Proyek Strategis Nasional (pelabuhan patimban), dan gagasan kawasan rebana dari Gubernur Jawa Barat.(Suprianto/AR)

The post Bahas Kawasan RNI Bupati Subang Rapat Koordinasi dengan ATR/BPN appeared first on Radar Indonesia News.

]]>
https://www.radarindonesianews.com/2020/09/bahas-kawasan-rni-bupati-subang-rapat-koordinasi-dengan-atr-bpn/feed/ 0
Wabup Nias Serahkan Secara Simbolis Bantuan JPS Kabupaten Nias di Kecamatan Hiliduho https://www.radarindonesianews.com/2020/09/wabup-nias-serahkan-secara-simbolis-bantuan-jps-kabupaten-nias-di-kecamatan-hiliduho/ https://www.radarindonesianews.com/2020/09/wabup-nias-serahkan-secara-simbolis-bantuan-jps-kabupaten-nias-di-kecamatan-hiliduho/#respond Thu, 17 Sep 2020 07:35:21 +0000 https://www.radarindonesianews.com/?p=48945     RADARINDONESIANEWS.COM, NIAS – Hari kedua penyaluran Jaring Pengaman Sosial (JPS) Kabupaten Nias kepada warga berdampak Covid-19 digelar di Halaman Kantor

The post Wabup Nias Serahkan Secara Simbolis Bantuan JPS Kabupaten Nias di Kecamatan Hiliduho appeared first on Radar Indonesia News.

]]>
 

 

RADARINDONESIANEWS.COM, NIAS – Hari kedua penyaluran Jaring Pengaman Sosial (JPS) Kabupaten Nias kepada warga berdampak Covid-19 digelar di Halaman Kantor Kecamatan Hiliduho, Kamis (17/9).

Dipimpin langsung Wakil Bupati Nias, Arosokhi Waruwu, SH, MH tampak didampingi Sekretaris Dinas Sosial Kabupaten Nias, mewakili Kasat Pol PP Kabupaten Nias, mewakili Kadis Kominfo Kabupaten Nias dan para anggota tim lainnya.

Pada laporannya, Camat Hiliduho Taondrasi Mendrofa mengungkapkan jumlah penerima JPS Kabupaten Nias di wilayahnya.

“Di Kecamatan Hiliduho terdapat sebanyak 160 kepala keluarga yang menerima bantuan. Pada penyaluran ini, kami mengundang secara bertahap untuk menghindari kerumunan warga yang sekaligus bentuk penerapan protokol kesehatan,” ungkap Taondrasi.

Di akhir penyampaiannya, Camat mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah Kabupaten Nias.

“Atas nama masyarakat di Kecamatan Hiliduho, kami mengucapkan terimakasih kasih atas kepedulian Pemerintah Kabupaten Nias,” imbuhnya.

Pada kesempatan yang sama, dalam arahannya, Wakil Bupati Nias menjelaskan sumber bantuan yang disalurkan.

“Dampak Covid-19 telah kita rasakan langsung, untuk itu Pemerintah Kabupaten Nias mengambil bagian dalam membantu warganya yang mengalami dampak Covid-19 ini dengan membagikan bantuan JPS hari ini, saya harap bantuan ini dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan keluarga,” jelas Arosokhi Waruwu.

Lebih lanjut Wakil Bupati Nias mengajak warga Hiliduho untuk mematuhi protokol kesehatan.

“Dari informasi yang saya peroleh bahwa sudah ada 3 orang di wilayah ini yang terinfeksi Corona dan sekarang sudah sembuh. Untuk itu perlu untuk tetap menjaga kesehatan agar terhindar dari Covid-19 dengan mengikuti protokol kesehatan seperti menggunakan masker, cuci tangan, jaga jarak dan jaga kesehatan,” ajak Wabup.

Di akhir penyampaiannya Wabup minta warga Hiliduho agar giat bertani karena bertani dapat membantu tubuh kita tetap sehat.

Usai menyampaikan arahan dan bimbingan, orang nomor dua di Pemerintahan Kabupaten Nias itu menyerahkan bantuan JPS secara simbolis.

Reporter : Albert

The post Wabup Nias Serahkan Secara Simbolis Bantuan JPS Kabupaten Nias di Kecamatan Hiliduho appeared first on Radar Indonesia News.

]]>
https://www.radarindonesianews.com/2020/09/wabup-nias-serahkan-secara-simbolis-bantuan-jps-kabupaten-nias-di-kecamatan-hiliduho/feed/ 0
Noor Hidayah,SIP, MPA*: Membaca Ulang Sejarah, Adakah Jejak Khilafah di Nusantara? https://www.radarindonesianews.com/2020/09/noor-hidayahsip-mpa-membaca-ulang-sejarah-adakah-jejak-khilafah-di-nusantara/ https://www.radarindonesianews.com/2020/09/noor-hidayahsip-mpa-membaca-ulang-sejarah-adakah-jejak-khilafah-di-nusantara/#respond Thu, 17 Sep 2020 06:40:59 +0000 https://www.radarindonesianews.com/?p=48937   RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Indonesia adalah Negara dengan mayoritas penduduk beragama Islam. Tempat ibadah umat Islam ini mudah ditemukan, tidak hanya di

The post Noor Hidayah,SIP, MPA*: Membaca Ulang Sejarah, Adakah Jejak Khilafah di Nusantara? appeared first on Radar Indonesia News.

]]>
 

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Indonesia adalah Negara dengan mayoritas penduduk beragama Islam. Tempat ibadah umat Islam ini mudah ditemukan, tidak hanya di kota tapi sampai ke pelosok desa. Pondok pesantren juga banyak tersebar di berbagai daerah.

Indonesia pun menjadi penyumbang terbesar dalam jumlah jamaah haji yang berangkat ke tanah suci Mekah. Bahkan ada satu daerah yang mendapat keistimewaan untuk menerapkan aturan Islam dalam kehidupan publiknya, yaitu Aceh.

Namun, seberapa banyak orang Islam Indonesia yang memahami sejarah agamanya?

Tahukah mereka, dari mana keislaman yang ia dapatkan atau siapa yang pertama kali menyebarkan Islam di Indonesia? Pertanyaan ini penting dijawab, sebagaimana diketahui, salah satu fungsi sejarah adalah sebagai sumber pengetahuan. Sejarah merupakan media untuk mengetahui masa lampau, yaitu mengetahui peristiwa – peristiwa penting di masa lalu dengan perbagai permasalahannya.

Dari sejarah, manusia belajar berbagai cara untuk memecahkan problematika kehidupannya yang berguna baik di masa kini maupun masa mendatang.

Islam bukanlah agama dari Nusantara. Akar dan asal muasal agama masyarakat di Nusantara adalah Hindu, Budha, serta kaum penyembah batu dan roh nenek moyang. Islam sendiri berasal dari Arab dan merupakan agama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW.

Sampainya Islam di Nusantara tidak lain adalah karena dakwah; yang dapat tersampaikan karena adanya peran kekuasaan Islam yakni Khilafah. Mengapa?

Sebab misi utama Khilafah selain menerapkan hukum Islam adalah juga mengemban risalah Islam hingga ke seluruh penjuru alam. Sehingga menjadi sesuatu yang logis tatkala Islam mampu mengislamkan Nusantara secara massif hingga Raja Jawa dan sejumlah kerajaan Nusantara berkhidmat kepada Islam. Penduduknya memeluk Islam, sementara para raja menjadi bagian dari kekuasaan Islam. Hal ini tidak akan mungkin terjadi manakala Islam hanya disebarkan oleh kaum pedagang, sebagaimana umumnya anggapan masyarakat selama ini, bahwa Islam adalah agama yang dibawa pedagang Gujarat dari India.

Jika Islam dibawa para pedagang dari Gujarat atau wilayah lainnya, berarti upaya mendakwahkan Islam ini hanya upaya “sambilan”, sementara yang utama bagi para pedagang adalah berdagang. Mungkinkah, dakwah yang dibawa secara “sambilan” itu bisa menyebarkan Islam sedemikian rupa hingga muncul berbagai kesultanan di seantero Nusantara?

Bagaimana mungkin Kesultanan Cirebon (1430 – 1666), Kesultanan Demak (1500 – 1550), Kesultanan Banten (1524 – 1813), Kesultanan Pajang (1568 – 1618), Kesultanan Mataram (1586 – 1755), Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat, (1755-sekarang), Kasunanan Surakarta Hadiningrat (1755-sekarang) mendapat gelar kesultanan tanpa peranan Kekuasaan Islam?

Kehadiran para Wali (Walisongo) bukanlah sebagai pedagang biasa yang mencari kehidupan dunia melalui perniagaan sambil mengemban misi dakwah Islam. Hijrahnya para Wali dari daerah asalnya ke Nusantara adalah dalam rangka mengemban misi dakwah Islam. Adapun berniaga, hanyalah aktivitas tambahan untuk mencukupi kebutuhan.

Para Wali bukan hijrah ke Nusantara demi dunia, demi mencukupi kebutuhan nafkah. Akan tetapi, para wali mengemban misi dakwah Islam, misi pembebasan manusia dari penghambaan kepada makhluk menuju menghamba hanya kepada Allah SWT semata.

Dalam kitab Kanzul ‘Hum yang ditulis oleh Ibn Bathuthah yang kini tersimpan di Museum Istana Turki di Istanbul, disebutkan bahwa Walisongo dikirim oleh Sultan Muhammad I. Awalnya, ia pada tahun 1404 M (808 H) mengirim surat kepada pembesar Afrika Utara dan Timur Tengah yang isinya meminta dikirim sejumlah ulama yang memiliki kemampuan di berbagai bidang untuk diberangkatkan ke pulau Jawa.

Sehingga, Walisongo sesungguhnya adalah para dai atau ulama yang diutus khalifah di masa Kekhilafahan Utsmani untuk menyebarkan Islam di Nusantara. Dan jumlahnya ternyata tidak hanya sembilan (Songo). Ada 7 angkatan yang masing-masing jumlahnya sekitar sembilan orang. Memang awalnya dimulai oleh angkatan I yang dipimpin oleh Syekh Maulana Malik Ibrahim, asal Turki, pada tahun 1400 an. Ia yang ahli politik dan irigasi itu menjadi peletak dasar pendirian kesultanan di Jawa sekaligus mengembangkan pertanian di Nusantara. Seangkatan dengannya, ada dua Wali dari Palestina yang berdakwah di Banten yaitu Maulana Hasanudin, kakek Sultan Ageng Tirtayasa, dan Sultan Aliudin.

Jadi, masyarakat Banten sesungguhnya punya hubungan biologis dan ideologis dengan Palestina. Lalu ada Syekh Ja’far Shadiq dan Syarif Hidayatullah yang di sini lebih dikenal dengan sebutan Sunan Kudus dan Sunan Gunung Jati. Keduanya juga berasal dari Palestina. Sunan Kudus mendirikan sebuah kota kecil di Jawa Tengah yang kemudian disebut Kudus – berasal dari kata al-Quds (Jerusalem) (https://web.facebook.com/MuslimahNewsID)

Jelas, bahwa ada jejak Khilafah di Nusantara. Diantara bukti yang ada yaitu tersimpannya bendera Khilafah di Keraton Yogyakarta, sebagaimana dinyatakan oleh Sri Sultan Hamengkubuwono X dalam Kongres Umat Islam Indonesia ke-6 pada tahun 2015 di Yogyakarta.

Dalam pidato pembukaannya, Sultan HB X mengungkapkan bahwa “Pada 1479, Sultan Turki mengukuhkan R. Patah (sultan Demak pertama) sebagai Khalifatullah ing Tanah Jawa, perwakilan kekhalifahan Islam (Turki) untuk Tanah Jawa, dengan penyerahan bendera Laa ilaah illa Allah berwarna ungu kehitaman terbuat dari kain Kiswah Ka’bah, dan bendera bertuliskan Muhammadurrasulullah berwarna hijau. Duplikatnya tersimpan di Kraton Yogyakarta sebagai pusaka, penanda keabsahan Kasultanan Yogyakarta Hadiningrat wakil Kekhalifahan Turki” (https://republika.co.id).

Bukti lain yaitu adanya dua pucuk surat yang dikirimkan Maharaja Sriwijaya di tanah Syamatirah (Sumatera), penguasa di Nusantara yang masih beragama Hindu kepada Khalifah masa Bani Umayah. Surat pertama dikirim kepada Muawiyah dan surat kedua dikirim kepada Umar bin Abdul Aziz. Ditemukan dalam sebuah diwan (arsip) Bani Umayah oleh Abdul Malik bin Umair yang disampaikan kepada Abu Ya‘yub ats-Tsaqafi, yang kemudian disampaikan kepada Haitsam bin Adi. Al-Jahizh yang mendengar surat itu dari Haitsam menceritakan pendahuluan surat itu sebagai berikut:

“Dari Raja al-Hind yang kandang binatangnya berisikan seribu gajah, yang istananya terbuat dari emas dan perak, yang dilayani putri raja-raja, dan yang memiliki dua sungai besar yang mengairi pohon gaharu, kepada Muawiyah…”

Dalam literatur yang lain dijelaskan, sejak Islam masuk, Raja Sriwijaya Jambi bernama Srindravarman mengirim surat kepada Khalifah ‘Umar bin ‘Abdul ‘Aziz dari Khilafah Bani Umayah pada 100 H (718 M). Salah satu isi suratnya berbunyi,
“Dari Raja di Raja (Malik al-Amlak) yang adalah keturunan seribu raja; yang beristri juga cucu seribu raja; yang di dalam kandang binatangnya terdapat seribu gajah; yang di wilayahnya terdapat dua sungai yang mengairi pohon gaharu nan harum, bumbu-bumbu wewangian, pala, dan kapur barus yang semerbak wanginya hingga menjangkau jarak 12 mil; kepada Raja Arab yang tidak menyekutukan tuhan-tuhan lain dengan Tuhan. Saya telah mengirimkan kepada Anda hadiah, yang sebenarnya merupakan hadiah yang tak begitu banyak, tetapi sekadar tanda persahabatan. Dengan setulus hati, saya ingin Anda mengirimkan kepada saya seseorang yang dapat mengajarkan Islam kepada saya dan menjelaskan kepada saya tentang hukum-hukumnya.”

Ini adalah surat dari Raja Sri Indrawarman kepada Khalifah Umar bin Abdul Aziz yang baru saja diangkat menggantikan Khalifah Sulaiman (715-717 M). Surat kedua didokumentasikan Abd Rabbih (246-329/860-940) dalam karyanya, Al-Iqd al-Farîd. Potongan surat tersebut berisi sebagai berikut:

“Dari Raja Diraja…, yang adalah keturunan seribu raja… Kepada Raja Arab (Umar bin Abdul Aziz) yang tidak menyekutukan tuhan-tuhan lain dengan Tuhan. Saya telah mengirimkan kepada Anda hadiah, yang sebenarnya merupakan hadiah yang tak begitu banyak, tetapi sekadar tanda persahabatan. Saya ingin Anda mengirimkan kepada saya seseorang yang dapat mengajarkan Islam kepada saya dan menjelaskan kepada saya hukum-hukumnya.” (https://www.muslimahnews.com).

Bukti lain adanya jejak Khilafah di Nusantara adalah Sultan Ibrahim Aceh yang mengirim dua surat kepada Khalifah secara berturut-turut. Yang pertama dikirim pada tahun 1849 dan ditulis dalam bahasa Arab-Melayu, sedangkan yang kedua dikirim setahun kemudian yang ditulis dalam bahasa Arab fushha serta dilampirkan juga sebuah peta kepulauan dan jazirah Melayu, dan sebagian dataran India. Setelah pembukaan berisikan doa dan pujian dalam surat yang dikirim tahun 1850, Sultan Ibrahim menulis, yang artinya “Saya istimewakan dengan semua itu Hadarat Sultan yang agung dan Khaqan yang besar; Pewaris Khilafah, Kesultanan dan Kerajaan; Sultan orang-orang Arab, ‘Ajam dan Turki; Pembela panji-panji keagamaan; Penghancur orang-orang yang bersikap keras kepala terhadap Agama Muhammad; Pembela Iman dan Islam; Pembentang hamparan kedamaian dan keamanan, Hadarat yang Berbahagia Tuan kami Sultan ‘Abdul Majid Khan; semoga Allah mengekalkan kerajaan dan kesultanannya, menjadikan segenap penjuru dunia sebagai kerajaan dan wilayahnya, dan semoga senantiasa panji keadilannya yang bertebaran kekal abadi sampai dengan hari dibangkitkan, amin.” (http://jejakislam.net)

Selanjutnya, sejumlah kesultanan di Nusantara juga telah bersekutu dengan Kekhalifahan Turki Utsmaniyah, seperti Kesultanan Buton, Sulawesi Selatan. Salah satu Sultan Buton, Lakilaponto, dilantik menjadi “Sultan” dengan gelar Qaim ad-Din yang memiliki arti “penegak agama”, yang dilantik langsung oleh Syekh Abdul Wahid dari Makkah. Sejak itu, Sultan Lakiponto dikenal sebagai Sultan Marhum. Penggunaan gelar “Sultan” ini terjadi setelah diperoleh persetujuan dari Sultan selain di Buton, di barat pulau Jawa yaitu Banten yang sejak awal memang menganggap dirinya sebagai kerajaan Islam, dan tentunya termasuk Dar al-Islam yang ada di bawah kepemimpinan Khalifah Turki Utsmani di Istanbul.

Sultan Ageng Tirtayasa mendapat gelar sultan dari syarif Makkah. Pada akhir abad ke-20, Konsul Turki di Batavia membagi-bagikan Alquran atas nama Sultan Turki.

Di Istanbul, dicetak tafsir Alquran berbahasa Melayu karangan Abdur Rauf Sinkili dengan tertera: “Dicetak oleh Sultan Turki, Raja seluruh orang Islam.”
Sultan Turki juga memberikan beasiswa kepada empat orang anak keturunan Arab di Batavia untuk bersekolah di Turki. Turki Utsmani juga mengamankan rute haji dari wilayah sebelah barat Sumatra dengan menempatkan angkatan lautnya di Samudra Hindia. (https://www.muslimahnews.com).

Iniah beberapa bukti yang menunjukkan adanya hubungan yang dekat antara beberapa kesultanan di Nusantara dengan Khilafah.

Jadi selain wajib bersyukur kepada orang tua atau kakek buyut, masyarakat Indonesia wajib bersyukur atas adanya aktivitas dakwah dan Khilafah yang menyebabkannya beragama Islam; yang mengalihkan kehidupan dari penyembahan kepada berhala menuju penghambaan hanya kepada Allah SWT; yang membawa manusia dari kegelapan menuju cahaya.[]

The post Noor Hidayah,SIP, MPA*: Membaca Ulang Sejarah, Adakah Jejak Khilafah di Nusantara? appeared first on Radar Indonesia News.

]]>
https://www.radarindonesianews.com/2020/09/noor-hidayahsip-mpa-membaca-ulang-sejarah-adakah-jejak-khilafah-di-nusantara/feed/ 0
HUT ke-65 Polantas, Anggota Satlantas Polres Cianjur Bagi-bagi Masker https://www.radarindonesianews.com/2020/09/hut-ke-65-polantas-anggota-satlantas-polres-cianjur-bagi-bagi-masker/ https://www.radarindonesianews.com/2020/09/hut-ke-65-polantas-anggota-satlantas-polres-cianjur-bagi-bagi-masker/#respond Thu, 17 Sep 2020 05:58:15 +0000 https://www.radarindonesianews.com/?p=48934     RADARINDONESIANEWS.COM, CIANJUR — Polres Cianjur Polda Jawa Barat – Satuan Lalu Lintas Polres Cianjur, Polda Jawa Barat, memperingati haru ulang

The post HUT ke-65 Polantas, Anggota Satlantas Polres Cianjur Bagi-bagi Masker appeared first on Radar Indonesia News.

]]>
 

 

RADARINDONESIANEWS.COM, CIANJUR — Polres Cianjur Polda Jawa Barat – Satuan Lalu Lintas Polres Cianjur, Polda Jawa Barat, memperingati haru ulang tahun ke-65 Polantas dengan cara membagikan masker kepada pengendara yang melintas di wilayah hukumnya, Kamis (16/9/2020).

Kapolres Cianjur, AKBP Mochamad Rifai, melalui Kasat Lantas, AKP Meilawaty mengatakan, pembagian masker tersebut, sebagai bentuk kampanye agar masyarakat patuh terhadap protokol kesehatan.

Khususnya, ketika berada di luar rumah atau beraktivitas di luar. “Kami kampanyekan penggunaan masker di wilayah Polres Cianjur,” ujar AKP Meilawaty

Ia berharap, masker yang dibagikan ini bisa bermanfaat bagi masyarakat.
Agar, tidak terjaring operasi masker atau razia yustisi dengan alasan masker dicuci atau tidak punya. Sebab, ia ingin warga di wilayah hukumnya tetap mematuhi protokol kesehatan.

Seperti menggunakan masker, menjaga jarak dan mencuci tangan, “Marilah kita patuhi protokol kesehatan dengan gunakan masker, karena virus ini bisa menyerang siapa saja tidak pandang bulu,” ucapnya.

Terakhir, Kasat Lantas juga mengimbau kepada masyarakat maupun pengguna kendaraan agar patuh terhadap rambu lalu lintas di wilayah hukumnya.
Sebab, kecelakaan kerap terjadi diawali karena pelanggaran lalu lintas.

“Keselamatan adalah hal utama. Karena anak dan istri atau keluarga menunggu di rumah. Jadi sayangilah nyawa anda dan tetap tertib berlalu lintas,” jelas dia. [Angga]

The post HUT ke-65 Polantas, Anggota Satlantas Polres Cianjur Bagi-bagi Masker appeared first on Radar Indonesia News.

]]>
https://www.radarindonesianews.com/2020/09/hut-ke-65-polantas-anggota-satlantas-polres-cianjur-bagi-bagi-masker/feed/ 0