by

Fitriani, S.Hi: Mengapa Harus Khilafah?

-Opini-61 views

 

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA — Hari ini kata Khilafah bukan sesuatu hal yang asing lagi . Karena sudah sangat sering didengar. Terlepas dari positif atau negative nya pandangan terhadap Khilafah, yang jelas pembahasan mengenai Khilafah hari ini menjadi viral bahkan telah menjadi trending topic yang setiap hari terus dibahas dan diperbincangkan.

Bahkan para pejabat negeri ini pun sudah sering menggunakan kata khilafah. Tinggal lagi meluruskan makna Khilafah yang sesungguhnya bagaimana dalam pandangan Islam, sehingga orang-orang yang menganggap negative bisa memahami bahwa Khilafah adalah bagian dari ajaran Islam yang pernah ada dan pernah diterapkan selama ribuan tahun lamanya dari masa Khulafaur Rasyidin hingga kepemimpinan terakhir bani Utsmani 3 maret 1924.

Khilafah adalah satu satunya institusi negara yang mampu menerapkan syariah Islam secara kaffah dalam seluruh aspek kehidupan. Sebagian orang yang gagal paham tentang Khilafah, sehingga menganggap Khilafah sebagai monster menakutkan yang memecah belah persatuan umat. Khilafah dianggap berbahaya sehingga harus dimusnahkan dan ditolak seperti menolak pemahaman liberalisme, radikalisme serta komunisme.

Termasuk upaya mereka yang gagal faham dengan Khilafah ini berusaha membuat RUU Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) namun arahnya justru mensejajarkan Khilafah dengan ajaran Komunisme dan leninisme sehingga menganggap Khilafah bertentangan dengan pancasila.

*Apa Sebenarnya Khilafah?*

Menurut Imam Ibnu Khaldun :
“Telah kami jelaskan hakikat kedudukan ini (Imamah), dan bahwa kedudukan ini adalah pengganti dari Shahibusy Syari’ah [Rasululah SAW] dalam pemeliharaan agama dan pengaturan dunia dengan agama. Dia disebut Khilafah atau Imamah, dan pelaksananya disebut Khalifah atau Imam. *(Muqaddimah, hlm. 190.)*

Menurut Imam Mawardi (w. 450 H/1058 M) :

“Imamah (Khilafah) itu ditetapkan sebagai pengganti kenabian dalam pemeliharaan agama dan pengaturan urusan dunia dengan agama. *(Al Ahkamus Sulthaniyyah, hlm. 5.)*

Menurut Imam Taqiyuddin An Nabhani (w. 1977 M) :

الخلافة هي رئاسة عامة للمسلمين جميعا في الدنيا لإقامة أحكام الشرع الإسلامي وحمل الدعوة الإسلامية إلى العالم

“Khilafah adalah suatu kepemimpinan umum bagi kaum muslimin seluruhnya di dunia untuk menegakkan hukum-hukum Syariah Islam dan mengemban dakwah Islam ke seluruh dunia. *(Al Syakhshiyyah Al Islamiyyah, Juz 2 hlm. 13.)*

H. Sulaiman Rasyid (Rektor IAIN Lampung, w. 26 Januari 1976), menjelaskan bahwa al Khilafah ialah suatu susunan pemerintahan yang diatur menurut ajaran agama Islam, sebagaimana yang dibawa dan dijalankan oleh nabi Muhammad Saw semasa beliau hidup, dan kemudian dijalankan oleh Khulafaur Rasyidin. Kepala negaranya dinamakan ‘KHALIFAH”,  *(Fiqh Islam, hlm 494.)*

Inilah beberapa defenisi Khilafah yang diungkapkan oleh para ulama. Jika kita lebih cemerlang dalam berfikir maka akan kita temukan bahwa Khilafah adalah bagian dari ajaran Islam yang telah dibahas didalam kitab2 para ulama terdahulu.

Bahkan banyak sekali dalil2 yang menyebutkan tentang kewajiban menegakkan Khilafah. Diantaranya : QS al-Mâidah [5]: 48, 49 dan 50; an-Nisâ’ [4]: 59, 60, 65; al-Ahzab [33]: 36; al-Hasyr [59]: 7, di dalam Assunnah dan ijmak shahabat juga dsebutkan “Ketahuilah juga bahwa para sahabat telah berijma’ bahwa mengangkat Imam setelah berakhirnya zaman kenabian adalah wajib, bahkan mereka menjadikannya kewajiban paling penting karena mereka menyibukkan diri dengannya dengan menunda penguburan Rasulullah.”
*(Imam Ibn Hajar Haitami, Ash Shawaiqul Muhriqah, h. 7)*

Khilafah juga Wajib Berdasarkan al-Qaidah Syar’iyyah

ما لا يتم الواجب إلا به فهو واجب

“Suatu kewajiban yang tidak terlaksana kecuali dengan sesuatu, maka sesuatu itu wajib pula hukumnya.”

Syariah tidak bisa diterapkan secara sempurna tanpa khilafah, maka keberadaan khilafah menjadi wajib!. Maka Keberadaan Khilafah menjadi pasti adanya, bahkan kalau ditanya mengapa harus Khilafah? Karena Khilafah merupakan tuntutan Akidah dan Syari’at Islam.

Sehingga sebagai seorang Muslim kita wajib menerapkan hukum-hukum Islam dalam seluruh aspek kehidupan sebagai konsekuensi Iman kita karena itu adalah perintah Allah. Dan hanya dengan sistem KHILAFAH seluruh hukum-hukum Islam dapat diterapkan.

Khilafah juga akan memberikan kesejahteraan kepada rakyat. Melalui kebijakan ekonomi Islam yang diterapkan akan menjamin kebutuhan pokok (sandang, pangan, papan) setiap individu rakyat. Pendidikan, kesehatan, keamanan, dan transportasi yang merupakan kebutuhan vital rakyat pun diperoleh dengan biaya murah, bahkan bisa gratis.

Sebab, kekayaan alam seperti emas, minyak, gas, hutan adalah milik umum yang hasilnya diberikan kepada rakyat dan tidak akan memberikan hak kepada individu untuk menguasainya seperti yang terjadi pada sistem Kapitalis saat ini. Apalagi ditengah wabah dan pandemik seperti saat ini negara akan hadir sepenuhnya untuk meriayah rakyat dengan sempurna.

Khilafah juga Menjamin Keamanan Rakyat. Sistem Khilafah tidak akan melahirkan pemimpin yang memiliki kepentingan dengan para penjajah sehingga mengabaikan keamanan Rakyatnya. Khilafah juga akan Menjaga Pertahanan dan Persatuan Negeri-negeri Islam.

Tidak akan membiarkan Negara penjajah menguasai Negeri-negeri Islam baik wilayahnya ataupun sumberdaya yang ada di dalamnya. Selain itu Khilafah akan Memuliakan dan Menjaga Kehormatan Wanita. Sistem Khilafah tidak akan membiarkan wanita dipandang rendah seperti yang terjadi saat ini dalam sistem Kapitalis yang menjadikan wanita sebagai komoditi ekonomi, wanita dipekerjakan bahkan tak sedikit wanita yg dipaksa memamerkan auratnya untuk menarik perhatian pembeli.

Di dalam negara Khilafah hak-hak orang yang lemah dan Non Muslim juga akan dilindungi. Sistem Khilafah menjamin hak-hak setiap warganya termasuk Non Muslim, ini terbukti dalam sejarah selama 13 Abad warga non Muslim yang hidup di negara Khilafah tidak pernah ada yang mengalami diskriminasi seperti yang terjadi kepada warga Muslim di negara” kafir saat ini.

Kemudian Khilafah akan Menyabarluaskan Islam Sebagai Agama Rahmatan Lil’alamin. Hanya sistem Khilafah yang dapat menopang Dakwah Islam ke seluruh dunia sehingga Islam Rahmatan Lil’alamin akan terwujud nyata.

Dalam sejarah dunia dengan sistem khilafah lah Islam menjadi mercusuar peradaban dunia dikala peradaban eropa yang saat itu sedang dalam kondisi gelap gulita.

Dengan sistem khilafah Islam dapat tersebar ke seluruh dunia melalui metode dakwah dan jihad. Sehingga dunia yang pada saat itu dalam kondisi kejahiliyahan menjadi terang benderang oleh Islam hingga Islam sampai ke bumi nusantara.

Apabila kita mengenal khalifah maka seharusnya juga kenal khilafah karena khalifah dan khilafah adalah satu kesatuan yang tidak terpisahkan. Tidak ada seorang khalifah tanpa diterapkannya sistem khilafah dan tidak ada sistem khilafah tanpa dipimpin seorang khalifah. Sehingga Khalifah sebagai pemimpinnya sedangkan Khilafah adalah institusi yang dipimpinnya.

Khilafah bukanlah sesuatu yang harus ditakuti sehingga menganggap harus ditolak dan dimusnahkan karena bertentangan dengan pancasila, karena realitasnya Khilafah adalah bagian dari ajaran Islam sehingga harus diperjuangkan agar dapat diterapkan kembali setelah keruntuhannya pada tahun 1924.

Sungguh kasihan apabila ada yang gagal paham bahwa khilafah sebagai ancaman yang memecah persatuan umat.

Maka sangat aneh apabila ada individu muslim yang menolak dan membenci khilafah. Bahkan Khilafahlah yang akan mewujudkan kehidupan yang aman, tenteram.

Maka jangan sampai kita gagal faham tentang Khilafah, Mari mengkaji Khilafah dengan pikiran jernih karena hanya dengan Khilafah hidup berkah dapat kita wujudkan. Wallahu`alam bisshawab.[]

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

13 + 10 =

Rekomendasi Berita