Gangster Masih Bikin Resah

Opini241 Views

 

Oleh : Syaila Nuraini, Mahasiswi STEBIS Bina Mandiri, Cileungsi

_________

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA — Sungguh meresahkan, masih banyak gangster merajalela di sekitar kita. Mereka bahkan sedang merekrut anggota baru. Salah satu persyaratan masuk gangster adalah dengan membacok acak siapa pun yang mereka temui di jalan.

Informasi dari masyarakat sekitar telah terjadi 8 korban dibacok tanpa sebab. Tidak bisa dibayangkan ada orang sekejam itu dan membuat resah masyarakat khususnya para pejuang nafkah yang pulang pergi di malam hari.

Pelaku gangster umumnya adalah anak- anak muda. Mereka mengaku tidak memiliki tujuan, hanya menjadikan sebagai wadah gaya- gayaan, maupun sok jagoan. Anggota geng terkadang adu jatos dengan anggota geng lain hanya untuk menentukan siapa yang terkuat, tetapi tidak menghasilkan apa- apa.

Anak- anak yang bergabung dengan gangster mulai dari SMP- SMA. Mereka ingin terlihat kuat dan tidak ada yang berani mengganggunya. Padahal nyali mereka sebenarnya nol besar. Selain anak sekolah, banyak anggota gangster yang tidak memiliki pekerjaan alias menganggur. Alasan mereka bergabung dengan gangster untuk menghabiskan waktu dan menjadi sok jagoan.

PLT Kabupaten Bogor Iwan Setiawan telah mengambil tindakan yaitu mengarahkan 40 Camat untuk memperketat keamanan di wilayah Kabupaten Bogor. Saat ini Kabupaten Bogor dalam status siaga gangguan gangster.

Status siaga itu ditetapkan karena banyak kelompok pemuda yang konvoi naik sepeda motor dan mengacungkan senjata tajam. PLT Kabupaten Bogor menghimbau orang tua untuk lebih memperhatikan anak- anaknya supaya tidak menjadi korban apalagi terlibat gangster atau tawuran.

Polres Bogor telah menangkap 5 remaja penganiayaan di Parung. Kepolisian juga memburu ketua gangster maupun administrator pengunggah konten di media sosial yang meresahkan warga Kabupaten Bogor. (tempo.com)

Akan tetapi kebijakan yang dilakukan pemerintah Kab. Bogor ternyata belum mampu menuntaskan persoalan gangster. Sebab, perilaku gangster itu lahir dari para pemuda yang tidak memiliki pemahaman tingkah laku yang baik. Mereka tidak bisa membedakan perilaku baik dan buruk, apalagi dosa dan pahala.

Hal ini disebabkan minimnya pemahaman agama di kalangan anak muda. Sehingga menjerumuskan pada perilaku tidak terpuji bahkan sampai merugikan orang lain. Oleh karenanya, pemerintah perlu membina para pemuda dengan memperbanyak kajian-kajian Islam di daerah Bogor agar pemuda mengenal Islam sebagai aturan kehidupan. Selain itu, kajian keislaman akan makin meningkatkan iman dan takwa sehingga pemuda akan takut berbuat dosa.

Terlebih lagi gangster menurut Islam adalah bughat yang artinya gerombolan (pemberontak) dengan menggunakan kekerasan bersenjata. Dalam Islam, bughat sangat dilarang karena merupakan perbuatan yang membuat masyarakat menjadi resah.

Dalil-dalil pembahasan bughat adalah surat Al – Hujurat ayat 9. Dan menurut pandangan ulama, bughat itu haram dan sanksinya di hukum mati.

Seharusnya generasi bangsa tidak mencoba hal negatif yang membuat rugi diri sendiri dan orang lain. Masih banyak hal yang positif untuk kita lakukan anak muda. Misalnya, menjadi orang yang bermanfaat untuk sekeliling kita. Kita ini generasi bangsa, calon pemimpin negeri ini.

Bangsa kita ke depan adalah cerminan anak muda sekarang. Kalau anak muda nya perilakunya ugal-ugalan, apa jadinya bangsa ini nanti?[]

Comment