by

Habib Muchsin: Ahok Gunakan Al-Maidah Bukan Untuk Melawan Politisi Busuk

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Selain Habib Novel Chaidir Hasan Bamukmin, sidang penistaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaya Purnama alias Kokoh Ahok, juga menghadirkan Habib Muchsin Al-Attas. Dia merupakan saksi pelapor kedua yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum ke hadapan Majelis Jakim di auditorium Kementan, Jakarta Selatan, Selasa (3/1/2017).

Dalam kesaksian, Habib Muhsin menjelaskan tentang surat Al-Maidah ayat 51, yang disebut terdakwa telah membohongi umat Islam. “Intinya kita tidak keluar dari surat Al Maidah ayat 51, bahwa Ahok mengatakan umat Islam dibohongi surat Al Maidah ayat 51,” kata Habib Muchsin, usai memberikan keterangan di persidangan.

Dikatakan, sebagai saksi dia telah memberikan bukti tambahan kepada Majelis Hakim berupa buku. “Sebagai saksi saya memberikan buku di pengadilan yang berjudul ‘Merubah Indonesia’. Buku itu merupakan biografi Ahok yang menyebutkan hal yang sama,” katanya.

Ketua DPD FPI DKI Jakarta itu mengatakan, ternyata Koh Ahok ini berulang kali menggunakan ayat surat Al Maidah untuk kepentingan politiknya. Karena yang bisa menjelaskan ayat tersebut adalah orang yang mumpuni seperti ulama, Kiai, Habib.

“Ada apa kok dia membahas surat itu? Sudah itu, kunjungannya ke pulau Pramuka, Kepulauan Seribu dia menyebut umat Islam sudah dibohongi pakai Surat Al-Maidah. Tetapi yang dia sampaikan terkait Pilgub DKI,” katanya.

Kuasa hukum terdakwa Ahok, kata Muchsin, disebutkan bahwa surat Al-Maidah itu digunakan untuk melawan politisi busuk. “Mereka merasa bahwa surat Al Maidah digunakan melawan politisi-politisi yang busuk. Saya katakan, dia (Ahok) tidak menyebutkan lawan politik di Kepulauan Seribu, tetapi jangan mau dibohongi surat Al Maidah. Kecuali kalau dia sebutkan, ini surat untuk lawan politik busuk, itu boleh. Kenapa saya melaporkan dia? Dia menghina Alquran,” imbuhnya. (yud/TB)

Comment