by

Hamsia: Kaum Muslim Teraniaya, Khilafah Solusinya

Hamsia

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Dua materi sayap kanan Israel mendesak agar pengeboman ke jalur Gaza di tingkatkan setelah serangan udara balasan terhadap roket Hamas. Menteri Pendidikan Israel Naftali Bennett, dan Menteri Kehakiman Ayelet Shaked, keduanya dari partai sayap kanan Hayemin Hehadash, menyerukan militer Israel untuk meningkatkan serangannya terhadap kantong Gaza yang dikepung, di kutip dari Middle East Monitor, 26 maret 2019. 

Haaretz  melaporkan, serangan udara balasan di kerahkan ke target Hamas di Jalur Gaza menghantam ibu kota Israel pada senin kemarin. Tujuh orang Israel di laporkan terluka setelah sebuah roket dari Gaza menghantam utara Tel Aviv pada senin dini hari. Serangan ini memaksa PM Benjamin Netanyahu  mempersingkat kunjungannya ke AS dua hari. Bennett menyebut gencatan senjata yang di tengahi Mesir memalukan. Dia akan melakukan apapun agar gencatan senjata tidak terwujud.
“Tidak ad negara yang tidak akan membalas roket yang menyerang warganya dan tidak ada negara di dunia di mana darah warganya di abaikan seperti yang kita telah saksikan dalam beberapa hari terakhir,” ungkap Bennett. Sementara Ayellet Shaked juga menggunakan krisis yang sedang berlansung di Gaza sebagai kesempatan untuk menyuarakan pendapatnya.
“Hamas sama sekali tidak takut pada kita,” katanya kepada surat kabar Israel sayap kanan Arutz Sheva.
“Fakta bahwa ada roket yang di tunjukan ke seluruh negara Israel tanpa halangan adalah sesuatu yang tidak boleh kita terima.”
Shaked juga mengkritik langkah Netanyahu terhadap Gaza terlalu lemah. Kritik terhadap pendekatan Netanyahu  ke Jalur Gaza telah menjadi topik faforit politisi sayap kanan untuk bebarapa waktu. Pada bulan November, perbedaan pendapat yang sama menyebabkan Menteri Pertahanan Avigdor  Lieberman mengundurkan diri dan memaksa Netanyahu untuk mengambil ahli kendali.
Belum lama tragedi berdarah di New Zealand,  belum sembuh duka,  kaum muslim kembali  menaggung luka, apa yang menimpa kaum muslim di Mali Tengah bukan sesuatu yang baru. Serangan demi serangan yang sangat keji mereka lancarkan terhadap kaum muslim, ratusan ribu bahkan jutaan nyawa kaum muslim yang menjadi korban pembantaian di Suriah, Irak, Palestina, Uiyghur, Miyammar, dan baru saja terjadi di New Zealand serta yang lainnya. Membuat hati sangat tersakiti, kita hanya bisa mengelus dada dan mendoakan saudara-saudara muslim kita. apalagi jika kita melihat wanita dan anak-anak juga menjadi korban ke biadaban tentara-tentara kafir penjajah.
Kapitalisme Nasionalisme Akar Masalahnya
Apa yang terjadi pada muslim di seluruh dunia? Di China mereka di tempatkan di kampung-kampung konsentrasi, di Myanmar mereka di bantai secara massal, di India mereka telah menjadi sasaran program sistematis, di Palestina bersama orang-orang Israel mereka di bunuh setiap hari, di Eropa dan Amerika Serikat mereka harus tunduk pada meningkatnya dominasi dan penganiayaan.
Nasib umat Islam di tanah air sendiri tidak terlalu cerah. Dari satu ujung dunia, muslim ke dunia muslim berikutnya, umat Islam khususnya di Iran, Suriah, Mesir, dan Arab Saudi, hidup di bawah rezim tirani, diktator yang kejam, juga militer yang kejam, dan hak asasi mereka langgar.
Hal ini, belum ad upaya yang berhasil di lakukan oleh negara-negara di dunia dalam menyelesaikan permasalahan umat Islam saat ini, terutama di negara-negara muslim, sedikitnya respon negara muslim semakin memperkuat argumen bahwa dunia dan pemimpin Islam akan tetap bungkam dan tertekan ketika hendak melakukan pembelaan. Dan upaya negara Barat berhasil dalam strateginnya di mana paham nasionlisme yang di sampaikan kepada negara-negara muslim yang sudah terpecah belah menjadi negeri-negeri muslim yang kecil, sejak runtuhnya Khilafah 3 maret 1924. Membatasi ruang gerak mereka untuk  bersatu kemudian melawan kezaliman yang terjadi pada umat Islam. 
Sesungguhnya pemusnahan muslim yang terus berkembang tidak di ragukan lagi di sebabkan munculnya Islamfobia di AS dan Eropa yang berakar pada kebencian historis terhadap Islam dan muslim dalam konteks negara Barat. Dan ketakutan dan kebenciaan terhadap umat Islam meluas secara global.
Inilah buruknya sistem Demokrasi yang telah di jajakan negara Barat ke negeri-negeri Islam, yang terus melahirkan kerusakan karena ideologi yang di embangnya adalah kapitalisme yang terus melenakan dan melemahkan pemimpin negara. Sejatinya umat Islam akan terus merasakan dampak kekerasan, selama sistem kufur masih terus di terapkan di berbagai dunia.
Kembali  Pada Sistem Islam
Peumpamaan “orang-orang mukmin dalam berkasih sayang dengan sesama mereka seperti satu tubuh. Jika salah satu anggota tubuh sakit, maka seluruh tubuh akan merasakan baik (sakit) demam dan bisa tidur.” (HR. Bukhari-Muslim).
Dan tidak tahukah mereka bahwa kaum muslim mempunyai tanggung jawab terhadap kaum muslim yang lain? “Barang siapa yang bangun di pagi hari dan tidak memperdulikan urusan kaum muslimin maka dia tidak termasuk bagian dari mereka (kaum muslimin). (HR. Al –Hakim dari Ibnu Mas’ud).
Meskipun demikian, tak ada satupun pemimpin Dunia Islam yang merespon penderitaan umat. para pemimpin umat hanya menjadi macan kertas. Hanya melakukan gertak sambal berisi kecaman kosong. Apakah mereka tidak malu pada remaja ingusan yang berani menghinakan senator Australia yang fasis membenci Islam? 
Padahal remaja itu Non muslim dan dia tidak punya kekuasaan sebagaimana para penguasa muslim.
Padahal Allah SWT tegas berfirman “karena itu siapa saja yang menyerang kalian, maka seranglah dia, seimbang dengan serangannya terhadap kalian (TQS Al Baqarah 194).
Dan sudah saatnya umat membutuhkan pemimpin yang sanggup melindungi dan membela saudara-saudara muslim kita yang terzolimi. Dan bersama-sama berjuang dalam menerapkan Izzul Islam dengan menerapkan sistem Islam di seluruh aspek kehidupan dalam bingkai Daulah Khilafah. Karena hanya dengan inilah 1,5 miliar umat islam bisa bersatu dan menjadi kuat, karena sejatinya umat butuh khilafah yang di pimpin seorang Imam/ khalifah, yang akan menjadi perisai yang melindungi dan menghukum siapa saja yang berani menzolimi/ menganiaya saudara-saudara muslim kita.  Wallahu a’lam bishawab.[]

Penulis adalah ibu rumah tangga

Comment

Rekomendasi Berita