by

Karakter dan Pribadi Unik Sang Presiden Nelson Mandela

 

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA — Mandela lahir di sebuah kampung bernama Transkei,  Afrika Selatan. Saat menjalankan misi Apartheid, Nelson pun sempat mendekam di jeruji besi hampir 27 tahun lamanya.

Tak lama setelah terpilih sebagai Presiden Afsel 1994-1999 Nelson Rolihlahla Mandela yang lebih dikenal dunia dengan Nelson Mandela itu mengajak para pengawalnya berkeliling kota.

Dalam perjalanan tersebut, Nelson bersama para pengawal itu singgah di sebuah restoran dan tanpa meminta perlakuan khusus, dia meminta makanan untuk disantap bersama rombongan.

Di saat bersamaan, di sudut paling pojok meja ada seorang lelaki yang sedang duduk menunggu pesanannya.

Nelson pun meminta pengawalnya untuk mengajak lelaki tersebut untuk bergabung di mejanya, pria itu kemudian dipersilakan duduk tepat di samping sang Presiden, Nelson Mandela.

Hidangan sudah lengkap, Nelson dan rombongan siap menyantap, termasuk lelaki yang berada di sampingnya.

Namun lelaki itu tampak aneh dengan wajah penuh keringat dingin dan tangan bergetar. Dia tak sanggup menyantap makanan yang sudah berada di hafapannya kecuali beberapa teguk air.

“Tampaknya anda sakit, biar kami bawa ke rumah sakit”,  kata pengawal Nelson Mandela kepada lelaki yang semakin tampak bingung.

Nelson diam sampai selesai makan, pengawal semakin bingung melihat kondisi lelaki tersebut hingga dipersilakan kembali ke meja nya semula.

Kata Nelson kepada pengawal,
“dia tidak sakit, keringat yang keluar dan tangan yang gemetar bukan karena sakit. Dia lah sipir yang dulu menyiksa saya ketika saya dipenjara di ruang isolasi. Pernah ketika saya meminta air darinya, dia malah mengencingi kepala saya.

“Jadi dia gemetar karena takut akan pembalasan saya. Tapi saya tidak akan membalasnya. Dendam bukanlah akhlak saya. Karena dendam tidak dapat membangun negara, tapi memaafkan selalu menjadi jalan menuju kebangkitan sebuah bangsa.”ujar NelsonMandela.[]

Foto/channel4.com, Reuters

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

two − 1 =

Rekomendasi Berita