by

Kaum Pelangi Semakin Tumbuh Mewarnai Bumi

-Opini-126 views

 

 

Oleh Lilis Sulistyowati, S.E, Pemerhati Sosial

__________

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA– Delapan November 2021 menjadi sejarah bagi kaum LGBT di Banyuwangi, pasalnya mereka yang selama ini dianggap kaum minoritas saat ini mendapatkan dukungan untuk bisa memiliki ruang dan mendapatkan hak yang sama dalam bidang kesehatan dan kesejahteraan sosial. Komunitas ini menggelar dialog dan diskusi advokasi tentang Hak Asasi Manusia di Hedon Cafe dan Resto Banyuwangi Senin (8/11/2021). (timesindonesia.com)

Andy yang merupakan ketua Pelangi Laros menyampaikan bahwa, “Dialog dan diskusi advokasi tersebut merupakan program dari jaringan GAYa Nusantara sebuah organisasi gay di Indonesia yang terbuka dan bangga akan jati dirinya serta tidak mempermasalahkan keragaman seks maupun gender “. (times.indoneaia.com)

Hal ini merupakan suatu gebrakan baru bagi kaum LGBT untuk mewarnai kehidupan sosial di Banyuwangi. Lalu apakah yang akan terjadi ketika kaum pelangi ini semakin eksis di muka bumi ini?

Antara Hidup dan Realita

Sungguh ironi kehidupan yang terjadi saat ini, di mana sesuatu yang tidak sesuai dengan fitrah manusia dijadikan sebagai sesuatu yang biasa dan benar.

Tujuan penciptaan laki – laki dan perempuan adalah untuk melestarikan jenis yakni agar mereka tetap ada di muka bumi ini dan selalu ada generasi penerus untuk melanjutkan generasi – generasi sebelumnya.

Tuhan pun menciptakan manusia tidak hanya satu jenis saja, tumbuhan dengan satu jenis dan satu warna saja, akan tetapi semua beragam dan membentuk sebuah keindahan. Begitu pula manusia diciptakan berpasang – pasangan agar satu sama lain dapat saling melengkapi dan tolong – menolong sesuai dengan potensinya masing – masing.

Akan tetapi kondisi yang indah ini mulai dirusak dengan adanya ide baru yakni buatan manusia sendiri untuk memunculkan makhluk baru di muka bumi ini yakni kaum LGBT. Mungkin awalnya terlihat seperti bunga yang warna – warni, namun warna LGBT ini yang kerap disebut dengan kaum pelangi memberikan warna baru dalam kehidupan sosial yang notabenenya justru tidak membuat keindahan di muka bumi ini.

Kasus HIV/AIDS Maret 2021, menurut Ditjen P2P Kemenkes RI menunjukkan 558.618 yang terdiri atas HIV 427.201 dan AIDS 131.417. Menurut klikdokter.con kaum gay dan transgender memiliki risiko tinggi terhadap inveksi HIV/AIDS. Di Amerika Serikat sejak tahun 2005 – 2014, diagnosa HIV terhadap kelompok ini mengalami peningkatan sebanyak 6 %.

Jika kesehatan mereka dijamin apakah tidak sama saja dengan membuka kran besar penyakit menular semakin bersemi di muka bumi ini? Secara realita memang mereka ada namun hidup ini pun terus berjalan, semakin banyak mereka bermunculan, penyakit – penyakit menular pun akan berdatangan. Justru hal ini akan menimbulkan ketidakamanan dan ketidaknyamanan bagi masyarakat secara umum karena khawatir tertular dengan penyakit yang mereka bawa dan tertular kehidupan bebas mereka.

Kemunculan LGBT semakin marak ini sebenarnya karena budaya hidup bebas yang diajarkan oleh Barat. Atas nama Hak Asasi Manusia Barat memasukkan ide kebebasan berperilaku, berekspresi dan berpendapat. Dari sinilah mereka semakin berani menampilkan diri di tengah – tengah masyarakat.

Budaya hidup bebas ini memiliki efek jangka panjang yang sangat berbahaya bagi kelangsungan generasi. Laki – laki yang secara fitrah menjadi seorang pemimpin dan imam bagi keluarga dan umat saat ini menjadi lemah, melambai dan tidak terlihat tegas layaknya seorang pemimpin.

Akal mereka pun rusak karena perilaku yang mereka buat sendiri. Mereka tak kan mampu berpikir urusan orang lain, keluarga bahkan umat yang seharusnya mereka pimpin. Akan tetapi mereka berpikir hanya pada nafsu dan senang – senang belaka serta mencari sensasi dari kegiatan seksual yang mereka lakukan.

Begitu pula kaum perempuan yang secara fitrah mampu melahirkan generasi penerus dan mendidik generasi, fungsi ini pun teralihkan kepada kepuasan seksual belaka.

Tidak adakah satu pun yang mampu berpikir bagaimana umat ini bangkit dan membuat peradaban gemilang dengan melahirkan generasi – generasi cemerlang.[]

Comment

Rekomendasi Berita