RADARINDONESIANEWS.COM, NIAS BARAT – Pemerintah Kabupaten Nias Barat, Sumatera Utara, terus melakukan upaya untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Dari hasil audiensi yang dilakukan Bupati Nias Barat, Eliyunus Waruwu bersama Wakil Menteri UMKM RI, Helvi Moraza di Jakarta pada Rabu (9/9/2026), Kementerian UMKM akan menurunkan tim ke Kabupaten Nias Barat dalam waktu dekat.
Disampaikan Eliyunus, turunnya tim ini ke wilayahnya untuk memetakan potensi unggulan dan pelaku usaha yang dinilai paling siap dikembangkan.
Hasil audiensi ini juga akan ditindaklanjuti oleh kedua belah pihak melalui pembahasan teknis antara focal point atau person in charge (PIC) Pemerintah Kabupaten Nias Barat dengan PIC pada masing-masing deputi Kementerian UMKM.
Namun tim kementerian terlebih dahulu akan melihat kondisi lapangan, memetakan komoditas dan sentra usaha, serta menentukan potensi prioritas yang paling memungkinkan mendapat intervensi program.
Menurut Eliyunus, pemetaan ini sangat diperlukan agar program pemerintah tidak sekadar berbasis proposal, tetapi benar-benar menjawab kebutuhan pelaku usaha.
“Kami ingin programnya konkret. Setelah potensi dipetakan, kita tentukan produk dan UMKM yang paling siap, lalu kita intervensi dari hulu sampai hilir – SDM, produksi, legalitas, pembiayaan, kemitraan hingga pasar,” kata dia.
Dengan semangat membawa agenda “Nias Barat UMKM Naik Kelas”, Pemerintah Kabupaten Nias Barat berfokus pada hilirisasi sumber daya lokal.
Salah satu tantangan terbesar daerah itu adalah kesenjangan antara kekayaan bahan baku dan kemampuan mengolahnya. Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan berkontribusi sekitar 53,51 persen terhadap PDRB Nias Barat, sementara industri pengolahan baru sekitar 0,24 persen.
Bermodalkan hal tersebut, Pemerintah Nias Barat ingin menggeser pola ekonomi dari sekadar menjual komoditas menuju pengolahan produk bernilai tambah.
Enam klaster yang diprioritaskan meliputi kelapa dan turunannya, perikanan dan kelautan, pangan lokal dan kuliner, pariwisata dan ekonomi kreatif, produk kreatif berbasis budaya, serta material lokal kreatif.
“Bahan bakunya sudah ada. Yang harus kita bangun sekarang adalah kemampuan mengolah, kualitas produk, merek, sertifikasi, pembiayaan dan akses pasarnya. Nilai tambahnya harus sebanyak mungkin tinggal di Nias Barat,” ungkap Eliyunus.
Dari data yang dimiliki Kementerian UMKM berdasarkan Basis Data Tunggal per 31 Desember 2025, di Nias Barat tercatat sebanyak 1.799 unit usaha, terdiri atas 1.794 usaha mikro dan 5 usaha kecil.
Sementara data Pemkab Nias Barat tahun 2026 mencatat sekitar 1.990 pelaku usaha. Perbedaan periode dan basis pendataan tersebut akan menjadi bagian dari sinkronisasi data antara kementerian dan pemerintah daerah.
Kementerian UMKM juga memaparkan sejumlah tantangan UMKM, mulai dari pendampingan yang belum terpadu, legalitas dan sertifikasi, pemasaran digital hingga keterbatasan pembiayaan.
Untuk menjawab persoalan tersebut, kementerian mengembangkan layanan terintegrasi melalui SAPA UMKM, yang mencakup pelatihan, pendampingan, legalitas, pembiayaan, sertifikasi, fasilitasi merek, kemitraan dan akses pasar.
Hal lain yang tidak luput dari pembahasan kedua belah pihak yakni akses pembiayaan yang menjadi salah satu isu penting dan harus dibahas.
Data Kementerian UMKM menunjukkan realisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Kabupaten Nias Barat hingga 27 Agustus 2026 mencapai sekitar 12,7 miliar kepada 221 debitur.
Pada periode yang sama, realisasi KUR di Sumatera Utara tercatat sekitar 11,57 triliun kepada 173.735 debitur.
Eliyunus Waruwu berharap akses pembiayaan dapat diperluas, tidak hanya melalui KUR, tetapi juga skema pembiayaan kelompok, kemitraan usaha dan business matching.
Selain pengembangan usaha jangka panjang, Kementerian UMKM juga memaparkan dukungan pemulihan bagi UMKM terdampak bencana.
Nias Barat masuk dalam 19 kabupaten/kota di Sumatera Utara yang tercakup dalam program pemulihan UMKM tahun 2026. Total anggaran program pemulihan di Sumatera Utara mencapai sekitar 149,40 miliar.
Khusus Nias Barat sendiri, kementerian menyiapkan skema Bantuan Presiden bagi 105 pengusaha mikro terdampak bencana dengan nilai 3 juta per usaha, setelah melalui verifikasi dan validasi sesuai ketentuan.
Program lain yang dipaparkan antara lain kemudahan akses KUR bagi 45 usaha mikro, pembiayaan kelompok PNM bagi 47 usaha mikro, pendampingan pembiayaan bagi 15 wirausaha, pemasaran digital bagi 12 usaha mikro, perluasan pasar bagi 24 wirausaha, fasilitasi kemitraan bagi 9 UMKM, serta peningkatan kapasitas produksi bagi 27 wirausaha.
Eliyunus Waruwu mengatakan Pemkab Nias Barat akan segera menyiapkan dan memvalidasi data agar program tersebut tepat sasaran.
Sebagai tindak lanjut audiensi, Pemerintah Nias Barat akan menunjuk PIC yang selanjutnya berkoordinasi dengan masing-masing deputi di Kementerian UMKM.
Pembahasan teknis akan mencakup pelaku usaha prioritas, kebutuhan mesin dan peralatan, peningkatan SDM, sertifikasi dan standardisasi, kemasan dan merek, pembiayaan, kemitraan hingga pasar.
Pemkab Nias Barat sebelumnya juga mengusulkan lima langkah kepada Kementerian UMKM untuk menjadikan Nias Barat sebagai salah satu lokasi prioritas sinergi program UMKM 2027 yakni dukungan mesin dan peralatan produksi, fasilitasi sertifikasi dan standardisasi, penguatan KUR dan business matching, serta pembentukan focal point bersama untuk mengawal action plan UMKM Nias Barat 2027–2029.
“Kami tidak ingin audiensi ini selesai sebagai pertemuan seremonial. PIC daerah akan segera bekerja dengan masing-masing deputi. Ketika tim kementerian turun ke Nias Barat, data, lokasi dan pelaku usaha sudah harus siap sehingga kita bisa langsung masuk ke program yang konkret,” kata Eliyunus.
Eliyunus berharap dengan kolaborasi pusat dan daerah tersebut dapat menghasilkan beberapa model UMKM unggulan yang benar-benar berhasil naik kelas dan dapat direplikasi di berbagai kecamatan.
“Ukuran keberhasilan kita bukan berapa kali rapat atau pelatihan dilakukan, tetapi apakah produksi meningkat, pasar bertambah, usaha naik kelas dan pendapatan masyarakat ikut naik. Itu yang ingin kami kejar,” tutupnya.[]









Comment