by

Ketua Aliansi Pemuda NTB, Dian Sandi Utama: Jangan Sampai Terjadi Pertumpahan Darah

Ketua Aliansi Pemuda NTB, Dian Sandi Utama.[Nicholas/radarindonesianews.com]
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Sabtu (13/5/2017) pagi, sekitar pukul 09.00 WITA berlangsung aksi massa penolakan kunjungan kerja Fahri Hamzah, wakil ketua DPR RI di Manado. Tterkait peristiwa tersebut, Dian Sandi Utama, Ketua Aliansi Pemuda NTB-Jakarta mengomentari dan menyatakan ‘keberatan’. Baginya, selaku perwakilan pemuda NTB yang ada di Jakarta, merasa tidak habis pikir bagaimana sebuah aksi dengan massa begitu banyak bisa masuk ke Bandara bahkan sampai ke Apron, Sabtu (13/5).

“Disinyalir membawa senjata tajam dan lain lain. Kalau sudah seperti itu, itu bukan aksi lagi namanya namun terkesan ingin menyerang fisik Fahri Hamzah secara langsung,” tukasnya.

Dian keberatan peristiwa tersebut, karena bagaimanapun juga Bung Fahri Hamzah adalah wakil dari dapil NTB.”Sedianya dari Bandara, Fahri akan melanjutkan perjalanan ke kantor Gubernur Sulut. Keributan sempar terjadi di kantor Gubernur namun polisi bisa segera mengatasinya,” ungkapnya.

Menurutnya, selepas melihat dan meninjau ulang video yang beredar, nampak begitu mengerikan.”Aksi anarkis seperti itu seperti zaman batu, bawa golok, panah dan senjata tajam lainnya,” ujarnya.
 

Dian meminta alasan kelompok penolak Fahri Hamzah yang dianggap intoleran, tidak pancasila dan lain-lain.”Justru kami sebaliknya ingin bertanya pada mereka. Apakah sikap mereka saat aksi mengerikan seperti itu sudah mencerminkan sikap pancasilais ?” tukasnya melanjutkan.

Selanjutnya, Dian panggilan akrab Dian Sandi Utama menjelaskan bahwasanya kedatangan Fahri Hamzah merupakan kunjungan kerja untuk menghadiri undangan KAMMI dalam rangka dialog publik dan pidato kebangsaan.”Kami sangat sayangkan Intel Kapolda Sulut tidak sanggup menangkap rencana aksi dan mengantisipasi kejadian itu,” ujarnya.

Maka itulah, Ketua Aliansi Pemuda NTB-Jakarta ini menyatakan, masyarakat Manado, Sulawesi Utara tidak seperti itu.”Sangat yakin aksi di Bandara Sam Ratulangi disebabkan adanya provokasi yang telah menyulut kebencian terhadap Fahri Hamzah,” tandasnya.

“Persoalan ini sangat serius! Kami meminta aparat penegak hukum, khususnya Kapolda Sulut bertindak mengusut dan menangkap pelaku provokasi itu. Di sini kami hidup berdampingan dengan baik bersama masyarakat Sulawesi Utara. Jangan sampai persoalan ini menjadi konflik yang mengancam terjadinya pertumpahan darah,” Imbuhnya.[Nicholas]

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

ten + 3 =

Rekomendasi Berita