by

KH.Tb.Abdurrahman Anwar Al Bantany, S.H, MA: Presiden Jokowi Dan Reuni 212

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Dengan kesadaran dan keikhlasan umat Islam Indonesia tumpah ruah berjamaah di Monas, dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad Saw 1439 H sekaligus Reuni Akbar 212. Berbagai tokoh dan elemen masyarakat hadir dari arus bawah sampai para pejabat tinggi pegara. Suasana tersebut mencerminkan keinsyafan umat Islam terhadap agama dan bangsanya.

Andaikan Pak Jokowi hadir dalam acara tersebut seperti acara 212 yang pertama maka umat punya penilaian sendiri. Tetapi dengan ketidak hadiran Jokowi semakin jelas kalau Presiden Republik Indonesia ini tidak berpihak kepada umat Islam dan kepada rakyat.

Ironis dan memperihatinkan, padahal reuni 212 adalah bagian dari upaya persatuan dan kesatuan bangsa. Jika Jokowi menggem borkan jaga persatuan Dan kesatuan, harus nya dia memberi contoh hadir menyapa rakyat nya sendiri karna Jokowi dipilih oleh Rakyat Dan mengemban amanah rakyat.

Apakah Jokowi Pemimpin Rakyat atau Pemimpin kekuasaan? Apakah Jokowi mencintai atau memusuhi rakyatnya sendiri? Apakah Jokowi sudah tidak memiliki rasa empati kepada rakyatnya sendiri sehingga bangsa ini harus terpecah belah terus? Atau apakah Jokowi sendiri yang sengaja membuat konspirasi bahwa bangsa ini sedang dipecah belah?

Akan tetapi dengan tidak hadirnya Jokowi, umat Islam semakin semangat untuk menjaga persatuan dan kesatuan, membela agama, bangsa dan negaranya. Umat Islam semakin faham mana yang mencintai bangsa dan mana yang merusak bangsanya.[]

Penulis adalah
Anggota Majelis Syuro DPP FPI Dan Ketua Badan Nasab Kesulthanan Banten
BNKB

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

two + fifteen =

Rekomendasi Berita