by

Kisah Cinta Beda Agama di Zaman Rasulullah, Akhirnya Mereka…

Ilustrasi Photo: Copyright Thinkstockphotos.com
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Berbicara mengenai kisah cinta, setiap orang tentu memiliki kisah
yang berbeda-beda. Setiap orang juga punya akhir kisah cinta yang tak
sama, akhirnya kecewa atau akhirnya bahagia. Terlepas dari itu semua,
sampai saat ini kisah cinta masih menjadi misteri yang sering kali
membuat banyak orang merasa bimbang, galau dan tak karu-karuan. Apalagi,
jika kisah cinta tersebut dijalani oleh dua anak manusia yang berbeda
keyakinan.
Di masyarakat, kisah cinta anak manusia yang berbeda
keyakinan atau agama tentu banyak kita jumpai. Jangankan saat ini, di
zaman Rasulullah kisah cinta dua anak manusia yang berbeda agama pun
terjadi. Yang lebih membuat terenyuh, kisah cinta tersebut adalah kisah
cinta putri Rasulullah Muhammad SAW yang bernama Zainab dengan seorang
pemuda bernama Abdul Ash.
Berikut kisah dan perjalanan cinta Zainab bersama Abdul Ash.
Walau keduanya berbeda keyakinan, cinta keduanya adalah cinta yang
begitu sejati. Namun pernikahan yang mereka jalani tidak berjalan
bahagia seperti apa yang mereka harapkan. Kesedihan dan perjalanan cinta
yang sulit ini dimulai saat Zainab memutuskan untuk memeluk Islam
mengikuti sang ayah juga sanak saudaranya. Sementara sang suami, Abdul
Ash tetap kokoh pada pendiriannya dengan keyakinan dan keimanan yang ia
jalani selama ini.

Kesedihan dan kegundahan lalu berlanjut ketika
saat perang Badar terjadi,. Abdul Ash yang merupakan anak dari pimpinan
tentara yang memerangi Islam kalah dalam perang. Ia pun akhirnya
menjadi tawanan tentara Islam di zaman tersebut. Saat Abdul Ash menjadi
tawanan ini, hati Zainab diselimuti kegalauan panjang. Ia menjadi sangat
sedih karena harus menebus suaminya.

Dilansir dari laman merdeka.com yang
juga mengutip kisah Zainab di buku Bilik-Bilik Cinta Muhammad karya
Nizar Abazhah, akhirnya Zainab bisa menebus suami. Untuk menebus sang
suami dari tentara Islam, Zainab harus merelakan satu-satunya kenangan
dari sang bunda (Khadijah) di hari pernikahannya yakni seuntai kalung
dan menyerahkan kalung tersebut ke tentara Islam sebagai tebusan.

Melihat
kalung tersebut, Rasulullah pun menangis terharu karena kalung itu
mengingatkannya pada sosok istri tercinta yang telah tiada. Kepada
tentara muslim, Rasulullah pun mengatakan, “Kalau tidak keberatan,
kalian serahkan kepadanya (Zainab) tawanan beserta kalungnya.” Apa yang
dilakukan Zainab terhadap suami ini merupakan bukti cinta yang tulus
dari dalam dirinya. Ya, meskipun mereka berdua adalah dua insan yang
saat itu telah berbeda agama atau keyakinan. Melihat ketulusan sang
istri, Abdul Ash pun merasa begitu terharu.

Keharuan tersebut tak
sampai di situ saja, perjalanan cinta mereka selanjutnya ini lebih
mengharukan. Turun wahyu dari Allah yang mengharamkan pernikahan dua
anak manusia berbeda agama.

Namun, setelah beberapa waktu setelah kejadian ini. Turunlah wahyu dari
Allah yang mengharamkan pernikahan antara orang muslim dengan orang beda
agama atau orang yang tidak seiman. Rasulullah pun menyampaikan wahyu
ini kepada semua umat muslim dan juga putrinya. Rasulullah juga meminta
Zainab untuk bercerai dari sang suami meski ia begitu mencintanya.
Zainab dan Abdul Ash pun akhirnya bercerai dan Zainab akhirnya kembali
ke Madinah.

Setelah resmi bercerai, baik Zainab maupun Abdul Ash
sama-sama merasa galau dan bimbang karena mereka sama-sama masih saling
mencintai. Hidup terpisah satu sama lain membuat mereka harus menjalani
kehidupan yang cukup sulit. Suatu ketika saat melakukan perjalanan
berdagang, di perjalanan Abdul Ash diserang oleh kabilah muslim. Barang
dagangan miliknya diambil oleh kabilah muslim. Dengan apa yang menimpa
dirinya, Abdul Ash pun pergi ke rumah Zainab dan meminta
perlindungannya.

Dengan apa yang menimpa Abdul Ash, dan
Rasulullah pun tahu persis bagaimana perasaan putrinya, Rasulullah
meminta dengan baik kepada kabilah muslim untuk mengembalikan
barang-barang milik Abdul Ash. Di perjalanan pulang ke Mekkah dimana ia
tinggal, Abdul Ash pun tersadar bagaimana baik dan pedulinya Zainab juga
Rasulullah padanya. Abdul Ash tersadar bahwa mantan istri dan mertuanya
tersebut mau melindunginya meski ia bukanlah seorang muslim.

Tersadar
akan hal ini, Abdul Ash pun kembali ke Madinah dan mengatakan pada
Rasulullah bahwa ia mau masuk Islam. Ia mendeklarasikan dirinya telah
memeluk agama Islam. Mendengar pengakuan Abdul Ash, Rasulullah pun
mengembalikan Zainab kepadanya dan keduanya pun akhirnya kembali hidup
rukun saling mencintai bersama. Namun sayang, kebersamaan keduanya di
dunia tidak berlangsung lama.

Beberapa waktu setelah resmi
menjadi istri Abdul Ash kembali, Zainab meninggal dunia. Selang beberapa
waktu meninggalnya Zainab, Abdul Ash pun juga kembali ke haribaannya.
Tidak sedikit yang mengatakan bahwa kepergian Abdul Ash terjadi karena
ia tak kuat menahan kepedihan atas meninggalnya sang istri tercinta.
Pernikahan Zainab dan Abdul Ash ini sendiri dikatakan menghasilkan dua
orang anak. Mereka adalah Ali dan Umaymah.

Ladies, kisah cinta
keduanya ini merupakan kisah cinta yang mengesankan dan mengharukan ya.
Semoga, keduanya tak hanya bisa bersatu di dunia saja tetapi juga akan
bersatu di akhirat kelak. Semoga, kita semua bisa mengambil hikmah dari
kisah cinta ini. Selamat menunaikan ibadah puasa dan jadikan Ramadan
semakin berkah bagi kamu yang menjalankannya.[vem]

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4 × three =

Rekomendasi Berita