by

Koorpresnas BEM PTM Se – Indonesia Tolak Permenristekdikti 55/2018

Rahmat Syarif selaku Koordinator Presidium Nasional (Koorpresnas) Badan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Muhammadiyah (BEM PTM) Se – Indonesia.
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir menerbitkan Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Permenristekdikti) Nomor 55 Tahun 2018, tentang Pembinaan Ideologi Bangsa dalam Kegiatan Kemahasiswaan di lingkungan kampus.
Dengan diterbitkannya Permenristekdikti ini, maka organisasi ekstra kampus dapat masuk kampus.
Kemudian, mereka bisa bersinergi dengan organisasi intra kampus di bawah pengawasan pimpinan PT untuk pembinaan ideologi kebangsaan.
Terbitnya Permeristekdikti ini mendapat penolakan Rahmat Syarif selaku Koordinator Presidium Nasional (Koorpresnas) Badan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Muhammadiyah (BEM PTM) Se – Indonesia.
“Kami tegas menolak Permenristekdikti 55/2018, sebab, di Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) telah memiliki aturan khusus yang menjadi pedoman dalam menjalani kehidupan internal kampus,” tegasnya, Ahad (4/11/2018).
Rahmat yang juga Presiden Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) mengungapkan bahwa sesuai dengan pedoman PTM hanya ada empat organisasi kemahasiswaan yang mendapat legalitas di PTM yaitu Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM), Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM).
“Saya pikir sudah jelas apa yang diatur dalam pedoman PTM, organisasi mahasiswa selain yang disebutkan dan diatur dalam pedoman PTM tidak dapat masuk dalam ruang lingkup kampus PTM” ungkapnya.
Terakhir ia mengharapkan supaya Majelis Dikti Pimpinan Pusat Muhammadiyah dapat menghimbau kepada semua pimpinan PTM untuk ikut serta bersama menolak Permenristekdikti 55/2018 berlaku di PTM.
“Saya berharap kepada Majelis Dikti PP Muhammadiyah agar memberikan himbauan kepada pimpinan PTM untuk menolak aturan ini,” pungkasnya.[]

Comment