Mahasiswa FKIP UIA Tidak Diwajibkan Membuat Skripsi, Ini Syaratnya

 

RADARINDONESIANEWS.COM, PONDOK GEDE — Mahasiswa Strata 1 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam As-Syafiiyah (FKIP UIA) tidak diwajibkan membuat skripsi sebagai syarat kelulusan. Hal tersebut disampaikan Dekan FKIP UIA DR. Misbah Fikrianto M.M, M.Si, pada sosialisasi Program Kreatifitas Mahasiswa (PKM), di Gedung Alawiyah, lantai 3, Kampus 1 UIA, Jatiwaringin-Pondokgede, Rabu (20/12/2023).

Kegiatan dilaksanakan usai pelantikan susulan pengurus organisasi kemahasiswaan yang berada di lingkungan FKIP.

Adapun Kepengurusan Organisasi Kemahasiswaan yang dilantik itu adalah Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) diketuai Ramdani Darmawan. Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) diketuai Nia Ramadatus Solihah. Himpunan Mahasiswa Bimbingan Konseling (HIMA BK) diketuai Ririn Anggraini dan English Departeman Student Association (EDSA) digawangi Shakira Amalia Darmawan.

“Tetapi untuk bisa lulus tanpa membuat skripsi ada syaratnya,” tegas Fikrianto.

Apa Syaratnya?

Syaratnya, lanjut Fikrianto, adalah membuat proposal untuk mengikuti Program Kreatif Mahasiswa (PKM). Ada 10 bidang proposal yang bisa dimajukan untuk mendapatkan program ini.
Kesepuluh bidang itu adalah Bidang Riset Eksakta (PKM-RE), Bidang Sosial Humaniora (PKM-RSH), Bidang Komoditas (PKM-K), Bidang Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM-PM), Bidang Penerapan Iptek (PKM-PI) Bidang Karsa Cipta (PKM-KC), Bidang Karya Inovatif (PKM-KI), Bidang Video Gagasan Konstruktif (PKM-VGK), Bidang Gagasan Futuristik Tertulis (PKM-GFT) dan bidang Artikel Ilmiah (PKM-AI).

“Jika proposalnya disetujui, mahasiswa UIA bukan hanya tidak diwajibkan membuat skripsi tetapi juga akan mendapat dana penelitian yang besarannya maksimal Rp500 juta rupiah,” terang Fikrianto.

Program PKM ini, lanjut Fikrianto, merupakan kebijakan pemerintah, dalam hal ini Kemdikbudristek, yang telah meluncurkan Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MB-KM).

“Kampus-kampus Negeri terkemuka, seperti UGM, Unpad, Brawijaya, UI, IPB sangat mengandalkan program ini. Di UGM ada sekitar 5000 proposal yang diajukan mahasiswanya setiap tahun dan sebgaian besar disetujui. Nah, mahasiswa UIA jangan kalah dari mereka,” tantang Fikrianto.

Selain itu, tambah Fikrianto, proposal yang lolos sekleksi berpeluang untuk mengikuti Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) yang diselenggrakan tiap tahun.

“Enak, kan…. Udah dapat uang, diikutkan pula pada PIMNAS. Ingat lho, PIMNAS ini sangat prestisius dan merupakan puncak prestasi tertinggi bagi mahasiswa di dalam negeri,” tambah Fikrianto.

Dalam program ini ada 10
Petunjuk teknis untuk membuat proposal yang bisa diterima dalam PKM ini, Fikrianto mempersilakan mahasiswa membuka laman kemdikbud.go.id

“Di laman ini semua ketentuan teknis bisa dipelajari, atau kalau masih kurang jelas bisa minta bantuan dosen di prodi masing-masing. Tetapi yang perlu diingat dalam program ini proposal harus diajukan per kelompok. Masing-masing kelompok beranggotakan 2- 5 orang, ” terang Fikrianto.[]

Comment