by

Memaafkan Adalah Wajib, Tetapi Memberikan Kesempatan Kedua Adalah Pilihan

Illustrasi.[gofur/radarindonesianews.com]
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Selama hidup kita, tak mungkin kita tak pernah bersinggungan pendapat
dengan orang lain. Beberapa di antaranya meninggalkan luka di hati yang
sulit untuk dilupakan. Jika orang tua sering berpesan, “Kamu harus bisa
memaafkan dan melupakan”, semakin kita dewasa barangkali kita akan
punya keputusan pribadi tentang memaafkan seseorang dalam hidup kita.
 

Baru-baru ini video Mulan yang meminta maaf di depan publik kepada Maia,
marak dibicarakan. Mulan ingin memperbaiki hubungannya dengan mantan
istri Ahmad Dhani tersebut, tetapi ia merasa Maia masih belum
memaafkannya. Pro kontra mewarnai kisah dramatis antara dua orang wanita
ini. Terlepas dari kontroversinya, kita punya pelajaran penting yang
bisa diambil dari kisah Maia dan Mulan, yaitu: pelajaran tentang memaafkan.

Memaafkan Itu Adalah Memberi Sedikit Ruang di Hati

Orang
tua kita tak salah dengan nasihatnya. Memaafkan adalah kemampuan kita
mengelola emosi dan mengelola kehidupan jiwa. Dengan memaafkan, kita
menahan kemarahan dan rasa getir yang kita rasakan. Rasanya memang tak
enak. Sakit hati, ketidaksabaran, rasa terganggu bahkan bisa menyebabkan
psikosomatis. Tetapi tahukah kamu, memaafkan bukan perkara dengan orang
lain, tetapi dengan diri kita sendiri. Dengan kita memaafkan orang
lain, kita memberi sedikit ruang di hati untuk merelakan dan
mengikhlaskan. Memaafkan bukan perkara menghakimi, tetapi lebih kepada
bagaimana kita mengatasi perasaan terhadap diri sendiri.

Memaafkan adalah Belajar Dari Pengalaman di Masa Lalu

Kita perlu mengambil makna dari pengalaman, berhati-hati agar tak terulang dan move on.
Ini bisa artinya mengambil keputusan untuk pindah ke lingkungan baru,
tanpa adanya orang yang menyakiti kita di pengalaman terdahulu. Tetapi
jika kita masih berada di lingkungan yang sama, pelajaran pentingnya
adalah bagaimana kita mengontrol emosi diri. Percayalah, tidak akan ada
pelajaran hidup yang sia-sia. Mungkin kali ini kita bersinggungan
pendapat dengan A, bisa jadi kita akan lebih siap dengan konflik tak
terelakkan di masa depan dengan orang lain karena pengalaman kita
tersebut.

Memaafkan dan Memberi Kesempatan Kedua

Setelah
berhasil memaafkan, langkah selanjutnya adalah memikirkan lagi tentang
kesempatan kedua. Setiap orang pasti berharap diberi kesempatan kedua
untuk memperbaiki kesalahan. Tetapi, semua itu pilihan, Ladies. Dengan
memaafkan, tak berarti sepaket dengan keputusan tetap memelihara mereka
dalam hidup kita. Terkadang hal paling melegakan adalah memaafkan
seseorang dan move on tanpa bayang-bayang mereka lagi. It’s okay kok
jika kamu tidak ingin merasa sakit hati lagi untuk kesekian kalinya
dengan orang yang sama. It’s about yourself, Ladies.

Hidup
itu berharga. Sedih dan rasa sakit tak mungkin bisa kita hindari dari
kehidupan kita. Tetapi bagaimana kita menyikapinya dan memutuskan hal
yang terbaik di tengah keputusan yang sulit adalah nilai kehidupan yang
jauh lebih penting.[vem]

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 × 1 =

Rekomendasi Berita