by

Muslim Arbi: Kebijakan Pemerintah Susahkan Rakyat, Tagar Ganti Presiden Menjamur

Ridwan Saidi (tengah) bersama Muslim Arbi (kanan)
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Rakyat semakin susah dan tertekan akibat kebijakan Pemerintahan Joko Widodo yang tidak pro rakyat. Pemerintah sibuk urus pembanguan Infrastruktur yang juga jadi beban karena dana yang digunakan berasal dari hasil utang dan itu harus dikembalikan. Jika gagal bayar utang, maka tidak akan dipercaya lagi oleh negara-negara kreditur. Dengan kegagalan membayar utang, negara dan rakyat  tersandera.. 
Karena utang-utang yang menumpuk untuk genjot infrastruktur, maka segala-galanya dinaikkan. BBM naik diam-diam, pajak naik, tol naik meski lalu di batalkan lagi dst.  Jelas-ini beban bagi akyat.
Meski pemerintah dapat hutang baru sebanyak $300 juta. Tapi, itu tetap hutang yang menambah beban hutang yang ada; sudah hampir mencapai Rp6000 Triliun dengan APBN yang hanya sekitar Rp 2000 triliun lebih. Bahkan lebih konyol lagi; pemerintah ber hutang baru untuk bayar bunga dan cicilan hutang.
Sementara, untuk mengharapkan devisa dari perdagangan Luar Negeri-neraca perdagangan alami defisit terus menerus. 
Untuk genjot pajak untuk isi Kas Negara-sektor riel tidak jalan karena pembangunan infrastruktur di sektor riel dari utangan. Maka, tidak akan menambah nilai tambah pajak di sektor riel infrastruktur karena harus mencicil utang yang di pakai untuk biayai infrastruktur. Sehingga pajak tidak bisa diandalkan dari pembangunan infrastruktur di sektor itu.
Malah, bank-bank BUMN pun sudah digadaikan ke China untuk dapat kan pinjaman. Padahal bank-bank plat merah itu, bank-bank yang sehat. Dan gadai bank-bank pemerintah pun tanpa persetuajuan DPR dan para nasabah pasrah saja dengan dana mereka di bank tersebut. Padahal dana mereka dan banknya sudah digadaikan ke China. Pemerintah juga tidak jelaskan ini ke Rakyat; sejak gadai bank-bank itu sampai detik ini.
Semua kegagalan pemerintah di bawah Presiden Joko Widodo sudah terjawab pada Pilkada serentak 2018 ini.  Di sejumlah suara basis PDIP, Partai Pendukung Jokowi 2014 alami kekalahan. 
Ini keputusan cerdas politik rakyat yang menghukum pemerintah yang tidak pro rakyat. Maka, pantas saja kalau tagar #GantiPresiden2019 semakin menjamur dan menggebu. Yang jelas di bawah rezim carut marut negeri ini, rakyat ingin presiden  baru dan Ganti Presiden
Bahkan Gerakan #GantiPresiden2019 sudah dideklarasikan masyarakat Solo, kota asal Presiden Joko Widodo pekan lalu. 
Budaywan  Betawi dan ahli sejarah, mantan Ketua PB-HMI dan Anggota DPR RI, Babe Ridwan Saidi malah gunakan kaos dengan Tagar #GantiPresiden 2019 pada perayaan Hari Milad nya ke 76 di Pondok Penus Taman Ismail Marzuki (TIM).[]

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

16 − six =

Rekomendasi Berita