by

Nama Baik Dicemarkan Seseorang, Carmelita Lapor Ke Polisi

Carmelita Babyta didampingi Kuasa Hukum, Endang Hadrian, S.H, M.H
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA—Merasa nama baiknya dicemarkan dan dihina oleh seseorang, akhirnya penyanyi dangdut Carmelita Babyta menunjuk pengacara Endang Hadrian,SH,MH untuk menangani sekaligus melaporkannya ke polisi. Sebenarnya, kata artis yang biasa dipanggil Babyta ,dirinya tidak terlalu menanggapi ocehan atau cuitan seseorang di Instagram namun karena isinya cuitan itu dianggap sudah keterlaluan akhirnya ia mengambil sikap tegas untuk melaporkannya ke polisi.

Rencananya, Endang Hadrian akan melaporkan kasus pencemaran nama baik kliennya dengan membawa alat bukti berupa HP via Instagram Direct (DM) ke polisi, yang didalamnya terdapat kalimat menghina dengan sebutan binatang dan profesi susila.
“itu sudah memenuhi unsur pidana UUITE yang ancamannya tidak main-main, hukumannya 5 tahun atau denda 1 miliar,” ujar Endang Hadrian,SH,MH,kuasa hukum dari Carmelita Babyta  di kantornya di bilangan Bumi Serpong Damai (BSD), Selasa (3/4/2018).
Awalnya, kata Babyta ia cukup bersabar dan tak ingin memperpanjang masalah, tapi karena kata-katanya di instagram dianggap semakin tak beretika saat chat DM maka kesabarannya pun habis dan akan membawa masalah ini ke jalur hukum.
“Tadinya sih aku sebenarnya nggak mau mempermasalahkan ini lebih lanjut, tapi karena kata-katanya semakin kurangajar, ya keluargaku juga nggak terima untuk diperlakuan ini sehingga aku pakai pengacara saja untuk dibawa ke jalur. Buktinya ada dan lengkap kok, kena pasal UU ITE,” tegas Babyta yang kini tengah sibuk syuting untuk FTV.
Endang mengingatkan agar masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam menggunakan kata-kata baik di media sosial baik melalui instagram Direct Messege (DM),Twitter,Facebook,Path maupun chating di HP,WA maupun SMS.
“Karena semua itu bisa menjadi alat bukti untuk dijadikan alat penuntutan ke pengadilan dan hukumnya tidak ringan, bisa 5 tahun penjara atau denda uang paling besar Rp 1 miliar. Apa mau uang 1 miliar diberikan ke orang lain, atau lebih suka di penjara 5 tahun?” tukas Endang seakan memberi pilihan.
Akankah kasus ini berujung damai atau sebaliknya maju ke meja peradilan hingga denda atau penjara sebagai endingnya? Entahlah, hanya Tuhan dan mereka yang tahu. (heru/sam)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

thirteen − two =

Rekomendasi Berita