by

Nur Fitriyah Asri*: Khilafah Dirindukan Khilafah Dibutuhkan

Nur Fitriyah Asri
RADARINONESIANEWS.COM, JAKARTA – Hampir seabad tepatnya 95 tahun, umat Islam hidup tanpa khilafah. Sejak runtuhnya kekhilafahan Turki Ustmani, pada tanggal 3 Maret 1924, khilafah dibubarkan oleh Kamal Attartuk, agen Inggris keturunan Yahudi. Ini merupakan puncak kemerosotan kaum muslim. Khilafah diganti menjadi republik berasaskan sekularisme yaitu paham yang memisahkan agama dengan kehidupan. Semua yang berbau Islam dituduh berbau Arab, sebegitu membencinya sampai hukum syara’ dicampakkan, bahkan adzanpun diganti dengan bahasa Turki.
Akibat dihapuskannya khilafah, negeri-negeri muslim terpecah belah menjadi puluhan negara yang dikontrol oleh penjajah Barat. Penderitaan kian bertambah, dengan mudahnya darah-darah kaum muslim ditumpahkan oleh penjajah Amerika Serikat (AS), dan sekutunya yang dibantu agen-agen pengkhianat dari umat Islam sendiri.
Mulai dari Palestina, Irak,  Afghanistan, Bosnia, Moro Philiphina, Uyghur China dan lainnya.
Belum kering darah saudara kita di Uyghur China, sekarang di awal bulan Ramadhan 1440 H, darah-darah saudara kita kembali tertumpah. Dengan mata telanjang kita menyaksikan kebrutalan dan kebiadaban zionis yang membombardir tanah mulia Palestina. Akibatnya 23 warga Gaza  meninggal dunia, dan beberapa terluka. 
Seluruh umat harus mengetahui bahwa tanah Palestina telah berada dibawah kekuasaan Islam saat dibebaskan oleh khalifah Umar bin al-Khathab ra, pada tahun 15 H.
Sesungguhnya, “Tanah Palestina adalah tanah wakaf milik umat Islam. Tidak ada seorangpun yang boleh membiarkan tanah ini lepas walaupun hanya sejengkal!.” (Syeh Ahmad Yasin, Republika Online, 19/6/2011).
Sejatinya  pernyataan tersebut mengingatkan dan menegaskan kepada kita bahwa, tanah Palestina yang dirampas dan diduduki Israel sejak tahun 1948, adalah bukan tanah milik bangsa Arab, bukan milik bangsa Palestina, apalagi milik Hamas ataupun Fatah. Melainkan mutlak milik kaum muslimin.
Berarti tanah Palestina tidak boleh dibagi dua dengan Israel. Israel sebagai penjajah harus enyah dan diperangi dari bumi Palestina. Karenanya semua kaum muslimin berkewajiban mengembalikan tanah tersebut kepada Palestina.
Di samping itu tanah Palestina termasuk tanah yang dimuliakan oleh Allah Swt karena:
Pertama, al-Quds merupakan tanah wahyu dan kenabian. Ibnu Abbas menuturkan bahwa Rasulullah Saw bersabda “Para nabi tinggal di Syam dan tidak ada sejengkal pun kota Baitul Maqdis kecuali seorang nabi atau malaikat pernah berdoa atau berdiri di sana.” (HR at-Tirmidzi).
Kedua, Baitul Maqdis (al-Quds) kiblat pertama  bagi Nabi Muhammad Saw dan kaum muslimin, sampai Allah menurunkan wahyu untuk mengubah kiblat ke arah ka’bah (QS al-Baqarah).
Ketiga, Masjid al-Aqsha  termasuk tempat suci  dari tiga masjid yang direkomendasikan Nabi Saw untuk dikunjungi. Beliau bersabda, “Tidaklah diadakan perjalanan dengan sengaja kecuali ke tiga masjid: Masjidku ini Masjid Nabawi (di Madinah), Masjidil Haram (di Makkah) dan Masjid al-Aqsha.” (HR al-Bukhari dan Muslim).
Rasulullah Saw juga bersabda, “Sekali shalat di Masjidil Haram sama dengan 100.000 shalat. Sekali shalat di Masjidku (di Madinah) sama dengan 1000 shalat. Sekali shalat di Masjid al-Aqsha sama dengan 500 shalat.” ( HR ath-Thabrani dan al-Bazzar).
Keempat, tanah ibukota khilafah. Nabi Saw bersabda, “Perkara ini (khilafah) akan ada sesudahku di Madinah, lalu di Syam, lalu di Jazirah, lalu di Irak, lalu di Madinah, lalu di al-Quds (Baitul Maqdis). Jika khilafah ada di al-Quds, pusat negerinya akan ada di sana dan siapa pun yang memaksa ibukotanya keluar dari sana (al-Quds), khilafah tak akan kembali kesana selamanya” (HR Ibn Asakir).
Sejak pendudukan Israel tahun 1948, sudah ribuan orang Palestina tewas dibantai, puluhan ribu luka-luka dan cedera bahkan cacat, ratusan ribu kehilangan tempat tinggal dan pekerjaan, ribuan wanita direnggut kehormatannya, dilecehkan dan diperkosa, serta ribuan anak-anak menjadi yatim piatu.
Mengapa penguasa-penguasa negeri muslim diam seribu basa dan menutup mata, tanpa mampu menolong saudaranya? Semua negeri-negeri sudah terbelenggu oleh ikatan nasionalisme yang menghilangkan rasa cinta persaudaraan sesama muslim (seakidah), masing-masing negara bangsa hanya mementingkan nasib bangsanya sendiri.
Disamping itu adanya  perjanjian rahasia dengan penjajah dan pendukungnya. Sudah bukan menjadi rahasia lagi bahwa, di belakang Israel ada kekuatan adidaya yaitu Amerika Serikat dan Inggris, di antara mereka ada konspirasi zionisme-imperialisme. Lagi-lagi pemerintah demokrasi (negeri muslim) ini, tidak mau ikut campur dengan dalih kepentingan politik dan ekonomi.
Sejatinya masalah palestina bukan sekedar masalah kemanusiaan tapi, lebih dari itu yaitu masalah akidah (Islam).
Umat Islam menjadi korban opini yang dikembangkan barat, sebab sudah jelas Barat imperialis selalu berusaha memunculkan isu kemanusiaan. Barat paham jika umat Islam menyadari bahwa isu itu terkait akidah/Islam maka umat Islam akan melakukan jihad (perang). Hal inilah,  sesungguhnya yang ditakuti oleh barat.
Kaum muslim harus sadar bahwa isu Palestina (al-Aqsha) adalah isu Islam.Telah terbukti bahwa nasionalisme yang berbasiskan ashabiyah sejatinya adalah ide jahat yang bisa menghancurkan umat.
Allah Swt berfirman “Sesungguhnya orang-orang mukmin bersaudara, karena itu lakukanlah ishlah di antara kedua saudaramu.” (QS al-Hujurat: 10).
Rasulullah Saw bersabda “Tidak beriman seseorang di antara kamu sehingga ia mencintai saudaranya (sesama muslim) seperti ia mencintai dirinya sendiri.” (Bukhari no.13, Muslim no. 45).
Telah jelas bahwa masalah Palestina bukan hanya masalah kemanusiaan, tetapi masalah akidah. Dan bagi umat Islam wajib membantu memerdekakan Palestina dari penjajahan zionis Israel. Umat Islam harus bersatu.
Umat Islam sudah rindu  melihat negeri-negeri muslim yang terjajah termasuk Palestina bebas dari zionis Israel. Hanya satu yang bisa menghentikan imperialisme yaitu umat membutuhkan seorang khalifah, pemimpin seluruh kaum muslim sedunia. Sebab Rasulullah Saw telah bersabda “Imam (khalifah) adalah perisai, di belakangnya kaum Muslim berperang dan berlindung (HR Muslim).
Oleh karena itu, yang perlu kita lakukan sebagai seorang muslim terhadap penindasan muslim Palestina dan muslim-muslim lainnya di seluruh dunia, adalah senantiasa memperjuangkan tegaknya kembali khilafah. Jadikanlah bulan Ramadhan sebagai bulan perjuangan untuk menegakkan khilafah. Khilafah janji Allah (QS an-Nur 55) dan bisyarah atau kabar gambira Rasulullah (HR Ahmad).Wallahu ‘alam bishshawab.[]
*Penulis Buku Opini Akademi Menulis Kreatif

Comment

Rekomendasi Berita