by

Nur Fitriyah Asri*: Upaya Menghadang Tegaknya Khilafah

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Banyak hadis Nabi Saw, mengabarkan bahwa kekhilafahan Islam seperti pada masa khulafaur rasyidin akan kembali tegak sekali lagi. Salah satunya adalah hadis yang menggambarkan bentuk dan tahapan kekuasaan yang akan terjadi sepeninggal beliau sampai hari kiamat secara urut. Beliau bersabda:
تَكُوْنُ النُّبُوَّةُ فِيْكُمْ مَا شَاءَ ا للهُ أَنْ تَكُوْنَ ، ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ اَنْ يَرْفَعَهَا ، ثُمَّ تَكُوْنُ خِلآفَةً عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ ، فَتَكُوْنُ مَا شَاءَ اللهُ اَنْ تَكُوْنَ ، ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ، ثُمَّ تَكُوْنُ مُلْكًا عَاضًا ، فَتَكُوْنُ مَا شَاءَ اللهُ أَنْ تَكُوْنَ ، ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ، ثُمَّ تَكُوْنُ مُلْكًا جَبَّرِيًّا ، فَتَكُوْنَ مَا شَاءَ اللهُ أَنْ تَكُوْنَ ، ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ، ثُمَّ تَكُوْنُ خِلآفَةً عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ ، ثُمَّ سَكَتَ
“Periode kenabian akan berlangsung pada kalian dalam beberapa tahun, kemudian Allah mengangkatnya. Setelah itu datang periode khilafah ‘ala minhajjin nubuwwah (kekhilafahan sesuai manhaj kenabian), selama beberapa masa hingga Allah ta’ala mengangkatnya. Kemudian datang periode mulkan aadhdhan (penguasa-penguasa yang menggigit) selama beberapa masa. Selanjutnya datang periode mulkan jabbriyyan (penguasa-penguasa yang memaksakan kehendak) dalam beberapa masa hingga waktu yang ditentukan Allah ta’ala. Setelah itu akan terulang kembali periode khilafah ‘ala minhajjin nubuwwah. Kemudian Nabi Muhammad saw diam.” (HR Ahmad, shahih).
Hadis diatas menggambarkan bahwa  khilafah ‘ala minhajjin nubuwwah ke-dua akan tegak kembali. Ironisnya umat Islam seluruh dunia termasuk di Indonesia tidak meyakininya. Sebaliknya malah menuduh utopis (mimpi). Anehnya lagi, begitu melihat geliat umat Islam yang gencar menyerukan diterapkannya syariah dan khilafah, justru berbalik menuduh bahwa khilafah membahayakan negara, karena bertentangan dengan Pancasila dan pemecah belah bangsa. Kemudian Isu-isu negatif dihembuskan. Logika yang aneh dan tidak masuk akal. Mengapa harus bingung-bingung kalau khilafah memang dianggap mimpi, wong hanya mimpi saja kok sampai kebakaran jenggot. Ada apa?
Jangan-jangan mereka termakan oleh arahan tuannya. Bukan arahan Tuhan Allah Swt  Pencipta seluruh alam dan makhluk yang dilengkapi dengan aturan-aturan-Nya.
Aturan siapakah yang lebih sempurna, aturan dari manusia apa aturan dari Allah?
Justru orang-orang kafir imperialis malah meyakini bahwa khilafah akan tegak kembali. Karena itu, mereka berusaha menghadang dengan segala daya dan upaya. Bagaimana supaya khilafah tidak tegak lagi di muka bumi. Mereka begitu ketakutan karena eksistensinya sebagai penjajah di muka bumi akan dienyahkan oleh khilafah.
Ada sejumlah strategi politik yang dirancang Barat untuk menghadang, menjegal  dan menghentikan dakwah penegakkan khilafah, yaitu:
1. Menjajah negeri-negeri kaum muslim.
Menjelang runtuhnya khilafah (3 Maret 1924), mereka melakukan beberapa perjanjian penting untuk pembagian wilayah khilafah sebagai daerah jajahannya. Meskipun tidak lagi menjajah secara fisik, namun masih dalam kontrol politik dan pengawasan militer Barat, bahkan intervensi politik dan militer. Misalnya, FIS (partai Islam) yang memenangkan pemilu mutlak di Aljazair pada tahun 1988, Perancis langsung turun tangan, karena diketahui FIS mengusung misi menegakkan khilafah.
2. Mengokohkan paham nasionalisme.
Setelah khilafah runtuh yang semula merupakan negeri yang utuh, berubah menjadi negara-negara kacil. Untuk melanggengkan kondisi ini, secara terus-menerus ditanamkan paham nasionalisme.Tujuannya untuk membanggakan kebangsaan masing-masing negaranya, agar melupakan bahwa sesama muslim bersaudara (QS al-Hujurat 10). Sungguh, nasionalisme membuatnya lupa sebagai umat yang satu. Dengan begitu,  semangat untuk menegakkan khilafah akan dihambat dengan batas-batas negara dan paham nasionalisme. Akhirnya berubah menjadi negara-negara yang egois mementingkan bangsanya sendiri.
3. Mendorong terbentuknya pemerintahan demokrasi yang asasnya sekularisme yaitu paham yang memisahkan agama dengan kehidupan, yang pilarnya kebebasan (liberalisme). Agama hanya mengatur masalah akidah dan ibadah saja.Tidak boleh mengatur urusan negara. Inilah penyebab biang bencana kerusakan di muka bumi.
4. Barat mengkotak-kotak Islam dengan memberikan label: Islam tradisional, Islam Moderat dan Islam radikal. Tujuannya untuk mengadu domba umat Islam. Barat terus mengkampanyekan dengan memberikan identitas/ciri-ciri.
Disebut Islam tradisional, apabila mempunyai karakter apolitis (tidak berpolitik) dengan gaya hidup tradisional.
Adapun Islam Moderat, apabila gaya hidupnya modern, meskipun menampakkan keislamannya, tapi terbuka dengan menerima ide-ide Barat yaitu HAM, demokrasi, sekularisme, kesetaraan gender dan lainnya. Serta  bersikap kooperatif dengan Barat.
Sedangkan Islam yang tetap istiqomah berpegang teguh kepada syariat Islam, bercita-cita menegakkan khilafah dan tidak mau diajak kompromi dengan ide-ide atau pemahaman Barat, dituding sebagai Islam radikal.
Barat akan memihak kepada kelompok Islam tradisional dan Islam moderat. Dengan mempromosikan dan memberikan dana bantuan karena dianggap tidak membahayakan, justru malah menguntungkan bagi Barat. Dan menempatkan Islam radikal menjadi musuh bersama kedua kelompok tersebut, dengan memfitnah melanggar spirit keislaman dan kebangsaan.
5. Memberikan jebakan bantuan berupa pinjaman/investasi di  negeri-negeri muslim.
Tidak ada makan siang gratis. Dengan begitu negara yang terjerat hutang tidak mempunyai kedaulatan dan akan mengikuti arahan tuannya. Misalnya, kasus jatuhnya Presiden Mursi di Mesir. Di belakangnya ada AS yang memberikan bantuan dengan syarat,  kekuasaan di Mesir tidak boleh berada di tangan kelompok Islam radikal.
6. Menciptakan monsterisasi khilafah.
Dulu para orientalis melakukan manipulasi sejarah dan menciptakan gambaran buruk tentang kekhilafahan. Para khalifah digambarkan  sebagai orang licik, bengis dan diktator serta gemar mengumpulkan  wanita. Pasukannya berperangai buruk dan bar-bar.
Adapun sekarang mereka  menemukan momen yang pas yaitu khilafah yang diperjuangkan atau diusung oleh ISIS. Kekejaman ISIS direkam dengan video-video, disebarkan melalui medsos maupun televisi serta dipropagandakan  dan dipertontonkan ke seluruh penjuru dunia, untuk memberikan stigma negatif bahwa khilafah itu menyeramkan.Terakhir diketahui dan terbukti bahwa sesungguhnya ISIS adalah bentukan Amerika Serikat dan Yahudi zionis.
Mereka senantiasa akan berupaya membuat strategi dan makar terus-menerus yang dilancarkan Barat dan pengikutnya. Sebagian umat Islam telah menggadaikan keimanan mereka, lebih memilih tunduk kepada Barat, lebih memilih iming-iming materi dan jabatan. Mereka bahkan berada dibarisan terdepan untuk menghadang lajunya dakwah penegakkan syariah dan khilafah.
Allah berfirman:
يُرِيدُونَ لِيُطْفِئُوا نُورَ اللَّهِ بِأَفْوَاهِهِمْ وَاللَّهُ مُتِمُّ نُورِهِ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ
Mereka ingin memadamkan cahaya Allah dengan mulut (tipu daya) mereka, tetapi Allah (justru) menyempurnakan cahaya-Nya, walau orang-orang kafir membencinya”. (TQS ash-Shaff 8).
Khilafah adalah janji Allah. Allah sendirilah yang akan melibas makar-makar mereka. Allah Maha Perkasa dan Maha Kuasa, berfirman:
وَمَكَرُوا وَمَكَرَ اللَّهُ ۖ وَاللَّهُ خَيْرُ الْمَاكِرِينَ
“Orang-orang kafir itu membuat tipu daya, dan Allah membalas tipu daya mereka itu. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya.” (TQS Ali Imran 54).
Mereka orang-orang kafir dan antek-anteknya tidak akan pernah bisa menghalangi tegaknya khilafah. Karena khilafah  janji Allah Swt dan bisyarah Rasulullah Saw, pasti akan tegak kembali. Wallahu ‘alam bish shawab.[]

*Penulis Buku Opini Akademi Menulis Kreatif

Comment

Rekomendasi Berita