by

Politisi Muda PDIP Sindir Ahok Soal Banjir di Jakarta

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja
Purnama alias Ahok, dinilai telah gagal mengatasi banjir di Ibukota.
Apalagi terjadi dalam keadaan curah hujan yang tidak terlalu banyak.
Penilaian ini disampaikan anggota Komisi II DPR RI Arteria Dahlan
kepada wartawan di Gedung DPR RI, Senin (29/8), menyikapi banjir yang
terjadi di Jakarta.
Menurut politisi muda PDI Perjuangan ini, kejadian banjir di Kemang, suatu bukti kegagalan Ahok dalam mengatasi banjir Jakarta.
“Baru hujan sebentar saja banjirnya seperti itu, bagaimana dengan hujan beneran? Bisa tenggelam Jakarta,” sindirnya.
Untuk itu Arteria minta Ahok untuk tidak takabur, dengan menyatakan
dirinya hebat dan berhasil, dan mengatakan tiga hari hujan sekarang
tidak akan banjir, ternyata tidak terbukti.
“Sekarang bukannya tidak terbukti malah makin parah, Kemang dari
jaman dulu baru banjir kalau hujan besar dan terus menerus, ini
jamannya Ahok baru hujan sebentar saja banjirnya seperti kemarin ini,”
ujarnya lagi.
Karena itu, Arteria menyarankan korban banjir supaya menuntut dan
menggugat Ahok, sekaligus menanyakan apa yang sudah dikerjakan nya
terkait revitalisasi bantaran sungai Krukut misalnya, dan sungai-sungai
lain di sekitar Kemang.
Anehnya kata Arteria di Bukitduri dan Kampung Pulo teriakan Ahok
nyaring, tapi untuk Kemang tidak pernah ada keberanian Ahok untuk menata
ulang kawasan Kemang yang tadinya kawasan hunian sekarang faktanya
menjadu kawasan yang tidak jelas penataan ruangnya.
“Mana Ahok, gak kelihatan tuh di Kemang kerjanya, apa ga berani
menata Kemang? Nanti pasti nih yang disalahin Walikota, camat dan
lurahnya lagi. Ahok tidak pernah ngaku salah,” kata pria kelahiran Tanah
Abang ini.
Jangan lupa lanjut Arteria, pihaknya masih menyimpan catatan kelam
terkait dengan banjir Pluit. Ini belum selesai, karena sebagian pihak
masih berpendapat itu karena perubahan alih fungsi kawasan maupun
reklamasi.
“Ini kan tragedi, tragis, revitalisasi bantaran kali dan kampung
kumuh belum terlihat, tapi pencitraan dan exposenya luar biasa bahwa
Ahok sudah berhasil. Rakyat DKI perlu tahu bahwa yang ditugaskan sekian
banyak, tapi yang dikerjakan baru sedikit padahal anggaran DKI sangat
banyak dan selalu tidak terserap maksimal,” kata Arteria.
Dia meminta Pemprov DKI membuat solusi untuk kawasan Kemang, supaya
dibuat seperti Kampung Pulo dan Bukit Duri. Ahok harus berani
memindahkan dan menata ulang kawasan.
“Kemang adalah kawasan hunian, tapi kok dibuat sepertu sekarang ini.
Di cekungan ada apartemen. Bukan masalah apartemnnya, tapi limbah air
dari apartemen itu besar. Kalau apartemen dibuat lembah atau cekungan
seperti itu tidak masuk akal karena justru menambah banjir Kemang,”
katanya.
Setidaknya menurut Arteria ada upaya mitigasi resiko, ada sumur
resapan atau upaya lainnya. Dan Kalau berani tata ulang kawasan Kemang
tapi kalau yang disikat hanya Kampung Pulo Bukit Duri, Kalijodo, itu
namanya jagoan neon beraninya sama rakyat kecil.
Meski demikian, dia minta Ahok bertanggungjawab dan menjadikan banjir
Kemang pelajaran untuk lebih rendah hati dan tidak takabur. Katakan
saja minta maaf dan berjanji akan bekerja lebih keras lagi untuk
mengatasi banjir Jakarta. “ini lebih menyejukkan,” pungkasnya. (Ansim/bb)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

13 + eleven =

Rekomendasi Berita