by

Presiden Turki Setujui Kompensasi Israel

RADARINDONESIANEWS.COM, ANKARA – Presiden Turki
Recep Tayyip Erdogan pada Rabu (31/8) menyetujui kesepakatan dengan
Israel yang akan membayar kompensasi senilai 20 juta dolar AS (setara
Rp265 milyar) kepada keluarga korban serangan di kapal kemanusiaan Mavi
Marmara tahun 2010.
MINA (Mi’raj Islamic News Agency) dari sumber Anadolu Agency menyebutkan, kesepakatan kompensasi ditandatangani dalam upaya untuk memperbaiki hubungan antara kedua negara.
Menurut sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh Kantor Pers
Kepresidenan Turki, Erdogan menyetujui “perjanjian prosedural tentang
kompensasi antara Republik Turki dan Negara Israel”.
Jumlah tersebut akan ditransfer dalam satu deposito ke rekening bank
yang dibuka oleh pemerintah Turki dan dibagikan melalui saluran
diplomatik, dan transaksi akan diselesaikan dalam waktu 25 hari kerja
setelah perjanjian bilateral mulai berlaku.
Hubungan diplomatik antara Turki dan Israel terganggu dengan insiden
Mei 2010, ketika pasukan Israel menewaskan 10 aktivis Turki di kapal
Mavi Marmara, yang tengah berlayar menuju Gaza untuk memberikan bantuan
kemanusiaan.
Setelah uang kompensasi ditransfer, distribusi dan pengiriman jumlah
tersebut akan ditangani oleh Turki, dengan Israel memainkan peran
pemantau.
Perjanjian ini akan mulai berlaku pada saat kedua belah pihak saling
memberitahukan melalui saluran diplomatik bahwa prosedur hukum internal
telah terpenuhi.
Times of Israel melaporkan, kesepakatan ditandatangi seteleh
sehari sebelumnya Erdogan menerima kunjungan atase diplomatik misi
Israel di Ankara, Shani Cooper.
Ini merupakan kunjungan pejabat diplomatik Israel untuk pertama
kalinya sejak Israel dan Turki menyetujui kesepakatan rekonsiliasi pada
bulan Juni lalu. Pertemuan itu juga merupakan yang pertama sejak dua
tahun terakhir.
Turki dan Israel sekarang akan memulai proses pertukaran duta besar untuk memulihkan hubungan diplomatik sepenuhnya mereka.
Sebagai buntut dari serangan Mavi Marmara, Turki menuntut permintaan
maaf resmi dari Israel, kompensasi untuk keluarga korban yang tewas, dan
pencabutan blokade Israel di Gaza.
Pada tahun 2013, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu
menyuarakan penyesalan atas insiden dan meminta maaf kepada Perdana
Menteri Turki, saat itu Recep Tayyip Erdogan.
Selain kompensasi, dan permintaan maaf, Israel juga telah setuju
untuk membuka kehadiran bantuan kemanusiaan Turki ke Jalur Gaza.
(mina)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

17 − 14 =

Rekomendasi Berita