by

Protes Atas Kematian Anaknya, Agustinus Panjat Tower Listrik

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA
– Sehari yang lalu, tepatnya rabu (28/9) 2016 seorang lelaki berumur
hampir setengah abad, asal dari Kabupaten Ngada di propinsi Nusa
Tenggara Timur telah melakukan tindakan cukup ekstrim dengan memanjat
salah satu tiang tower di kawasan Senen, Jakarta Pusat. Jakarta (28/9)
“Bapak
Agustinus Woro dari LSM AJAR Linariwu NTT (48 Th), memanjat tower
listrik di dekat pasar Senen. Kemarin, dari semenjak pagi hari hingga
hari ini tadi,” demikian ujar Wardi Jien, SH selaku Pimpinan Majelis
Gerakan Gong Pancasila, via keterangan lisannya pada pewarta,Kkamis (29/9).
Adapun sambung Wardi, maksud dan
tujuan melakukan tindakan nekat itu terkait dengan kasus yang dialami
oleh keponakannya Bapak Agustnus Woro, yang bernama DEVID NATALIS
ELOPERE (16 Th).”Keponakanbeliau, seorang siswa kelas 2 STM Sanjaya
asal dari Kab Ngada NTT (yatim Piatu ) meninggal pada 10 Juli 2016
dengan tidak wajar,” ungkapnya.
Bahkan menurut
uraian Woro itu diteruskan oleh Wardi diduga meninggal
dibunuh oleh oknum tentara yang bertugas di wilayah kabupaten Ngada
itu.”Seakan dibuat ‘kecelakaan’ tunggal. Bapak Woro bahkan telah
melakukan beberapa upaya hukum di NTT mengalami jalan buntu,” bebernya
lagi.
“Nah, itu maka akhirnya beliau mutuskan
memanjat salah satu tower listrik di deket pasar Senen, maksudnya biar
peroleh keadilan hukum dan nilai-nilai Pancasila dapat ditegakkan di
bangsa Indonesia,” tukas pimpinan Majelis Gema Gong lebih lanjut.
“Hingga
kejadian tersebut tidak terulang dan menimpa pada anak anak lainya.
Maka itu kami memohon pada Pemerintah dan Panglima TNI serta Komnasham
kedepannya agar bertindak seadil-adilnya demi nama baik TNI dan wibawa
pemerintah di depan HUKUM,” jelasnya.
Sementara
itu,salah seorang pemuda asal NTT yang juga merupakan relawan penggiat
di Gerakan Masyarakat (Gema) Gong Pancasil, bernama Ramdhan sempat
bercerita pada pewarta bahwa dari sekian banyak orang yang berupaya
menenangkan bapak yang memanjat tower itu, hanya padanya saja
berkeinginan untuk komunikasi dan mau dibujuk.
“Mungkin karena pas saya jelaskan asal dari daerah yang sama. Jadinya dia merasa lebih dekat saja.” pungkasnya.[Nicho]

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

four + three =

Rekomendasi Berita