by

Ratna Munjiah: Islamofobia Bukti Umat Butuh Khilafah

Ratna Munjiah
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Belum selesai duka Muslim seluruh dunia atas penembakan yang terjadi di dua masjid di Chistchurch, Selandia Baru, yang menyebabkan 50 orang meninggal dunia termaksud warga Indonesia, kembali Muslim di dunia mendapatkan kenyataan terjadinya teror di berbagai belahan negeri, seperti yang diberitakan baru-baru saja di berbagai media baik media cetak maupun media sosial.
Seorang pria bersenjatakan palu godam diperkirakan merusak empat masjid di Kota Birmingham, Inggris, dalam aksi beruntun pada kamis dini hari (21/3). Laporan pertama di terima kepolisian West Midlands, yang membawahi Birmingham dan sekitarnya, pada pukul 02.30 tentang seorang laki-laki yang menghancurkan jendela masjid dengan palu godam di Birchfield Road. 
Sekitar 45 menit kemudian, polisi menerima laporan kedua terkait adanya serangan serupa di masjid yang berlokasi di Slade Road, Erdington. Dua serangan serupa terjadi di masjid yang berada di Aston dan Perry Barr. Unit Antiteror kepolisian Inggris dilibatkan untuk menangani penyelidikan rentetan serangan di empat masjid Birmingham.
“Pada tahap sekarang kita belum mengetahui motif serangan tadi malam,”jelas kepala Kepolisian West Midlands, Dave Thompson (newsIndonesia, 22/3/2019)
Didapati maraknya kasus teror seperti demikian tentu akan membuat keresahan di seluruh kalangan masyarakat, bagaimana tidak teror yang terjadi seluruhnya menimpa kaum muslim tapi yang dicap radikal justru kaum muslim tersebut. Menjadi hal yang mengherankan tentunya.
Ustadz Adnin Armas menyebutkan, Islamophobia bisa jadi tidak hanya terjadi di Eropa dan Amerika, tetapi juga di Indonesia. Hal itu disampaikan dalam tabligh akbar bertema “Untuk Indonesia yang Lebih Beradab” di Masjid Pondok Indah, Jakarta Selatan.
Indikasinya sudah muncul. Orang-rang yang ingin berkontribusi den mencintai agama ini bisa dituduh konservatif, fundamentalis, radikal, anti kemajuan, anti Barat, anti NKRI, dan fitnah-fitnah serupa,”ucapnya. Ada gelombang ketakutan saat melihat saudaranya sesama muslim ingin membela agama. “Jika umat Islam lemah, hal itu akan berdampak pada kemanusiaan secara umum. Karena Islam adalah satu-satunya agama yang benar.(Republika.co.id.Jakarta Jumat, 1/5/2015).
Islamofobia adalah istilah kontroversial yang merujuk pada prasangka dan diskriminasi pada Islam dan Muslim. Istilah tersebut sudah ada sejak tahun 1980-an, tetapi menjadi lebih popular setelah peristiwa serangan 11 September 2001. Dan faktanya saat ini Islamofobia terjadi di seluruh dunia, termaksud Indonesia. Islamofobia memang sengaja diciptakan untuk menebar ketakutan terhadap simbol Islam dan ajaran Islam
Inilah dampak dari kemunduran umat, lepasnya tali ikatan antara sesama manusia, menyebabkan antara manusia yang satu dengan yang lainnya saling curiga, ditambah dengan tiadanya khilafah yang menjadi kepemimpinan bagi seluruh kaum muslim di dunia.
Tentu keadaan ini akan terjadi berulang dan berulang. Sudah seharusnya seluruh kaum muslim bersatu untuk memperjuangkan tegaknya khilafah, karena hanya dengan kepemimpinan khilafah yang menerapkan aturan Islam semua permasalahan akan dapat diselesaikan dengan sebaik-baiknya termaksud dengan Islamofobia yang marak saat ini.
Islamofobia merupakan salah satu dari faktor besar yang menjadi tantangan dakwah saat ini. Bagaimana tidak karena saat ini Islam telah disandarkan pada penilaian yang sangat buruk, bahkan tidak sedikit yang mengatakan bahwa Islam adalah agama yang terbelakang, tradisional, kolot, ekstrem, teroris, dan berbagai macam pencitraan buruk lainnya.
Untuk dapat menghilangkan Islamofobia, tentunya kita harus beranjak dari faktor penyebab munculnya ketakutan akan Islam itu sendiri. 
Jika faktor penyebab tersebut adalah distorsi terhadap Islam dan citranya, maka tentu saja ini masih bisa diperbaiki melalui dakwah, dan  dakwah yang dilakuan tidak perlu dengan ekstrem dan kekerasan, namun lebih kepada pendekatan-pendekatan nilai.
Akan tetapi jika faktor penyebab Islamofobia itu adalah suatu kebencian yang sudah mengakar di dalam hati orang-orang kafir, maka hal ini sudah masuk ke dalam ranah “wa lan tardho ‘anka al-yahud wa la an-nashoro hatta tattabi’a millatahum.”
Oleh karena itu, Islamofobia hanya bisa dihentikan bila Islam diterapkan secara kaffah, karena Islam berasal dari wahyu Allah yang membawa rahmat atas sekalian alam dan hukum yang fitrah menentramkan dan membawa ketenangan.
Sesungguhnya banyak bukti sejarah penerapan Khilafah yang meniscayakan khilafah mengayomi semua agama dan ras, hingga tak ada xenophobia (takut keberadaan orang asing). Bisa dilihat dari rekaman jejak emas masa peradaban Islam hingga sekarang masih ada dan bahkan bisa ditemukan dalam banyak catatan-catatan sejarah yang ditulis oleh orang-orang non muslim. 
Sebagai contoh adalah apa yang dikatakan Will Durant seorang sejarawan barat.
Dalam buku yang dia tulis bersama istrinya Ariel Duranta, Story of Civillization, dia mengatakan,”Para Khalifah telah memberikan keamanan kepada manusia hingga batas yang luar biasa besarnya bagi kehidupan dan kerja keras mereka. Para Khalifah itu juga telah menyediakan berbagai peluang untuk siapapun yang memerlukan dan memberikan kesejahteraan selama berabad-abad dalam wilayah yang sangat luas. Fenomena seperti ini belum pernah tercatat (dalam sejarah) setelah zaman mereka.
Dan aspek lain yang menjadi keagungan peradapan Islam adalah bagaimana perhatian khalifah terhadap seluruh masyarakat, baik muslim ataupun non muslim. 
Seorang orientalis dan sejarawan Kristen bernama T.W. Arnold dalam bukunya, The Preaching of Islam: A History of Propagation Of The Muslim Faith, dia banyak membeberkan fakta-fakta kehidupan dalam negara Khilafah.
“Perlakuan terhadap warga Kristen oleh Pemerintah Khilafah Turki Utsmani-selama kurang lebih dua abad setelah penaklukan Yunani-telah memberikan contoh toleransi keyakinan yang sebelumnya tidak dikenal di daratan Eropa. Tidak jauh berbeda, Karen Amstrong mengatakan bahwa kaum Yahudi menikmati zaman keemasan di Andalusia mengatakan “Under islam, the Jews had Enjoted a golden age in al-Andalusia.
Sebenarnya jika mengetahui fakta sejarah demikian maka tidak ada alasan yang membuat umat untuk menolak atau memperjuangkan tegaknya daulah Khilafah dalam kepemimpinan Khalifah yang menerapkan Islam keseluruh alam. Karena hanya dengan Khilafah tersebutlah maka permasalahan Islamofobia yang saat ini sedang meneror dunia dapat diatasi dengan baik dan dapat dipastikan dunia akan aman, tentram dan sejahtera. Wallahua’lam.[]

Comment

Rekomendasi Berita