Sandera Israel yang Dibunuh Tentara Israel di Gaza Sempat Kibarkan Bendera Putih

 

 

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA– Tiga sandera Israel yang dibunuh secara tidak sengaja di Gaza oleh pasukan Israel mengibarkan bendera putih, menurut penyelidikan awal atas insiden tersebut, kata seorang pejabat militer pada hari Sabtu.

Insiden itu terjadi di wilayah pertempuran sengit di mana militan Hamas beroperasi dengan pakaian sipil dan menggunakan taktik penipuan, kata pejabat itu.

Seorang tentara melihat para sandera muncul puluhan meter dari pasukan Israel di daerah Shejaiya, kata pejabat itu.

“Mereka semua tanpa baju dan ada tongkat yang di atasnya ada kain putih. Tentara itu merasa terancam dan melepaskan tembakan. Dia menyatakan mereka teroris, mereka (pasukan) melepaskan tembakan, dua orang tewas seketika,” kata pejabat militer itu.

Sandera ketiga terluka dan mundur ke gedung terdekat di mana dia meminta bantuan dalam bahasa Ibrani, kata pejabat itu.

“Komandan batalion segera mengeluarkan perintah gencatan senjata, tapi lagi-lagi terjadi tembakan lagi ke arah angka ketiga dan dia pun tewas,” kata pejabat tersebut. “Ini melanggar aturan keterlibatan kami,” tambahnya.

Militer pada hari Jumat mengidentifikasi tiga sandera sebagai Yotam Haim dan Alon Shamriz, yang diculik dari Kibbutz Kfar Aza, dan Samer Talalka, yang diculik dari dekat Kibbutz Nir Am.

Mereka termasuk di antara sekitar 250 orang yang disandera selama serangan Hamas pada 7 Oktober di Israel, yang menewaskan sekitar 1.140 orang, sebagian besar warga sipil, menurut data Israel.

Bersumpah untuk menghancurkan Hamas dan membawa kembali para sandera, Israel melancarkan serangan militer besar-besaran terhadap kelompok Palestina yang telah menyebabkan sebagian besar Jalur Gaza hancur.

Kementerian Kesehatan di wilayah yang dikelola Hamas mengatakan perang tersebut telah menewaskan sedikitnya 18.800 orang, sebagian besar perempuan dan anak-anak.[]

Comment