by

Sania Nabila Afifah: Menjaga Aqidah Dengan Khilafah

Sania Nabila Afifah
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Sejak ketiadaan Khilafah sebagai pelindung dan yang penjaga umat dari serangan-serangan pemikiran, yang menyebabkan rusaknya akidah umat Islam. Akhir-akhir ini semakin banyak bermunculan aliran-aliran agama yang tidak sesuai dengan Agama Islam dan membahayakan akidah umat Islam.  

Sebagaimana yang terjadi di Ponorogo.  Dilansir dari DetikNews- Terdoktrin kiamat-Ponorogo warga Dusun Krajan, Desa Watubonang, Kecamatan Badegan Ponorogo yang mana warga ini pindah ke Malang dibenarkan oleh warga setempat.
Menurut kepala Dusun Krajan, Sogi. Ada 16 KK atau 52 warga yang pindah ke Malang selama 1 bulan terakhir. Warga yang pindah ke Malang terdiri dari 29 lk dan 23 pr, 10 anak yang masih sekolah yang berstatus pelajar bersama orang tuanya.
Sogi menduga, kepindahan warga ke Malang usai didoktrin tentang kiamat yang bakal terjadi di Watubonang merupakan mencari aman dengan datang dan belajar agama ke malang “katanya mau mondok di Kasembon, malang paparnya. Kepergian mereka berkelompok-kelompok mulai dari malam hari, dan dini hari semua berkelompok 2-3 keluarga.

Doktrin pembodohan dan ada unsur penipuan di dalamnya wajar warga yang terkena Doktrin tersebut takut. Dari adanya Fatwa-fatwa yang tercantum dalam Thoriqah Musa Ala Katimun yang telah menyihir 52 warga Ponorogo. Dalam fatwa tersebut ada unsur pemaksaan yang setiap warga yang ikut aliran tersebut diharuskan membeli pedang, menyetorkan hasil gabah 500 kg per orang, membeli foto pengasuh pondok pesantren seharga 1 juta, anak boleh menghukum orang tuanya jika membaiat atau bersumpah untuk mengamalkan Thariqoh Akmaliyah Sholihiyah. Dikutip dari detiknews. 

Di dalam negara yang menganut ideologi kapitalisme, setiap warganya diberi ruang kebebasan beragama dan mengekspresikan keyakinannya. Bentuk keyakinan apapun akan dilindungi oleh undang-undang. Seorang individu misalnya dapat dengan mudah berpindah dari satu agama ke agama lainnya tanpa ada larangan dan sanksi atasnya. Kelompok dan organisasi keagamaan dalam berbagai model keyakinan dan ritual juga dibiarkan tumbuh subur. Hal ini karena negara harus steril dari agama apapun. 

Berbeda halnya dengan Islam, ideologi tersebut telah menempatkan negara sebagai bagian yang vital dalam mengatur ekspresi keberagamaan warga negaranya. Hal ini karena negara di dalam Islam ditegakkan atas dasar Aqidah Islam. Konsekuensinya segala sesuatu yang berhubungan dengan institusi negara, hak dan kewajiban negara dan warga negaranya didasarkan pada Islam. Aqidah Islam juga menjadi asas undang-undang dasar, undang-undang dan segala peraturan yang berlaku. Intinya tak satupun bagian yang lepas dari Aqidah Islam dan hukum-hukum yang terpancar darinya.
Untuk menjaga akidah umat, peran negara adalah sebagai berikut:
● Menanamkan akidah Islam yang sahih melalui pendidikan yang diselenggarakan di seluruh wilayah kekuasaan negara mulai dari pendidikan tingkat dasar, menengah hingga tingkat tinggi. Negara wajib menjadikan aqidah dan syariah Islam sebagai acuan untuk menyusun kurikulum pendidikan formal dan informal.

● Membangun kesadaran politik masyarakat hingga mereka tanggap terhadap setiap upaya yang ditujukan untuk menghancurkan akidah Islam, semacam munculnya gerakan atau partai politik yang menyebarkan sekularisme, liberalisme, sosialisme, marxisme, demokrasi dan paham-paham kufur lainnya.
● Menjatuhkan sanksi yang sangat berat terhadap individu atau kelompok yang berusaha menyebarkan paham-paham sesat. Negara bisa saja menjatuhkan sanksi hingga taraf hukuman mati bagi siapa saja yang berusaha mempropagandakan paham-paham sesat semacam Kelompok Liberal, Ahmadiyah, Bahaiyah, Ingkarus Sunnah dan kelompok sesat lainnya.
Negara harus berperan aktif dan turut campur dalam melindungi aqidah umat dari setiap upaya yang ditujukan untuk menggerus, menistakan dan melenyapkan aqidah Islam. Salah satu peran aktif dalam menjaga akidah umat adalah menerapkan sanksi bagi siapa saja, baik kelompok maupun individu, yang ingin merusak kesucian dan eksistensi akidah Islam. Semua ini hanya mungkin dilakukan jika syariah Islam diterapkan secara total dalam sistem pemerintahan Islam, yakni Khilafah ’ala minhâj an-Nubuwwah.(alwaie). Waallahu a’lam bish-showab.[]

Penulis adalah anggota Komunitas Rindu Jannah, Jember

Comment

Rekomendasi Berita