by

Sania Nabila Afifah: Upaya Menghadang Penegakan Khilafah

Sania Nabila Afifah
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Isu Khilafah saat ini mencuat kembali ke permukaan. Khilafah saat ini kian ngetren. Mengapa tidak, semua kalangan elit politik sedang membicarakan Khilafah yang selama ini ditakuti. Yang ada saat ini adalah disebut-sebut bahkan dijadikan topik debat pilpres.
Waw..Subhanallah skenario Allah kian cantik. Setelah beberapa lama ormas yang memperjuangkan Khilafah telah dibubarkan dengan dicabutnya Badan Hukum Perkumpulan (BPH) khilafah tak surut tetap menjadi hangat diperbincangkan. Itulah hikmah di balik semuanya ada kehendak Allah. Allah tetap membumikan Khilafah, Allah pasti menolong orang-orang yang membela agamanya.
Isu Khilafah adalah ajaran Islam yang lahir dari syariat Islam malah dipolitisasi. Penyebabnya Adalah karena paslon 02 yang paslon ini didukung oleh Ijtima’ Ulama akhirnya lawan main menggunakannya sebagai senjata untuk menghantam lawan mainya. 
Politisasi terhadap agama ini pemicu utamanya hanya ingin kekuasaan atau kemenangan semata. Tak ingin kedudukannya lengser. Sehingga paslon O2 berani membantah atas tudingan yang diarahkan kepadanya. Bahwa 02 akan mendirikan Khilafah sebagaimana isu yang dihembuskan lawan mainnya.
Beliau membantahnya dan menjelaskannya. Sebagaimana dikutip dari tribunnews.com. Dalam Debat Pilpres putaran 4, Sabtu (30/3/2019), calon Presiden RI Prabowo Subianto menjawab tuduhan dirinya yang dianggap membela kelompok Khilafah dan akan mengubah Pancasila jika terpilih dalam Pilpres 2019, di Hotel Shangri-La, Jakarta.
Prabowo Subianto awalnya meyakini bahwa rivalnya, Capres petahana Joko Widodo, adalah seorang yang berpegang pada Pancasila, patriot, dan nasionalis.
Namun, menurut Prabowo Subianto, ada pendukung Jokowi yang melontarkan tuduhan bahwa dirinya membela Khilafah hingga bakal melarang tahlilan.
“Ini sesuatu yang sangat tidak masuk akal,” kata Prabowo Subianto. Ia menyebut dirinya lahir dari seorang ibu yang beragama Nasrani. Sejak muda, ia mengaku sudah mempertaruhkan diri untuk membela Pancasila dan negara.
“Bagaimana saya dituduh akan mengubah Pancasila. Sungguh kejam itu, tapi saya percaya Pak Jokowi tidak merestui itu,” kata Prabowo Subianto.(*)
Khilafah kini telah menjadi satu istilah yang sangat populer di negeri ini. Bahkan isu pilpres pun sering dikaitkan dengan isu Khilafah tersebut. Sebuah isu politik di level nasional dan internasional tentu isu ini tidak anak sepi dari pro dan kontra.Dari waktu ke waktu persoalan khilafah akan terus menjadi topik perbincangan publik dunia, baik dari sisi yang pro dan yang kontra. Itu sebagai konsekuensi dari sebuah konsep pemikiran politik yang menyangkut kehidupan masyarakat. 
Menghadang Khilafah
Isu khilafah yang di opinikan bertentangan dengan pancasila. Menjadi jalan untuk mencegah ide khilafah itu berkembang luas. Mereka yang kontra akan selalu menjadikan isu khilafah sebagai kambing hitam. Mereka khawatir jika itu terus bergulir luas maka ide khilafah cepat menjelma menjadi cita-cita dan arah perjuangan umat Islam sedunia.
Dalam kondisi umat Islam dalam kebingungan, karena tidak bisa membedakan apakah khilafah itu bertentangan dengan pancasila. Akhirnya menjadikan masyarakat semakin dalam kebingungan. Itulah cara untuk menghadang tegaknya khilafah dengan berbagai cara salah satunya adalah soft-approach, yang paling gencar dilakukan untuk menjadikan ide khilafah sebagai utopis dan ide mitos atau berbagai istilah lainnya yang semakna. 
Selain menuding sistem khilafah sebagai sesuatu yang utopis, mereka juga sering menuding syariah dan khilafah sebagai ancaman. Tentu ini bagian dari penyesatan politik. Dan itu merupakan pembohongan publik.
Ide khilafah memang bertentangan dengan rezim, baik di tingkat lokal/nasional maupun tingkat internasional. Ini karena ide khilafah pasti bersinggungan dengan persoalan politik dan kepemimpinan ideologi secara internasional. Beberapa rezim telah menggunakan hard-approach untuk membendung gerak laju perjuangan penegakan Khilafah ini. Mereka misalnya mengeluarkan beberapa peraturan dan perundang-undangan untuk mengkriminalisasi ide khilafah. Akibatnya, umat Islam yang mendukung ide khilafah akan dikategorikan sebagai pelaku tindak kriminal yang mengancam keselamatan negara.
Tudingan-tudingan tersebut sejatinya juga merupakan upaya-upaya mereka untuk memalingkan masyarakat dari ancaman yang sebenarnya, yakni ideologi kapitalisme-liberalisme. Sebab faktanya, berbagai kerusakan yang terjadi di berbagai negeri Muslim dalam bidang ekonomi, sosial, dan politik justru bersumber dari pada penerapan sistem kapitalisme-liberalisme itu. Bahkan berbagai kehancuran fisik yang terjadi di Irak, Afghanistan, Suriah, Yaman, dan sebagainya sebenarnya akibat kerakusan negara penjajah di negeri-negeri tersebut.
Alhasil, perjuangan penegakan Khilafah itu harus dapat pula dibaca sebagai wujud kepedulian. Kepedulian untuk melepaskan negeri-negeri Muslim dari kerusakan akibat penerapan kapitalisme-liberalisme itu. Sekaligus sebagai perjuangan untuk mengakhiri berbagai kekejaman akibat cengkaman Barat penjajah di berbagai negeri Muslim.
Allah berfirman yang artinya; “ Sungguh orang-orang kafir menafkahkan harta mereka untuk menghalagi (orang) dari jalan Allah. Mereka menafkahkan harta itu, kemudian menjadi sesalan bagi mereka, mereka akan dikalahkan, dan ke dalam jahannamlah orang-orang yang kafir itu dikumpulkan (QS al-Anfal 36).
Dan sunnatullah bahwa Allah akan memenangkan orang-orang yang menolong-Nya, menjadikan mereka para pemimpin di muka bumi, mengokohkan agama-Nya untuk mereka. Allah SWT berfirman.
Yang artinya: “pada hari itu bergembiralah orang-orang yang beriman karena pertolongan Allah. Dia menolong siapa saja yang dia kehendaki. Dialah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang ( ar-Rum 4-5).
Yakinlah bahwa Khilafah akan tegak. Rasulullah telah mengabarkan bahwa dunia ini akan kembali pada fase Kekhilafahan di atas manhaj kenabian setelah fase kekuasaan diktator (mulkan jabriyan) seperti saat ini.
Rasulullah saw bersada “ Kemudian akan datang masa Khilafah ‘ala minhaj an-nubuwwah….(HR Ahmad). Wallahu a’lam bi ash-shawab.[]

Comment

Rekomendasi Berita