Sosok Pemimpin Harapan Umat

 

Penulis:  Uthe Setya | Aktivis Muslimah Jembrana-Bali

 

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA– Aroma persaingan terasa semakin menghangat dengan semakin dekatnya pemilu pilpres. Bahkan cenderung panas. Pendukung masing-masing paslon beramai-ramai menebarkan dukungan mereka. Begitu pula para capres-cawapres yang intens tebar pesona di hadapan masyarakat, sibuk menarik simpati masyarakat dengan berbagai cara.

Kebanyakan cara yang digunakan yang dapat kita lihat adalah mereka beramai-ramai menjadi dermawan, membagikan berbagai bantuan baik dalam bentuk dana maupun sembako. Lagi-lagi, semua itu semata-mata berharap suara masyarakat, terutama masyarakat awam politik.

Hakikatnya, kekuasaan adalah amanah. Yang mana amanah ini bukan amanah yang ringan pertanggung jawabannya di hadapan Allah. Karena politik di dalam Islam adalah pengaturan urusan umat dengan aturan Islam secara mutlak.

Negara menjadi lembaga yang mengatur urusan rakyat dan rakyat/umat mengontrol dan mengoreksi pemerintah dalam melaksanakan tugasnya.

Menjadi pemimpin rakyat haruslah memiliki sikap kasih sayang yang ditunjukkan dengan upayanya untuk selalu memudahkan urusan rakyat, menggembirakan dan tidak menakuti-menakuti mereka dengan kekuatan aparat dan kekuatan hukum. Sikap adil juga harus dimiliki oleh pemimpin yang ditunjukkan dengan cara bersungguh-sungguh menerapkan syariat Islam.

Saat ini kita berada dalam sistem yang tidak ideal. Betapa banyak umat terutama muslim yang terasing, terabaikan hidupnya. Seperti para pengungsi dari Myanmar yang masuk ke Aceh. Mereka diusir dari negaranya sendiri.

Sayangnya, warga Myanmar yang masuk ke Indonesia yang semakin membludak jumlahnya ini mendapat banyak penolakan dari warga terkait dengan perbuatan mereka yang menurut warga Aceh mereka seolah tidak tahu terima kasih.

Padahal dari sini, kita bisa simpulkan ini akibat dari mereka yang hidup di Myanmar yang kehidupannya dijauhkan dari agama mereka yaitu Islam.

Jika mereka terbina dengan Islam, mereka pun dapat bersikap sesuai adab yang Islam contohkan. Namun kembali lagi,mereka tetaplah muslim yang harus dilindungi dan menjadi kewajiban kita sebagai sesama muslim untuk menolong mereka.

Politik dalam Islam tidak kotor, dan kekuasaan amatlah penting dalam Islam untuk kemaslahatan agama dan umat. Kita dapat mengindera panasnya situasi politik saat ini menjelang pilpres.

Maka sebagai muslim,kita haruslah jeli untuk memiih penguasa mana yang dapat berlaku adil pada rakyat, mengasihi rakyat dan yang membangun pondasi kepemimpinannya di atas pondasi agama. Islamlah yang lengkap dengan berbagai aturannya yang dapat diberlakukan secara adil untuk seluruh umat baik muslim juga non muslim.

Dengan tegaknya kepemimpinan dengan pondasi Islam dalam seluruh aspek kehidupan, perubahan yang kita harapkan akan terwujud dan Allah pun akan ridho. Wallahu alam bish shawwab.[]

Comment