STOP Tragedi Bunuh Diri

Opini338 Views

 

Penulis: Risma Febrianti | Mahasiswi

 

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA–  Di era globalisasi dan modern ini kasus bunuh diri terus terjadi, lebih parah hal ini seperti tren yang sudah biasa di tengah masyarakat dewasa ini.

Diungkapkan Pusat Informasi Kriminal Nasional (Pusiknas) Kepolisian RI (Polri), sebagaimana ditulis katadata.co.id, ada 971 kasus bunuh diri di Indonesia sepanjang periode Januari hingga 18 Oktober 2023.

Tahun ini, catatan kasus bunuh diri dihiasi kembali oleh tewasnya satu keluarga yang nekad bunuh diri dengan cara lompat di sebuah apartemen Penjaringan, Jakarta Utara. Dilihat dari kronologi tewasnya satu keluarga ini sudah direncanakan.

Hal ini, dijelaskan Komisaris Agus Ady Wijaya. Menurutnya sekitar pukul 16.02 WIB mereka mendatangi apartemen menggunakan mobil Grand Max warna silver bernomor polisi B 29xx Pxx. “Dan masuk ke apartemen,” kata Agus Sabtu (9/3/2024).

Pada pukul 16.04 WIB, mereka masuk dalam lift. Berikutnya pada pukul 16.05 mereka tampak keluar dari lift di salah satu lantai. “Kemudian pada pukul 16.21 WIB mereka jatuh bersamaan di depan mobil,” ucap Agus. (tempo.com)

Dalam kasus ini banyak motif yang melatarbelakangi manusia memilih untuk bunuh diri, seperti depresi, masalah ekonomi dan krisis yang lainnya yang sedang dialami manusia.

Menurut situs Worth Health Organization, banyak kasus bunuh diri terjadi secara impulsif pada saat-saat krisis dengan gangguan dalam kemampuan menghadapi kehidupan. stres, seperti masalah keuangan, putusnya hubungan, atau rasa sakit dan penyakit kronis.

Kondisi ini terjadi dalam kondisi yang tidak ideal di mana kesenjangan ekonomi yang terjadi. Ksejahteraan hanya bagi orang-orang yang memiliki kekuasaan dan harta melimpah.

Era kapitalisme mencekam masyarakat sehingga kesejahteraan dan kedamaian tidak merata dalam kehidupan manusia. Menjadikan tingkat depresi dan stress yang dialami orang-orang meningkat tinggi dan berujung bunuh diri.

Jika berbicara agama, maka bunuh diri adalah hal yang dilarang bahkan diharamkan. Maka, butuh upaya menghentikan tragedi bunuh diri ini.

Upaya parsial yang dapat dilakukan adalah dengan memahamkan akidah terhadap anak-anak. Dengan dasar ini akan menjadi bekal bahkan defense anak hingga masa dewasanya dalam menjalani kehidupan.

Adapun upaya praktis adalah dengan implementasi islam dalam semua aspek kehidupan hingga menjaga jiwa manusia secara fundamental dan menciptakan kesejahteraan yang merata di dalam kehidupan bernegara. Wallahu a’lam.[]

Comment