by

Suara Golkar Merosot, Muhammad Syukur Mandar: Perlu Rekonsiliasi Kebijakan Golkar Untuk Capres 2024

 

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA- Selaku kader Golkar, tentu kami patut prihatin dengan kondisi yang melanda Partai Golkar, secara khusus di bawah kepemimpinan AH. Berbagai masalah hukum melanda Golkar, tak terkecuali masalah pandora papers yang diduga melibatkan ketua umum Golkar Pak Airlangga Hartarto.

Ini hambatan serius bagi Golkar hadapi pemilu 2024. Demikian ungkap Ketua Gerakan Baru Golkar, Muhammad Syukur Mandar dalam rilis yang disampaikan ke redaksi, Jumat (8/10/2021).

“Kita harus jujur bahwa Pak Airlangga tidak maksimal pimpin Golkar, hal ini bisa kita lihat pada reaksi negatif publik yang diluapkan melalui berbagai hasil survei yang dirilis, di mana posisi Golkar tidak beranjak naik termasuk level survei pak AH yang kategori paling rendah dari sekian nama nama para capres.” Ujar Muhammad.

Namun begitu, Muhammad tetap menghormati hak politik AH yang mencalonkan diri sebagai capres.

“Tentu kami hormati pak AH, mengenai hak politiknya untuk Capres, tetapi tidak berarti harus korbankan posisi kepentingan Golkar, sebab secara kelembagaan harus kita pikirkan kepentingan kader dan partai Golkar di atas segala galanya di bawah kepentingan orang perorang, termasuk pak AH sendiri.” Tegasnya.

Menurut Ketua Gerakan Baru Golkar ini, Golkar telah tersandera Oleh kepentingan personal.

“Hemat saya Golkar ini sudah tersandera oleh kepentingan Personal pak AH, dan hal ini dilakoni oleh beberapa orang yang carimuka saja di AH, dan saya yakin mereka Tim AH dan Pak AH sadari bahwa sulit AH di capreskan dengan kondisi surveinya yang sudah dua tahun berjalan tapi tak kunjung naik.” Ujarnya menambahkan.

Menurutnya, mereka sebetulnya hanya incar wapreskan AH, untuk beternak kekuasaan dengan memanfaatkan Golkar semata, tetapi secara politik, kondisi saat ini Waprespun akan sulit bagi Golkar, jika hanya Pak AH yang disiapkan.

“Harus beberapa nama diusung, ada Akbar Tandjung, Aburizal Bakrie, Luhut Binsar Panjaitan, Bambang Soesatyo, dan Masih banyak lagi kader Golkar potensial.” Ucapnya.

Secara internal tambahnya, untuk posisi wapres dijadikan bargaining tetapi berbasis survei dukungan publik pada kader Golkar. Untuk Capres dikonvensikan baik ke dalam maupun keluar.

‘Dengan begitu untuk bargaining posisi Golkar akan lebih baik dan trust publik pada Golkar makin baik dan pasti meningkat pesat.” Ucapnya.

Faktor lain yang dominan, katanya, tentu adalah tidak optimalnya AH sebagai Menko membuat kebijakan ekonomi. Dan itu berdampak ke Golkar, begitu pula lemahnya konsolidasi internal Pak AH, sehingga Golkar pada dua sisi sebetulnya dirugikan atas peran AH.

“Lihat efek masalah kartu pra kerja yang diduga menyimpan banyak masalah hukum, selain ada sejumlah kebijakan ekonomi yang dinilai para ekonom tidak membantu percepatan pertumbuhan ekonomi indonesia.’ Ujarnya.

Dengan kondisi ini Muhammad yang juga sebagai kader Golkar menyarankan tiga hal penting yang harus dilakukan untuk selamatkan Golkar.

Pertama, Rekonsiliasi kebijakan pencalonan AH sebagai Capres Golkar, dengan mengambil kebijakan yang akan mendatangkan dukungan publik.

“Saya sarankan agar capres Golkar digelar melalui konvensi Golkar, karena itu sudah jadi role mode bagi Golkar dan faktanya mampu selamatkan Golkar dari badai politik 1998.” Sarannya.

Dia menambahkan, jika konvensi digelar, secara internal akan ada peran dan keikutsertaan para tokoh Golkar yang mumpuni dan secara politik langkah itu membantu konsolidasi Golkar secara kelembagaan.

Tentu tambahnya, capres harus melibatkan tokoh tokoh publik nonGolkar yang potensial, seperti Anies, Ganjar, Ridwan Kamil, Dan lain lain.

“Golkar harus berani mengambil peran sebagai partai terbuka, dengan begitu saya yakin Golkar akan menjadi kompetitor kuat PDIP sebagai pemenang pemilu 2024.” Katanya.

Kedua, AH harus fokus, harus memilih salah satu dari dua jabatan dan tentu harus mengedepankan tugas negara selaku menko, agar lebih fokus dan maksimal bantu Presiden Jokowi menata pemulihan ekonomi nasional.

“Jika pak AH memilih Golkar, maka serahkan posisi menko pada kader Golkar yang mumpuni, tentu melalui lobby dan pembicaraan dengan Pak Presiden.” Ujarnya.

Hal ini lanjut Muhammad, agar Golkar lebih fokus kerja kerja politik hadapi pemilu, jangan sampai karena serakah dan mengedepankan kepentingan pribadi dan kelompok, Golkar akan secara perlahan mati tersandera.

Ketiga, Model Konsolidasi dirubah, yang awalnya penguatan Airlangga selaku Capres, dibalik, penguatan Golkar menangkan pemilu melibatkan kader/tokoh potensial Capres dan Cawapres.

“Dengan demikian akan ada efek domino terhadap kepentingan Golkar secara menyeluruh.”Ujarnya.

Dengan tiga hal itu Muhammad yakin Golkar akan selamat dari badai dan ancaman Golkar menjadi partai Gurem di pemilu 2024.

“Semua kader Golkar harus berpikir untuk kepentingan Golkar lebih utama, bukan kepentingan orang perorang, dan untuk Pak AH, langkah dan kebijakan Golkar hari ini sangat keliru, jauh dari mental dan pakem Golkar sebagai partai terbuka dan demokratis.” Imbuhnya.[D/I]

Comment

Rekomendasi Berita