by

Susi Maryam Mulyasari, S.Pd.I: Khilafah Ajaran Luhur Problem Solving Umat Islam

Susi Maryam Mulyasari, S.Pd.I
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Apa salah dengan Khilafah? Mungkin pertanyaan ini sangat tendensius terdengarnya seakan-akan menantang siapa saja yang menolak Khilafah sebagai sistem pemerintahan warisan nabi dan para sahabat yang telah di syariat kan oleh Allah SWT sebagai pembuat hukum.
Namun ternyata fakta menunjukan bahwa argumentasi  pihak yang menolak Khilafah sangatlah rapuh diibaratkan seperti rapuhnya sarang laba-laba, kenapa tidak ? Mereka coba mengkaitkan realita menjadi standar untuk menghukumi produk hukum dari proses ijtihad yang shohih. 
Misalkan ada pihak yang coba mengkaitkan pluralitas kewarganegaraan Indonesia sebagai argumentasi untuk menolak khilafah, Indonesia negara majemuk terdiri dari berbagai agama, tidak lah mungkin kalau Indonesia menganut satu agama yaitu Islam karena adanya sistem khilafah.
 Argumentasi ini sangatlah rapuh karena tidak sesuai dengan realita dan fakta sejarah.  Setidaknya ada 2 alasan kenapa argumentasi ini sangat rapuh, pertama pihak yang menolak khilafah dengan alasan pluralitas agama adalah pihak yang tidak memahami ketinggian agama islam, serta ruang lingkup agama Islam.  
Tidak ada satu ajaran pun di dalam ideologi Islam mengajarkan bahwa semua orang yang hidup di lingkungan Islam wajib beragama Islam, tidak ada paksaan bagi mereka di dalam memeluk keyakinan diserahkan kepada masing-masing individu, karena status mereka adalah sebagai kafir dzimmi yang mendapat jaminan  hak yang sama sebagai warga negara khilafah termasuk di dalamnya berkeyakinan, yang mereka wajib lakukan adalah kewajiban mereka terikat pada syariat Islam  tatkala berinteraksi di lingkungan publik, adapun interaksi mereka non muslim di lingkungan privat diserahkan ke masing-masing, termasuk beribadah sesuai dengan aqidah (keyakinan) yang mereka anut. 
Yang kedua, pihak yang menolak khilafah dengan alasan bahwa khilafah adalah produk ijtihadi para ulama, dan tidak ada sistem baku, maka tidak ada kewajiban menerapkan khilafah karena tidak disepakati yang terpenting adalah substansi moralitas dan dan kesejahteraan yang akan didapatkan dari sebuah sistem politik lah yang di pegang, sehingga memaksakan kehendak untuk menerapkan khilafah tatkala di Indonesia sudah disepakati sistem demokrasi pancasila, harus di tolak.
Kalau pihak yang menolak khilafah dengan argumentasi yang kedua ini konsisten dengan apa yang menjadi argumentasinya bahwa khilafah adalah hasil ijtihadi ulama dan tidak ada sistem baku, seharusnya berlaku yang sama terhadap demokrasi yang jelas-jelas telah menyimpang dari konsep awal demokrasi, di tambah mengadopsi konsep demokrasi apapun namanya jelas-jelas bertentangan dengan Islam karena bukan hanya tidak berasal dari Islam, melainkan sistem yang menyimpang karena di dalam demokrasi manusia berkehendak untuk membuat aturan di dalam menjalankan kehidupan nya.
Dari sini jelas pihak yang menolak khilafah dengan alasan Indonesia negara yang menyepakati sistem demokrasi Pancasila merupakan kerancuan berpikir yang harus ditinggal oleh kaum muslim, artinya khilafah yang jelas-jelas berasal dari Islam harus dicurigai dan ditinggalkan sedangkan demokrasi yang jelas sesat dan di luar Islam diterima karena telah disepakati oleh para pendiri negeri ini.
Khilafah adalah sistem politik Islam yang telah Allah SWT tetapkan sebagai bagian dari Thariqoh (metode) penerapan Islam, ketiadaan Khilafah menyebabkan sebagian besar syariah Islam tidak bisa diterapkan. 
Ketika Allah SWT mewajibkan satu perintah dan perintah tersebut tidak bisa diterapkan karena tidak ada pihak yang menjalankan, mengindikasikan wajibnya mewujudkan pihak yang menjalankan perintah tersebut.
Semisal salah satu contoh perintah untuk menjilid bagi pelaku zina yang ghair mukhson, namun kewajiban tersebut tidak bisa dilaksanakan karena tidak ada khilafah sebagai pihak yang berwenang menjalankan kewajiban tersebut, mengindikasikan wajibnya mewujudkan sistem khilafah.
Sehingga dengan adanya khilafah kewajiban tersebut bisa terwujud. Oleh karena itu sistem khilafah yang kita perjuangkan, harus betul-betul terwujud, sehingga problematika hidup umat bisa terselesaikan.  Dan bagi siapa saja yang menolak khilafah segera bertaubat dan menjadi bagian para pejuang khilafah. Wallahu alam bishowab.[]

Comment

Rekomendasi Berita