by

Tim Dokter Pemeriksa Bupati Ogan Ilir Protes Budi Waseso

Tersangka penyalahgunaan narkoba, Bupati Ogan Ilir, Ahmad Wazir Nofiandi
dihadirkan dalam konferensi pers di gedung BNN, Jakarta. (ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf)
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Rumah Sakit Muhammad Hoesin di
Palembang memprotes Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Komisaris
Jenderal Polisi Budi Waseso, yang menengarai ada rekayasa hasil
pemeriksaan kesehatan pada Ahmad Wazir Nofiadi, Bupati nonaktif Ogan
Ilir.

 

Rumah sakit itu ditunjuk Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Ogan
Ilir untuk memeriksa kesehatan para calon kepala daerah untuk pilkada
tahun 2015. Hasil pemeriksaan kala itu menyatakan Ahmad Wazir Nofiadi
bersih narkoba, tetapi belakangan sang Bupati ditangkap aparat BNN dan
dinyatakan positif mengonsumsi narkotik.

 

Ada 25 dokter pada Rumah Sakit Muhammad Hoesin yang dilibatkan
dalam pemeriksaan kesehatan para calon bupati dan wakil bupati kala itu.
Mereka bahkan siap diperiksa BNN untuk mempertanggungjawabkan hasil
pemeriksaan kesehatan pada Nofiadi.

 

Ketua Komite Medik pada Rumah Sakit Muhammad Hoesin, Zulkhair Ali,
menjelaskan bahwa pemeriksaan seluruh keputusan selalu dilakukan rapat
internal kepada tim dokter yang telah ditunjuk. Dia pun meyakini tidak
ada manipulasi data hasil tes kesehatan terhadap Nofiadi kala itu.

 

“Seluruh dokter bekerja dengan kode etik, bahkan sudah disumpah.
Kami profesional saat melakukan tes. Tidak ada rekayasa apa pun” ujar
Zulkahir kepada wartawan di Palembang pada Rabu, 14 Maret 2016.

 

Semua dokter yang dilibatkan dalam pemeriksaan itu, kata Zulkahir,
sudah berpengalaman di bidangnya masing-masing. Maka kecil kemungkinan
ada kesalahan saat tes kesehatan.

 

“Kalau BNN mau memeriksa kita (tim dokter), kami siap. Seluruh data
Bupati Ogan Ilir waktu tes masih kita simpan di arsip. Jika diminta
kami akan serahkan dokumennya,” ujarnya.

 

Sebelumnya, Budi Waseso menduga ada data yang ditutupi Rumah Sakit
Muhammad Hoesin Palembang, saat Nofiadi menjalani tes kesehatan ketika
hendak mencalonkan diri sebagai Bupati Ogan Ilir. Dia meyakini tim
dokter tidak melaksanakan dengan baik prosedur pemeriksaan.

 

“Pemeriksaan kesehatan yang bersangkutan saat pencalonan tidak
dilakukan dengan baik. Ini pasti ditutupi. Buktinya hari ini positif dan
masih ada pengaruh,” kata Waaseso kepada wartawan di kantornya di
Jakarta pada Senin, 14 Maret 2016.[vv]

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

5 × two =

Rekomendasi Berita