by

Ulfah Husniyah, S.Pd: Hanya Khilafah Yang Mampu Menjadi Rahmatan Lil A’lamin

Ulfah Husniyah, S.Pd
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Tepat 95 tahun dunia ini tanpa kehadiran Khilafah setelah berdiri selama 1300 tahun lamanya Khilafah di muka bumi ini menguasai 3/4 dunia. Hari ini kita saksikan tak ada yang bisa menemukan keberadaan Khilafah di belahan bumi manapun karena pada tanggal 3 Maret 1924 M, Khilafah resmi dilenyapkan keberadaannya, lalu bergantilah menjadi nation state yang terbagi ke dalam beberapa negara dengan sistem pemerintahannya masing-masing. 
Singkat cerita, pada akhir keruntuhannya, Khilafah telah kehilangan arah, banyak kekacauan terjadi termasuk serangan dari luar yang sifatnya pemikiran dan budaya yang sedikit demi sedikit mempengaruhi umat Islam. Ditambah adanya penutupan pintu ijtihad menjadikan para mujtahid mengalami kemunduran berfikir yang kemudian, lambat laun mulailah aturan-aturan selain Islam diterapkan di dalam ke Khilafahan. 
Serangan pemikiran missionaris dan nasionalisme pun terus menghujani kaum muslim pada saat itu dan mulailah satu persatu melepaskan diri dari ikatan Khilafahan Turki Utsmani dengan mengklaim ‘merdeka’ padahal secara esensi, justru itulah awal kehancuran umat islam. Dengan memilih sekat nasionalisme, maka akan dengan mudahnya negeri-negeri Islam dikuasai asing.
Fakta saat ini ternyata benar bahwa umat islam kini berada  di bawah cengkraman asing, sumber daya alam kita hampir semua dikuasai asing, contohnya tambang emas di Papua yang sampai saat ini masih dikuasai Freeport. Aturan-aturan asing yang merambah ke negeri muslim menjadikan kaum muslim carut marut dengan pergaulan bebasnya, ekonomi ribawi, krisis moral, ketimpangan sosial antara si kaya dan si miskin, pencemaran lingkungan akibat perusahaan-perusahaan tak bertanggung jawab, pengangguran dan lain sebagainya.
Sejak 95 tahun  runtuhnya Khilafah, banyak kekacauan yang terjadi di belahan bumi ini. Dengan kondisi kekacauan yang terjadi,  akankah sistem pemerintahan selain Islam ini bertahan hingga 1300 tahun lamanya? Saya rasa tidak akan bisa. 
Keadaan sangat kontras sekali ketika dahulu Khilafah tegak. Lihatlah bagaimana ketika Khilafah tegak di daratan Eopa khususnya Spanyol. Spanyol di bawah naungan Khilafah saat itu  hidup aman, damai dan sejahtera. Hal ini diakui secara jujur oleh banyak intelektual Barat seperti sejarahwan Philip K. Hitti dalam History of Arab. Dia mengatakan, “The term Islam may be used in three sense: originally a religion, Islam later became a state, and finally a culture.” Hal senada juga disampaikan Carleton, Ceo Hewwlett Packard, Dia mengatakan: “Bahwa Peradaban Islam merupakan peradaban terbesar di dunia. Peradaban Islam sanggup menciptakan negara adidaya dunia (superstate) terbentang dari satu samudera ke samudera yang lain; dari iklim utara hingga tropis dengan ratusan juta orang di dalamnya, dengan perbedaan kepercayaan dan suku.”
Sudah saatnya kita kembalikan kejayaan Islam dengan sistem ke khilafahan yang pernah menjadi mercusuar bagi kesejahteraan umat Islam dan umat yang lain, sebagai Rahmatan Lil Alamin. Tanpa adanya Khilafah, kekacauan terjadi dimana-mana karena standar baik dan buruk disandarkan pada akal bukan pada hukum syara.[]

Penulis adalah seorang guru di Bandung

Comment

Rekomendasi Berita