by

Penataan Geopark Kurang Pengawasan, Masyarakat: Kenapa Ini Bisa Terjadi?

RADARINDONESIANEWS.COM, YOGYAKARTA – Masyarakat Mulo, Kabupaten Gunung Kidul, Selasa (30/8) menyayangkan kenapa dalam proses
 penataan kawasan geopark gunung sewu kurang dijaga dari segi keamanaan
artefaknya.

Dalam hal ini pemerintah Kabupaten Gunung Kidul melalui Ddinas Kebudayaan dan Kepariwisataan perlu ada kajian bahkan pembelajaran
dalam pengamatan penataan kawasan Mulo. Menimbang segi pengamatan
dari sisi masyarakat, giografis lingkungan dan melihat bahwa kawasan
tersebut sudah di akui oleh  Unesco yang bertujuan mengangkat martabat,
derajat kehidupan manusia dalam bidang pendidikan, sains maupun
kebudayaan.

Wasiran, Kepala Dusun Mulo
yang merangkap juga sebagai Pok Darwis yang ditemui di kelurahan Mulo
mengatakan, dengan kejadian geopark di situ pembebasan tanahnya yang harus
memberi tahu itu adalah dari pak sekdes dan kepala desa karna nanti
saya takut salah, pemanfaatannya juga sudah mulai ada banyak pengunjung
terlebih diakhir pekan bahkan dari sekolah dasar sampai taman
kanak-kanak.
“Saya selaku Pok Darwis
menyayangkan tidak adanya pagar bumi karna orang mudah masuk dari mana saja. Saya takutkan mengingat musim sekarang nanti batu
itu dicuri untuk buat akik. Dan yang jaga daerah tersebut mungkin jam 9
udah tidur karna banyak faktor, jika ada pagar bumi keliling ada pencuri
kan bisa melihat. harapan saya dulu ku kira pembangunan gedung itu dulu
untuk sekertariat tetapi gedung sekertariat itu belum ada karna melihat
alat-alat yang penting itu tersebar di mana-mana.” Pungkasnya dengan
nada sedih.
Rasa
cinta akan keagungganNYA membuka tabir keajaiban alam di Ggunung Kidul. Hal ini yang selalu dijaga akan kelestarian alam dan masyarakat Mulo mengedepankan betul bahwa warisan alam
menunggu kasih sayang dari kita bersama.(ivn/hadi)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

13 − twelve =

Rekomendasi Berita