Urgensi Penanganan Banjir Jakarta

Opini178 Views

 

Oleh: Risma Febrianti | Mahasiswi

 

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA — Memasuki bulan Januari yang identik dengan musim hujan membuat beberapa wilayah kini kebanjiran. Wilayah yang tidak pernah absen kebanjiran adalah daerah khusus Jakarta.

Dilansir detikNews, Senin (12/1/2026), tercatat sebanyak 57 rukun tetangga (RT) dan 39 ruas jalan di Jakarta dilanda banjir akibat curah hujan tinggi hingga sore ini. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta melaporkan ketinggian air capai 100 cm.

Penyebab dari bencana banjir seringkali bukan faktor dari alam semata. Namun, terdapat tata kelola kota dan perilaku manusia menjadi andil didalamnya.

Menurut analisa BRIN dalam laman resminya yang diterbitkan pada 7 Maret 2025 mengenai faktor penyebab terjadinya banjir di Jabodetabek diantaranya adalah dipengaruhi oleh pengelolaan sumber daya air dan perubahan tata guna lahan di wilayah perkotaan dan juga sistem drainase di Jabodetabek yang sudah tidak memadai turut memperparah kondisi banjir.

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menambahkan pandangannya terhadap solusi banjir di Jabodetabek tersebut dengan berbagai riset dan inovasi, termasuk pengembangan sistem informasi danau, model peringatan dini berbasis data dan kecerdasan buatan (AI), serta pemetaan daerah rawan banjir dengan pendekatan polder sistem.

Hanya saja inovasi ini belum dapat diimplementasikan karena beberapa faktor salah satunya support pendanaan untuk merealisasikan inovasi tersebut.

Tentu menjadi PR bersama dalam menyelesaikan permasalahan bencana baik karena iklim maupun akibat ulah manusia di Indonesia.

Dukungan dalam mewujudkan tata kelola dan inovasi yang sudah dilakukan oleh BRIN seyogyanya dapat segera dilakukan sebagai salah satu upaya pencegahan bencana, khususnya bencana banjir di Jakarta.

Hal ini penting untuk dilakukan, karena jika banjir selalu dibiarkan tanpa segera ada tindakan penyelesaian atau pencegahan akan mengakibatkan berbagai kerusakan.

Seperti berbagai penyakit yang mudah menjangkiti masyarakat, kerusakan lingkungan dan sanitasi, bahkan bisa mengakibatkan kerusakan ekonomi ditengah-tengah masyarakat.[]

Comment