80 Tahun Merdeka: Di Mana Kepedulian Kita Terhadap Keluarga Veteran?

Opini1277 Views

 

Penulis: Furqon Bunyamin Husein| Pemred RIN

 

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA — Delapan puluh tahun sudah Indonesia merdeka. Tapi sebagian dari mereka yang mempertaruhkan nyawa demi kemerdekaan, kini justru terpinggirkan dalam diam. Mereka tidak lagi dielu-elukan sebagai pahlawan, melainkan terlunta dalam senja kehidupan—dengan tubuh renta yang masih harus bekerja demi sesuap nasi.

Gapura berdiri megah di tiap RT. Lomba balap karung, tarik tambang, dan panggung dangdut menghiasi setiap jalan. Tapi sayang, kemeriahan itu hampa dari makna sejarah. Anak-anak sibuk mengejar hadiah, tapi tak kenal siapa pahlawan yang dulu bertaruh darah demi kemerdekaan.

Sementara itu, para veteran—pejuang sejati kemerdekaan—masih bergelut dengan kemiskinan dan kesepian. Kehidupan di negeri yang telah merdeka dari penjajah begitu tak acuh kepada mereka.

Menurut data GoodStats.id, per Januari 2024 jumlah veteran yang masih hidup mencapai 336.455 orang. Sebagian besar dari mereka hidup dalam keterbatasan. Bahkan, seperti dilansir Kompas, masih ada veteran yang hanya menerima Rp250.000 per bulan, dibayarkan per triwulan.

Tunjangan yang tidak layak ini membuat mereka harus tetap bekerja di usia senja—sebagai pedagang asongan, buruh serabutan, pemulung, bahkan pengayuh becak (Merdeka.com). Tak sedikit pula yang tinggal di rumah petak sempit, bahkan kontrakan tua, tanpa jaminan kesehatan maupun masa depan yang pasti.

Mereka yang dulu menjerit “Merdeka atau Mati”, kini hidup dengan himpitan ekonomi yang sangat pahit. Hidup seperti orang asing di negara yang mereka perjuangkan.

Perayaan Kosong, Anggaran Menguap

Menurut estimasi Wikipedia, jumlah RT di Indonesia mencapai sekitar 1 juta RT. Jika setiap RT menganggarkan Rp1 juta saja untuk perayaan kemerdekaan, maka total pengeluaran nasional mencapai:

Rp1 juta × 1.000.000 RT = Rp1 triliun

Anggaran sebesar Rp1 triliun—hanya untuk lomba, gapura, dan panggung hiburan. Ini hanya hitungan dengan anggaran terendah di masing masing RT. Ada bahkan satu RT yang menghabiskan anggaran lebih dari satu juta.

Coba bayangkan bila separuh dari anggaran itu dialihkan untuk para veteran. Bukankah jauh lebih bermakna? Tunjangan mereka bisa ditingkatkan, rumah mereka bisa direnovasi, layanan kesehatan bisa diberikan tanpa syarat rumit. Kita bisa membalas jasa mereka secara nyata, bukan dengan sekadar tepuk tangan tanpa makna.

Bangsa yang Besar Tak Melupakan Pejuangnya

Banyak dari para veteran bahkan tidak tercatat secara administratif. Menurut laporan Antara, ratusan pejuang kemerdekaan tidak pernah diakui sebagai veteran karena tidak memenuhi syarat administratif.

Mereka yang dulu bergerilya, bersembunyi di hutan, menahan lapar dan takut, kini menjadi orang asing di tanah merdeka. Mereka yang dulu dicintai rakyat, kini tidak dikenal di gang-gang kota. Mereka tidak meminta balasan, tapi apakah kita masih punya hati untuk membiarkan mereka hidup dalam kesulitan?

Kemerdekaan Bukan Sekadar Lomba dan Panggung Dangdut

Anak-anak sekarang hanya tahu peringatan kemerdekaan sebagai hari pesta dan lomba. Tapi tak tahu makna kemerdekaan yang dibayar dengan darah dan air mata. Seharusnya, peringatan 17 Agustus bukan sekadar perayaan, tapi ajang refleksi. Bukan panggung dangdut yang menggoyang, tapi panggung sejarah yang menggugah.

Sudah saatnya pemerintah, dan kita semua, berpikir ulang terhadap perayaan yang hanya memuaskan mata dan hura-hura tapi membunuh makna.

Arahkan atau sisihkan anggaran peringatan kemerdekaan itu untuk membahagiakan para pejuang, bukan hanya mendandani gapura dan lomba lomba dan karnaval. Ajarkan generasi muda tentang arti kemerdekaan yang sebenarnya. Ajarkan mereka jiwa patriot yang diwariskan para pejuang.

Ketahuilah bahwa bangsa besar bukanlah bangsa yang paling meriah dalam merayakan hari kemerdekaan. Bangsa besar adalah bangsa yang tidak melupakan pahlawan dan pejuangnya.[]

___

# Referensi & Sumber Data: 1. GoodStats – Data Jumlah Veteran 2024, 2. Kompas – Tunjangan Veteran Hanya Rp250.000, 3. Antara – Ratusan Pejuang Tak Diakui Veteran, 4. Merdeka.com – Kisah Veteran Miskin,5. Wikipedia – Jumlah RT Indonesia

Comment