RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA -— Presiden Prabowo Subianto menyatakan persetujuannya untuk membentuk tim investigasi independen guna mengungkap aktor di balik kerusuhan demonstrasi pada akhir Agustus lalu. Hal itu disampaikan dalam pertemuan dengan sejumlah tokoh yang tergabung dalam Gerakan Nurani Bangsa (GNB) di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (11/9/2025).
Indef menilai keputusan tersebut sejalan dengan aspirasi publik yang menolak agar kasus yang menelan banyak korban jiwa dikubur begitu saja.
“Masyarakat berharap Presiden benar-benar menyerap aspirasi rakyatnya dan memimpin negeri ke arah lebih baik, bukan sekadar retorika,” demikian disampaikan Indef dalam laporan hasil riset big data Continuum-Indef.
Melalui teknologi machine learning dan kecerdasan buatan, Pusat Pengembangan Big Data Continuum-Indef yang digawangi Eko Listyanto dan Syamil Iklil ini menghimpun ratusan ribu percakapan netizen. Dari pemetaan itu, terlihat harapan publik agar tanggung jawab penyelesaian masalah ditanggung oleh pimpinan tertinggi negara: Presiden, Kapolri, maupun Wakil Presiden.
Indef mendorong agar tim pencari fakta independen dibentuk secara terbuka dan kredibel. “Mereka yang terbukti bersalah harus mendapat hukuman yang adil. Publik menginginkan transparansi, apalagi kondisi bangsa saat ini tengah dilanda kesenjangan sosial yang tinggi,” ungkap Indef.
Riset tersebut juga menyinggung indikator ekonomi yang memicu keresahan publik, antara lain gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) dan menurunnya daya simpan masyarakat, termasuk terkurasnya tabungan kelas menengah.
Tak hanya meluapkan kekecewaan, publik juga menyampaikan berbagai rekomendasi. Dari ribuan percakapan yang terhimpun, beberapa isu utama yang muncul antara lain: Reformasi aparat (8.000 percakapan), pengesahan UU Perampasan Aset (6.400 percakapan), desakan pergantian Kapolri (4.900 percakapan) dan pembebasan massa aksi (2.300 percakapan).
Indef menegaskan bahwa aspirasi publik tersebut dapat menjadi masukan penting bagi pemerintah dalam menjaga kepercayaan rakyat sekaligus memperkuat demokrasi.[]









Comment