PON Bela Diri 2025: Sinergi KONI, PT Djarum, dan Cabor Bela Diri Hadirkan Multievent Nasional di Kudus

Olahraga373 Views

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA -– Pekan Olahraga Nasional (PON) Bela Diri 2025 menjadi ajang multievent nasional pertama yang lahir dari kolaborasi antara Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, PT Djarum, dan cabang olahraga bela diri. Kompetisi ini akan berlangsung pada 11–26 Oktober 2025 di Kota Kudus, Jawa Tengah, dengan mempertandingkan 10 cabang olahraga bela diri.

Sepuluh cabang yang dipertandingkan meliputi Karate, Tarung Derajat, Ju-Jitsu, Pencak Silat, Taekwondo, Gulat, Judo, Sambo, Wushu, dan Shorinji Kempo.

Ajang ini menjadi bagian dari upaya KONI Pusat dalam memperkuat sistem pembinaan prestasi olahraga bela diri sekaligus menjadi wadah evaluasi bagi atlet dan pelatih menuju peningkatan prestasi di tingkat nasional maupun internasional.

Cabang olahraga bela diri selama ini dikenal memiliki kontribusi besar terhadap prestasi olahraga Indonesia. Dalam beberapa edisi SEA Games, cabang bela diri tercatat menyumbangkan hingga 30 persen dari total medali yang diraih kontingen Indonesia.

Ketua Umum KONI Pusat menegaskan pentingnya dukungan media dalam menyukseskan penyelenggaraan PON Bela Diri 2025. Ia mengapresiasi kehadiran situs resmi ponbeladiri.com yang dinilai mempermudah masyarakat memperoleh informasi terkini seputar ajang tersebut.

“Dukungan media dalam penyelenggaraan PON Bela Diri Kudus 2025 ini sangat luar biasa. Masyarakat bisa dengan mudah mendapatkan berita terbaru. Ini menunjukkan bahwa ajang ini sukses, tidak hanya dari sisi prestasi, tetapi juga dari segi penyelenggaraan dan publikasi,” ujarnya.

Salah satu atlet yang akan berlaga seperti dilansir dari web KONI adalah Dzuhri Ali Mustofa dari Pengcab Wushu Kabupaten Tangerang. Dzuhri, yang merupakan binaan Perguruan Wushu Naga Mas Kabupaten Tangerang, akan turun pada nomor Sanda kelas 52 kilogram. Pertandingan cabang Wushu dijadwalkan berlangsung pada 22–27 Oktober di Kudus.

KONI Pusat berharap ajang ini menjadi tonggak baru bagi kemajuan olahraga bela diri Indonesia, sekaligus mempererat kolaborasi antara dunia olahraga, swasta, dan masyarakat dalam membangun ekosistem olahraga berprestasi.[]

Comment