RADARINDONESIANEWS.COM, KUALA LUMPUR — Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, menyampaikan duka mendalam atas wafatnya ilmuwan besar peradaban Islam, Syed Muhammad Naquib al-Attas. Anwar juga turut hadir dalam prosesi shalat jenazah almarhum sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada tokoh intelektual tersebut.
Jenazah al-Attas dijadwalkan disemayamkan di Masjid At-Taqwa pada Kamis pagi sebelum dimakamkan di Pemakaman Islam Bukit Kiara.
Menurut Anwar, wafatnya al-Attas merupakan kehilangan besar, tidak hanya bagi Malaysia tetapi juga bagi dunia Islam.
“Pemergian Allahyarham, seorang Profesor Diraja dan sarjana yang amat dihormati, merupakan kehilangan besar buat dunia kerana telah menabur bakti besar dalam memartabatkan tradisi ilmu, adab dan tamadun Islam,” ujar Anwar.
Ia juga menyampaikan simpati dan belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan serta kepada umat Islam di seluruh dunia.
“Saya sempat menyampaikan salam takziah kepada ahli keluarga Allahyarham serta menzahirkan penghargaan terhadap khazanah pemikiran yang amat bernilai yang ditinggalkan, khususnya dalam memperkasa kefahaman mengenai konsep ilmu, adab serta peranan Islam dalam membentuk peradaban yang luhur,” tuturnya, Rabu (10/3/2026).
Anwar menilai pemikiran al-Attas selama ini menjadi rujukan penting bagi para cendekiawan Muslim dalam memahami relasi antara ilmu, adab, dan peradaban Islam.
“Sesungguhnya jasa dan sumbangan Allahyarham akan terus dikenang dan menjadi sumber inspirasi kepada generasi ilmuwan serta umat Islam dalam meneruskan tradisi keilmuan yang berteraskan hikmah dan nilai,” kata dia.
Diketahui, pada Oktober 2024 Anwar Ibrahim menganugerahkan gelar Profesor Kerajaan kepada almarhum sebagai bentuk penghargaan atas kontribusinya bagi negara, khususnya dalam bidang ilmu pengetahuan dan pendidikan Islam.
Syed Muhammad Naquib al-Attas dikenal sebagai salah satu pemikir Muslim kontemporer yang memberikan kontribusi besar dalam pengembangan pemikiran Islam, terutama di bidang filsafat, sejarah, teologi, dan pendidikan. Sepanjang hidupnya, ia menulis lebih dari 30 buku yang menjadi rujukan penting dalam kajian filsafat dan peradaban Islam.
Di akhir pernyataannya, Anwar Ibrahim turut memanjatkan doa bagi almarhum.
“Semoga Allah SWT mencucuri rahmat ke atas roh Allahyarham, mengampuni segala dosa serta menempatkannya dalam kalangan hamba-Nya yang beriman dan beramal soleh,” pungkasnya.[]









Comment