Australia dan Indonesia Perluas Kerja Sama di Sektor Pangan

Nasional12 Views

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Pelaku industri Australia memperkuat penjajakan kerja sama dengan industri pangan Indonesia melalui kunjungan bisnis di Jakarta pada 14–18 September 2026. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mempromosikan bahan baku pangan Australia dalam ajang Food Ingredients Asia (Fi Asia) 2026.

Indonesia menjadi salah satu pasar prioritas bagi Australia seiring pertumbuhan industri makanan dan minuman di Tanah Air. Nilai industri tersebut diperkirakan mencapai sekitar A$422 miliar dan terus bertumbuh.

Kunjungan itu memperkenalkan sejumlah komoditas dan bahan pangan Australia, antara lain biji-bijian, kacang-kacangan, polong-polongan, oat, almon, serta berbagai bahan pangan fungsional.

Delegasi Australia yang terdiri atas Grains Australia, Grains and Legumes Nutrition Council, serta Almond Board of Australia bertemu dengan importir bahan pangan, produsen makanan, dan asosiasi industri di Indonesia. Pertemuan tersebut membahas peluang kerja sama komersial sekaligus pengembangan pasar.

Head of Austrade Southeast Asia Catherine Gallagher mengatakan hubungan agripangan Australia dan Indonesia telah ditopang oleh keunggulan yang saling melengkapi dan kepentingan bersama dalam memperkuat ketahanan pangan.

“Australia dan Indonesia memiliki kemitraan agripangan yang kuat, yang didukung oleh keunggulan yang saling melengkapi serta prioritas bersama dalam ketahanan pangan,” ujar Gallagher.

Menurut dia, kunjungan tersebut mempertemukan pelaku usaha kedua negara untuk membuka peluang kerja sama jangka panjang di sektor bahan pangan.

Dalam seminar Australian Ingredients Advantage di Fi Asia 2026, delegasi Australia juga memperkenalkan pemanfaatan bahan pangan asal negaranya untuk reformulasi produk, pengembangan pangan bernutrisi, produk clean-label, dan inovasi industri makanan dan minuman.

Trade and Market Access Manager Grains Australia Lachlan Evans mengatakan bahan pangan berbasis biji-bijian dari Australia dapat digunakan produsen Indonesia untuk mengembangkan berbagai produk bernutrisi dan bernilai tambah.

“Bahan pangan berbasis biji-bijian dari Australia menawarkan solusi yang fleksibel bagi produsen Indonesia dalam mengembangkan produk yang bernutrisi, fungsional, dan bernilai tambah,” kata Evans.

Menurut dia, bahan tersebut juga dapat membantu produsen merespons meningkatnya permintaan konsumen terhadap produk pangan yang lebih sehat dan berkelanjutan.

Grains Australia dan Almond Board of Australia merupakan anggota Trade Diversification Network (TDN) yang berada di bawah Accessing New Markets Initiative (ANMI).

Melalui jaringan tersebut, pemerintah Australia bersama pelaku industri membantu eksportir Australia memasuki dan mengembangkan pasar baru, termasuk Indonesia.

Dengan agenda tersebut, kerja sama kedua negara tidak hanya diarahkan pada perdagangan komoditas, tetapi juga pada pengembangan bahan baku dan inovasi produk yang dapat mendukung pertumbuhan industri pangan Indonesia.[]

Comment